Sukses

Inilah Penyebab Muntah Pada Anak

Meski terlihat gejala wajar semacam masuk angin, tapi jangan pernah disepelekan. Bisa jadi merupakan gejala gawat yang memerlukan tindakan medis segera, berikut penjelasan dr. Nadia Octavia disini.

KlikDokter.com – Muntah pada anak umumnya merupakan gejala penyakit yang lumrah terjadi. Namun demikian bisa juga merupakan gejala yang gawat dan memerlukan penanganan medis segera.

Bagi Anda yang memiliki buah hati, tentu pernah mengalami buah hati tercinta mengalami muntah-muntah. Tentu saat mengalaminya, Anda pasti bingung dan kalang kabut tak tahu harus berbuat apa.

Namun kini tidak lagi, jika Anda sudah mengetahui serba-serbi muntah yang akan dijelaskan pada artikel ini.

Apa saja penyebab muntah pada anak? Apa dampak buruk kesehatan anak jika muntah terjadi? Pertolongan pertama apa yang dapat kita lakukan jika terjadi muntah pada anak? Berikut penjelasan selengkapnya:

1 dari 4 halaman

Apa saja penyebab muntah pada anak?

muntah anakKebanyakan muntah pada anak biasanya disebabkan oleh infeksi virus yang melapisi dinding lambung atau karena keracunan makanan. Seringkali anak yang mengalami muntah juga mengalami diare.

Terkadang muntah dapat juga disebabkan oleh adanya penyakit yang lebih serius seperti sumbatan saluran pencernaan (sumbatan pada usus) yang membutuhkan perhatian khusus. Jika muntah berkaitan dengan nyeri kepala hebat, infeksi pada otak atau perdarahan otak perlu dipikirkan sebagai penyebab. 

Apa yang akan terjadi pada anak yang mengalami muntah?

Muntah pada anak biasanya akan berhenti dalam 6-24 jam. Perubahan dalam pola makan mendukung kecepatan penyembuhan. Jika anak mengalami diare, maka biasanya muntah dapat berlanjut selama beberapa hari. 

2 dari 4 halaman

Pertolongan pertama di rumah pada anak muntah

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan dalam memberikan pertolongan pertama pada anak yang muntah:

  1. Berikan cairan hingga 8 jam pertama (hindari makanan padat) sampai anak tidak lagi muntah
    Anda dapat memberinya air gula, air tebu atau oralit. Hindari memberikannya air putih saja. Mulailah dengan memberikan 1 sdt - 1 sdm cairan, bergantung dari usia anak setiap 5 menit atau 15-30 ml setiap 15 menit. Setelah 4 jam tanpa muntah, berikan dalam jumlah 2x lipat nya setiap jam. Jika anak Anda masih tetap muntah saat diberikan, istirahatkan lambungnya selama 1 jam dan mulai lagi dalam jumlah yang sedikit.
  2. Berikan makanan lunak setelah 8 jam bebas muntah
    Untuk anak yang lebih besar, cobalah berikan bubur, nasi tim, sup atau kentang yang dihaluskan. Untuk balita, cobalah berikan ia susu. Biasanya anak dapat mulai makan dengan normal setelah 24 jam masa pemulihan bebas muntah.

Untuk anak yang masih menyusui:
Berikan ASI dalam jumlah yang lebih sedikit dari biasanya. Susui selama 5 menit setiap 30-60 menit. Jika anak tidak lagi muntah dalam 8 jam, Anda dapat mulai melakukannya dengan ritme yang biasa.

Kapankah waktu yang ideal untuk menghubungi dokter? Berikut penjelasannya:

3 dari 4 halaman

Kapankah harus menghubungi dokter?

  • Anak Anda menunjukkan tanda dehidrasi (tidak ada urine selama lebih dari 8 jam, mulut kering dan tidak ada air mata sewaktu menangis)
  • Muntah yang disertai darah atau berwarna kehijauan
  • Anak menjadi kurang aktif
  • Anak terus menerus muntah, jika diberikan jumlah kecil cairan
  • Anak merasakan nyeri perut atau nyeri kepala hebat
  • Anak terlihat pucat dan lemah

0 Komentar

Belum ada komentar