Sukses

Kenapa Mata Bisa Kedutan?

Tahukah Anda apa sebenarnya yang menyebabkan kedutan bisa terjadi? Mata kedutan difaktori beberapa kondisi, diantaranya berikut ini yang dijelaskan dr. Dina Kusumawardhani disini.

KlikDokter.com - Hampir semua orang pernah mengalami kedutan di sekitar mata. Kedutan mata atau twitching merupakan gerakan kelopak mata yang repetitif dan tidak dapat dikontrol. Kedutan paling sering terjadi pada kelopak mata bagian atas. Kedutan yang ringan biasanya tidak menimbulkan masalah dan akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa detik atau menit. Tahukah Anda apa sebenarnya yang menyebabkan kedutan bisa terjadi?

Secara umum penyebab kedutan belum diketahui secara pasti, namun seringkali berhubungan dengan:

  • Kelelahan
  • Stres
  • Konsumsi kafein, alkohol, rokok
  • Kurang tidur
1 dari 3 halaman

Kedutan Mata, Gejala Penyakit Apa ya?

Matafres-banner-690x150px

Kedutan pada mata juga bisa menjadi tanda adanya kelainan pada mata atau gangguan saraf, seperti:

  • Blefaritis (radang pada kelopak mata)
  • Mata kering
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Bell’s palsy
  • Penyakit parkinson
  • Efek samping obat-obatan (misal obat epilepsi)
  • Benign essential blepharospasm
  • Hemifacial spasm
2 dari 3 halaman

Penyebab Lain Mata Kedutan

Matafres-banner-690x150px

Pada beberapa kasus kedutan mata dapat menetap dan sangat mengganggu, misalnya pada benign essential blepharospasm. Kondisi ini biasanya terjadi pada usia di atas 30 tahun dan lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Mereka yang menderita kondisi ini akan sering berkedip dan kedutan yang dapat dipicu oleh stres, kelelahan, angin, cahaya, atau polusi udara. Benign essential blepharospasmbiasanya bersifat genetik (ada riwayat keluarga).

Pada kasus yang berat, kedutan bisa disebabkan oleh hemifacial spasm, dimana kedutan terjadi pada satu sisi wajah saja (dari dahi sampai dagu). Hemifacial spasm biasanya disebabkan oleh syaraf wajah yang tertekan. Namun bisa juga bukan karena penekanan syaraf, misal pada penyakit stroke atau tuberkulosis (TBC).

0 Komentar

Belum ada komentar