Sukses

Mitos dan Fakta Tentang Gigi Berlubang

Benarkah ibu hamil sebaiknya tidak boleh ke dokter gigi? Telusuri jawaban faktanya disini bersama drg. Arni Maharani disini.

KlikDokter.com - Banyak yang tak bisa membedakan mana fakta, mana mitos. Salah satu halnya adalah soal kesehatan. Saking banyaknya mitos soal kesehatan yang tidak jelas asal-usulnya, akhirnya diterima oleh masyarakat menjadi fakta umum.

Hal ini dikarenakan oleh minimnya pemahaman masyarakat tentang kesehatan. Akibatnya fakta dan mitos jadi campur aduk. Salah satu adalah mitos kesehatan mulut dan gigi.

Nah, mari ditelaah satu per satu mitos tentang mulut dan gigi supaya Anda tahu kejelasannya. Berikut penjelasannya satu per satu:

1 dari 5 halaman

1. Mitos: ibu hamil tidak boleh melakukan perawatan gigi

gigi, hamil, sakitFakta: Kehamilan merupakan keadaan khusus pada wanita, tapi hal ini tidak menghalangi untuk mendapatkan perawatan gigi dan malah sebaliknya, wanita hamil sebaiknya memeriksakan keadaan gigi dan rongga mulutnya ke dokter gigi, karena kehamilan dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kesehatan rongga mulut.

Salah satunya adalah jika terjadi penyakit periodontal pada ibu hamil dapat memicu terjadinya risiko kelahiran bayi dengan berat badan rendah.

2 dari 5 halaman

2. Mitos: Tambalan gigi harus sering diganti

gigi, lubangFakta:

Tambalan gigi yang permanen memang diharapkan dapat selama mungkin melekat pada gigi, namun terkadang tambalan dapat lepas dan tidak bertahan lama dalam rongga mulut.

Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kemungkinan tambalan lepas, seperti:

  • ketidaktepatan dalam proses penambalan, atau
  • pemakaian dari pengguna itu sendiri, seperti terjadi pada kasus:
    • mengunyah makanan terlalu keras
    • kebersihan gigi tidak terjaga
    • kondisi penyakit, dan lainnya

Kesimpulannya, itulah mengapa pemeriksaan gigi secara berkala penting adanya untuk menjaga kesehatan gigi. Lebih khusus jika Anda memiliki kondisi gigi yang pernah berlubang.

3 dari 5 halaman

3. Mitos: Gigi berlubang bisa dideteksi lebih dini

Fakta:

Gigi berlubang dapat dideteksi sejak dini.

Caranya?

Yakni dengan menggunakan caries indicator ataupun sonde yang menyangkut (karies email). Hanya saja, masih banyak orang yang belum menyadari hal ini, kecuali sebagian orang yang memang rajin kontrol ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali. 

Lagi-lagi disinilah salah alasan dan sebabnya Anda harus lebih rajin ke dokter gigi, setidaknya 6 bulan sekali.

4 dari 5 halaman

4. Mitos: Gigi berlubang terjadi di antara gigi

Fakta:

Gigi berlubang dapat terjadi di berbagai permukaan gigi. Lubang gigi dapat terjadi juga pada bagian gigi yang berdekatan dengan gigi sebelahya, hal ini disebabkan oleh karena pada bagian tersebut rentan terjadi penimbunan plak dan sisa makanan yang menjadi sarang bakteri perusak gigi. Risiko ini semakin meningkat pada pasien dengan kondisi gigi geligi berjejal.

Solusinya adalah pilih pasta gigi yang mengandung Microgranules sehingga mampu membersihkan hingga ke sela-sela gigi & Zinc Citrate melindungi gigi & mulut dari bakteri. Serta, setelah menyikat gigi, berkumurlah dengan obat kumur untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang terlewatkan dan membersihkan bagian selah gigi dengan benang gigi.

0 Komentar

Belum ada komentar