Sukses

Ini Akibatnya Jika Jigong Tidak Dibersihkan

Sudah saatnya mulai lebih memperhatikan kebersihan gigi. Pasalnya sisa makanan yang menumpuk tidak hanya menimbulkan lubang pada gigi. Tapi bahaya lainnya, seperti drg. Arni Maharani jelaskan berikut ini.

Klikdokter.com - Sudah kewajiban kita untuk selalu menjaga gigi dan gusi dalam keadaan bersih dan sehat. Namun pada kenyataannya seringkali kita lalai dapat menjaga kebersihan rongga mulut sehingga terjadi penumpukan sisa makanan pada gigi geligi atau terselipnya sisa makanan. Hal ini dapat diperparah oleh posisi gigi yang berjejal, gigi palsu dan tambalan gigi yang tidak baik. Gigi dengan susunan/oklusi yang baik mempunyai daya pembersihan yang baik sehingga meminimalisasi kemungkinan terselipnya makanan atau bertumpuknya sisa makanan.

Posisi gigi yang berjejal, bertumpuk, gigi berlubang  dan celah gigi merupakan suatu keadaan gigi yang mempunyai risiko tinggi untuk terjadinya penumpukan sisa makanan. Impaksi atau tumpukan sisa makanan ini tentu saja tidak baik bagi keadaan gigi dan jaringan sekitarnya. Bila terdapat makanan yang terselip diantara dua celah gigi, dapat dibersihkan dengan bantuan dental floss/ benang gigi .

Dapat juga menyikat gigi menggunakan pasta gigi yang mengandung Microgranules sehingga mampu membersihkan hingga ke sela-sela gigi. Hindari pemakaian tusuk gigi, karena bila Anda salah dalam menggunakannyadapat menimbulkan risiko kerusakan gusi. Dalam jangka waktu yang lama keadaan ini akan menyebabkan kerusakan yang serius pada kesehatan gigi serta jaringan pendukungnya.

Risiko dan gangguan yang dapat ditimbulkan meliputi:

1 dari 2 halaman

Akibat Menyepelekan Kebersihan Gigi & Mulut

Risiko dan gangguan yang dapat ditimbulkan meliputi:

  • Peradangan pada gusi dan disertai perdarahan.
  • Terjadi karies atau lubang pada gigi
  • Timbulnya bau yang tidak sedap.
  • Resesi Gusi
  • Timbulnya rasa sakit yang cukup mengganggu dan menjalar.
  • Kerusakan tulang alveolar.
  • Gigi sensitif terhadap tekanan karena adanya abses periodontal yang menyebabkan gigi bergerak dari kantungnya dan terjadinya kontak antara gigi yang prematur.

0 Komentar

Belum ada komentar