Sukses

Cara Atasi Tumit Kering

Tumit kering sering membuat masalah? Atau penampilan jadi kurang percaya diri akibat tumit kering? Simak disini trik dan saran dr. Nadia untuk atasi masalah kesehatan tumit yang kering dan pecah-pecah.

KlikDokter.com  - Setiap harinya kita menggunakan kaki untuk menjalankan aktivitas seperti berjalan atau bahkan berlari dengan menggunakan sepatu berhak tinggi. Tidak heran jika tumit yang kering menjadi salah satu masalah yang sering dialami. Tidak hanya tumit kering membuat kaki Anda terlihat kurang bagus, namun juga dapat menyebabkan gatal, nyeri dan rasa terbakar, seperti pada kondisi seperti athlete's foot.

Apa yang menyebabkan tumit saya kering?

Seperti halnya pada bagian tubuh lain, xerosis atau kulit kering dapat terjadi karena kelembaban yang rendah, obat-obatan atau bahan-bahan tertentu pada sabun Anda.

Kondisi medis tertentu seperti diabetes, psoriasis, penyakit tiroid, eksim dan athlete's foot juga dapat menyebabkan tumit kering dan pecah-pecah. 

Bagaimana mengatasi tumit yang kering dan pecah-pecah?

1 dari 2 halaman

Bagaimana mengatasi tumit yang kering dan pecah-pecah?

Untuk mengatasi tumit yang kering dan kasar, Anda dapat mencoba mengaplikasikan krim yang berbahan dasar asam laktat yang dicampur dengan petroleum jelly. Gosokkan setiap malam pada tumit Anda lalu gunakan kaos kaki. Jika Anda melakukannya setiap malam niscaya tumit Anda akan menjadi halus. Anda juga dapat menggunakan batu apung untuk digosokkan pada tumit setiap hari sesudah mandi.

Selain itu, untuk mengatasi tumit yang kering dan pecah-pecah, Anda dapat menggunakan krim yang berbahan dasar lanolin. Krim tersebut dapat ditemukan dijual di pasaran sebagai krim untuk ibu menyusui.

Jika Anda mengalami kekeringan kulit hingga pada tungkai, cobalah menggunakan sponge saat mandi atau produk untuk eksfoliasi kulit. Jangan lupa juga untuk mengaplikasikan body lotion dua kali sehari sesudah mandi.

Jika cara-cara tersebut sudah Anda coba dan kulit Anda tetap kering, Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis kulit dan kelamin.  

0 Komentar

Belum ada komentar