Sukses

3 Teknik Melawan Kolesterol Tinggi

Pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik memiliki pengaruh yang besar terhadap terjadinya gangguan lemak tubuh. Simak penjelasan dr. Alvin Nursalim disini untuk tips 3 jurus atasi kolesterol tinggi.

KlikDokter.com - Pola hidup metropolitan saat ini menyebabkan banyak orang jatuh ke dalam kondisi gangguan kadar lemak tubuh. Pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik  memiliki pengaruh yang besar terhadap terjadinya gangguan lemak tubuh.

Kolesterol tinggi banyak diderita oleh orang dengan pola makan berlemak, gaya hidup tidak sehat dan kesibukan bekerja.  Penyebab kolesterol tinggi sebenarnya adalah pola makan berlebihan, dalam hal ini terutama yang mengandung lemak jenuh seperti daging, susu, keju, mentega, dan kuning telur. Kolesterol tinggi dapat diturunkan secara genetik, disebut familial hypercholesterolemia. Selain itu, semakin tua usia seseorang maka kolesterol LDL (kolesterol jahat) berkecenderungan meningkat terutama pada wanita menopause.

Gangguan lemak tubuh dikenal juga dengan istilah dislipidemia. Terdapat beberapa parameter lemak yang dijadikan acuan, diantaranya kolesterol total dan kolesterol LDL. Kadar kolesterol total yang disarankan adalah dibawah 200 mg/dl. Sedangkan kadar LDL yang disarankan adalah dibawah 100 mg/dl.

Namun, bagaimana jika kadar lemak Anda berada di atas nilai anjuran? Berikut penjelasannya:

1 dari 4 halaman

1. Berpola Makan Sehat

kolesterolPerubahan pola hidup merupakan langkah awal yang dianjurkan untuk semua pasien dislipidemia. Pola hidup yang sehat terdiri dari pola makan yang baik dan olah raga teratur. Peran nutrisi dalam pencegahan kardiovakular telah terbukti. Serat yang terkandung dalam buah, sayur dan sereal gandum memiliki efek menurunkan kolesterol. Pasien dislipidemia disarankan untuk mengurangi konsumsi lemak tersaturasi, lemak trans dan alkohol.

Penurunan berat badan juga berpengaruh terhadap keadaan lemak seseorang. Pada individu yang gemuk, penurunan berat badan sebesar 10 kg berhubungan dengan penurunan kadar LDL sebesar 8 mg/dl. Adapun pola diet yang dianjurkan untuk penyandang dislipidemia:

  • Karbohidrat 50-60 % dari total kebutuhan kalori, Sebesar 85% adalah karbohidrat kompleks (nasi, sayur dan buah), ditambah  2- 3 porsi sayur, 2- 3 porsi buah.
  • Protein 15-20%, dengan perbandingan protein hewani : nabati = 1:1, terutama ikan, tempe atau tahu.
  • Lemak <30%, dengan penggunaan minimal dari minyak trans, seperti margarin. Makanan tinggi kolesterol seperti jeroan, otak, dan kuning telur harus dikurangi (<300mg/hari).
2 dari 4 halaman

2. Olahraga

kolesterolPeningkatan aktivitas fisik dapat memperbaiki keadaan lemak Anda, dan dapat menurunkan berat badan. Beberapa hal yang dapat Anda kiatkan dalam memulai olahraga:

  • Olahraga dapat dilakukan 3-5x perminggu dengan durasi 30-45 menit setiap latihan.
  • Olahraga aerobik dengan target denyut jantung 70-85% denyut jantung maksimal disarankan.
  • Denyut jantung maksimal didapat dengan menggunakan formula 220-umur.

Selain pola makan yang sehat dan olahraga, pasien juga harus berhenti merokok. Jenis olahraga yang dapat Anda lakukan adalah olahraga aerobik seperti berlari dan berenang. 

3 dari 4 halaman

3. Obat-obatan

Anda tidak perlu takut dengan obat-obatan. Jika perubahan pola hidup yang maksimal tidak memberikan manfaat yang bermakna, maka dapat dipertimbangkan obat-obatan untuk membantu menurunkan kadar lemak Anda. Terdapat banyak jenis pengobatan dislipidemia yang beredar. Pemilihan obat yang tepat harus dilakukan oleh dokter, berdasarkan tipe gangguan lemak dari masing-masing individu. 

0 Komentar

Belum ada komentar