Sukses

3 Anggapan yang Salah Seputar Mencuci Tangan

Benarkah cairan antiseptik sama kuatnya membasmi kuman dan bakteri dibandingkan dengan mencuci tangan? Benarkah lebih sering mencuci tangan lebih sering menjadikan kulit Anda lebih sehat? Benarkah mencuci tangan sepantasnya dilakukan dengan air hangat? Ke

Klikdokter.com – Benarkah cairan antiseptik sama kuatnya membasmi kuman dan bakteri dibandingkan dengan mencuci tangan? Benarkah lebih sering mencuci tangan lebih sering menjadikan kulit Anda lebih sehat? Benarkah mencuci tangan sepantasnya dilakukan dengan air hangat?

Ketahuilah bahwa semua pertanyaan diatas berkembang sebagai anggapan umum yang tidak sepenuhnya benar dikalangan masyarakat belakangan ini. Banyak sekali anggapan yang berkembang salah, dimana tidak luput jauh dari fakta medis.

Apa saja anggapan yang salah seputar mencuci tangan? Berikut penjelasannya:

1 dari 4 halaman

Mitos 1: Anda sebaiknya mencuci tangan dengan air hangat

Sabun dan air hangat telah lama dianggap baik untuk mencegah penyebaran penyakit dan infeksi, tetapi apakah air panas benar-benar lebih efektif daripada air dingin?

Jawabannya adalah tidak.

Pada sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2005 (dan kemudian diterbitkan dalam Journal of Occupational and Environmental Medicine), beberapa peserta diminta untuk mencuci tangan mereka dalam suhu berkisar antara 40 sampai 120 derajat. Peneliti menemukan bahwa suhu air ternyata tidak terlalu berpengaruh untuk menghilangkan kuman.

Lalu, penelitian lain yang dilakukan di Northwestern University menemukan bahwa peserta yang mencuci tangan mereka selama lima detik tidak membuat bakteri di tangan mereka menghilang. Sementara itu, orang-orang yang mencuci tangan mereka selama 30 detik membuat hampir semua bakteri di tangan mereka hilang. 

Jadi, cucilah tangan Anda pada suhu yang nyaman. 

2 dari 4 halaman

Mitos 2: Pembersih tangan anti kuman bekerja sama baiknya seperti sabun dan air.

Meski pembersih tangan tampak seperti alternatif yang cepat dan mudah untuk membasahi dan membersihkan tangan Anda, hal itu sesungguhnya tidak benar-benar efektif. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa mencuci tangan dengan cara biasa masih merupakan cara terbaik untuk mencegah penyebaran penyakit dan bakteri.

Jika Anda dalam keadaan darurat, pembersih tangan lebih baik daripada tidak mencuci tangan sama sekali, selama itu mengandung alkohol (setidaknya 60 persen).

Satu tip yang penting dalam menggunakan pembersih tangan anti kuman: Anda biarkan hingga kering selama setidaknya 15 detik. 

3 dari 4 halaman

Mitos 3: Mencuci tangan secara rutin akan membuat kulit sehat.

Untuk mencegah penyebaran penyakit dan infeksi, mencuci tangan memang termasuk cara yang efektif. Namun, jika Anda mencuci tangan terlalu sering, hal tersebut malah akan mendatangkan malapetaka pada kulit Anda. Bahkan, dermatitis dapat berkembang sebagai akibat dari terlalu seringnya mencuci tangan.

Jika Anda ingin menjaga kulit tetap lembut dan lentur, sebaiknya Anda membatasi frekuensi mencuci tangan Anda. Bagaimanapun, tujuan utama mencuci tangan adalah untuk menghilangkan atau mengurangi jumlah organisme di tangan Anda.

0 Komentar

Belum ada komentar