Sukses

Sering Mandi, Kulit Jadi Happy

Sering Mandi, Kulit Jadi Happy. Kenapa mandi? Karena mandi adalah langkah awal pemeliharaan kulit. Mandi tak hanya membersihkan kulit, tapi juga merawat kelembutannya. Kulit jadi rileks dan tetap cantik. Tapi mandi pun ada aturannya. Berikut adalah yang h

Klikdokter.com - Kalau kulit dapat berbicara, ia pasti akan mengeluh. Bayangkan, setiap hari kulit Anda terkena panas terik sinar matahari, polusi kendaraan, dan debu kotor. Semua ini memicu kulit menjadi lekas kering dan penuaan dini.

Makanya, supaya kulit jadi bersahabat, Anda harus membuatnya senang. Dan caranya gampang kok. Tak perlu repot ke spa,  cukup dengan mandi.

Kenapa mandi? Karena mandi adalah langkah awal pemeliharaan kulit. Mandi tak hanya membersihkan kulit, tapi juga merawat kelembutannya. Kulit jadi rileks dan tetap cantik.

Tapi mandi pun ada aturannya. Berikut adalah yang harus dihindari ketika mandi:
 

  1. Jangan terlalu sering mandi air hangat

Setelah hari yang melelahkan, enak banget rasanya mandi pakai air hangat. Badan jadi rileks. Tapi sebenarnya, mandi air hangat terlalu sering dapat membuat kulit jadi kering karena dapat mengurangi kelembapan alami kulit. Air dengan suhu yang terlalu panas akan mengikis lipid pada kulit lebih cepat dibandingkan dengan air dengan temperatur ruangan, sehingga kulit menjadi lebih kering.

 

  1. Terlalu sering mandi

Mandi yang betul itu cukup dua kali sehari. Jadi salah kalau Anda membutuhkan waktu beberapa kali untuk mandi, karena berpotensi membuat kulit kering.

 

  1. Menggunakan scrub yang kasar

Nah, untuk yang suka scrubbing dan luluran, hindari scrub yang kasar dan gosoknya cukup perlahan  saja, guna menghindari iritasi pada kulit. Tergantung pada jenis kulit,  penggunaan scrub disarankan  1 minggu sekali.

Pemilihan sabun jangan dianggap remeh lho. Pilih lah sabun yang mengandung ¼ moisturizing cream untuk mengembalikan lipid alami kulit yang hilang ketika mandi sekaligus menjaga kulit tak kering.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](NO)

 

Ditulis oleh:

dr. Nadia Octavia

Anggota Redaksi Medis

Klikdokter.com

 

Sumber:

  • Baumann L, et al. Cosmetic dermatology: principles & practice. Second edition. New York: McGraw Hill. 2009.

0 Komentar

Belum ada komentar