Sukses

Video Games First Person Shooter Mempertajam Penglihatan 20 Persen

Anda penggemar video games macam Counter Strike, Point Blank, Call of Duty dan lainnya? Beruntunglah, Anda kemungkinan memiliki daya lihat lebih tajam dari manusia umumnya. Simak penjelasan dr. Dayen Tri Rejeki Herdiana disini.

Klikdokter.com – Anda pernah mengikuti tes mata dengan menyebutkan huruf yang ditunjuk di eye chart? Konon menurut sebuah penelitian, orang yang bermain sering video games ber-genre first person shooter bisa melakukan 2x lebih baik daripada Anda.

Penelitian yang dilakukan di Universitas Rochester menunjukan bahwa seseorang yang bermain video games ber-genre first person shooter selama 1 jam sehari selama satu bulan memperlihatkan peningkatan sekitar 20%.

Penelitian menguji coba pada mahasiswa di universitas tersebut. Daphne Bavelier, profesor saraf dan ilmu kognitif di Universitas Rochester menguji beberapa mahasiswa yang jarang bermain video games untuk melakukan tes mata pada eye chart yang telah diacak dari sebelumnya.

Selanjutnya para mahasiswa dibagi menjadi 2 grup. Grup pertama diberikan arahan untuk bermain 'Tetris'. Grup kedua diberikan arahan untuk bermain video games ber-genre first person shooter, yakni ‘Unreal Tournament’ sebanyak satu jam setiap harinya.

Kemudian setelah 30 jam terbang permainan, kedua grup kemudian diminta untuk mengikuti tes mata.  Dimana para mahasiswa diminta untuk mengidentifikasikan huruf “T” dengan cepat diantara padatnya simbol-simbol lain yang bermunculan acak di eye chart elektronik.

Hasilnya? Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

1 dari 4 halaman

Video Games First Person Shooter Mempertajam Penglihatan 20 Persen

Klikdokter.com – Anda pernah mengikuti tes mata dengan menyebutkan huruf yang ditunjuk di eye chart? Konon menurut sebuah penelitian, orang yang bermain sering video games ber-genre first person shooter bisa melakukan 2x lebih baik daripada Anda.

Penelitian yang dilakukan di Universitas Rochester menunjukan bahwa seseorang yang bermain video games ber-genre first person shooter selama 1 jam sehari selama satu bulan memperlihatkan peningkatan sekitar 20%. 

Penelitian menguji coba pada mahasiswa di universitas tersebut. Daphne Bavelier, profesor saraf dan ilmu kognitif di Universitas Rochester menguji beberapa mahasiswa yang jarang bermain video games untuk melakukan tes mata pada eye chart yang telah diacak dari sebelumnya. 

Selanjutnya para mahasiswa dibagi menjadi 2 grup. Grup pertama diberikan arahan untuk bermain 'Tetris'. Grup kedua diberikan arahan untuk bermain video games ber-genre first person shooter, yakni ‘Unreal Tournament’ sebanyak satu jam setiap harinya. 

Kemudian setelah 30 jam terbang permainan, kedua grup kemudian diminta untuk mengikuti tes mata.  Dimana para mahasiswa diminta untuk mengidentifikasikan huruf “T” dengan cepat diantara padatnya simbol-simbol lain yang bermunculan acak di eye chart elektronik.

Hasilnya? Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

2 dari 4 halaman

Hasil Penelitian

Tes Mata 'eye chart' yang biasa di klinik-klinik mata. 

Hasilnya?

Profesor Daphne Bavelier menemukan grup yang bermain ‘Unreal Tournament’ dominan mengalami peningkatan sekitar 20% dalam hal mengidentifikasikan huruf “T” yang sengaja diatur berantakan di eye chart elektronik, dibandingkan grup yang hanya bermain tetris tidak menunjukan peningkatan signifikan.

“Setelah bermain selama 30 jam, para pemain memperlihatkan peningkatan substantial di dalam resolusi spatial dari daya pandang mereka, yang berarti mereka dapat melihat sebuah figur seperti yang terdapat di dalam eye chart lebih jelas, walaupun banyak simbol lain yang terdapat di dalamnya,” demikian tutur Profesor Daphne Bavelier.

Tetris dikenal dengan sebagai permainan yang membutuhkan kemampuan motorik namun demikian tidak terlalu kompleks di dalam hal visual.

Sementara video games ber-genre first person shooter macam ‘Unreal Tournament’ memerlukan kombinasi antara latihan refleks kemampuan motorik dengan Latihan ketangkasan visual yang kompleks.

Dengan demikian, hal tersebut diyakini dapat berdampak sama pada video games ber-genre first person shooter lainnya seperti ‘Point Blank’, ‘Call of Duty’, ‘Counter Strike’ dan lainnya.

Bagaimana bisa? Klik ‘next’ untuk mengikuti penjelasan para peneliti.

 

3 dari 4 halaman

Penjelasan Peneliti

Professor Daphne Bavelier

“Ketika orang bermain video games action first person shooter, mereka mengubah jalan pikir otak yang bertanggung jawab dalam hal penglihatan,” kata Bavelier. “Video game ini memaksa sistim penglihatan manusia mencapai batas mereka dan otak beradaptasi dengan hal tersebut. Dan proses pembelajaran tersebut terbawa di dalam aktivitas dan kehidupan sehari-hari,” papar Profesor Daphne Bavelier.

Lebih lanjut dalam penelitian ini juga ditemukan titik cerah bagi pasien sindrom mata malas (lazy eyes atau ambyopia). Daya pandang mereka meningkat pada bagian tengah dan tepi. Hal tersebut mengartikan bahwa orang dengan gangguan penglihatan, seperti pasien amblyopia, dapat meningkatkan tajam penglihatan mereka dengan software rehabilitasi khusus yang mengikuti kebutuhan game action untuk mengidentifikasikan objek dengan cepat. (Baca: Bermain Tetris Membantu Sindrom Mata Malas)

Walau di Indonesia ‘Unreal Tournament’ tidak begitu sepopuler ‘Point Blank’, ‘Call of Duty’, ‘Counter Strike’ namun mereka bergenre sama, dan diyakini dapat berdampak sama pada daya penglihatan Anda. Jadi, Anda ingin punya mata lebih jeli? Main games first person shooter saja!  

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](TRH/DA)

Baca juga:

 

Ditulis oleh
dr. Dayen Tri Rejeki Herdiana
Anggota Redaksi Medis
Klikdokter.com 

 

0 Komentar

Belum ada komentar