Sukses

10 Gejala Anemia Karena Haid yang Banyak

Semua wanita, tanpa terkecuali, pasti mendapatkan haid hanya saja sifat dari siklus haid pada tiap wanita tidaklah selalu sama. Perbedaan itu muncul karena adanya variasi durasi haid, jumlah perdarahan haid, dan interval datangnya setiap haid. Perbedaan-p

Klikdokter.com – Semua wanita, tanpa terkecuali, pasti mendapatkan haid hanya saja sifat dari siklus haid pada tiap wanita tidaklah selalu sama. Perbedaan itu muncul karena adanya variasi durasi haid, jumlah perdarahan haid, dan interval datangnya setiap haid. Perbedaan-perbedaan ini dapat merupakan variasi yang normal, atau dapat juga berupa gangguan.

Gangguan yang ada bisa menimbulkan gangguan kesehatan tubuh lebih lanjut, diantaranya adalah anemia, suatu keadaan dimana terjadi keadaan kurangnya darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, dimana komponen darah yang ada tidak memiliki kadar hemoglobin yang cukup. Akhirnya mengakibatkan tubuh cepat lelah, pusing, dan penglihatan kunang-kunang. Anemia yang dikaitkan haid biasanya diakibatkan karena siklus haid mengalami peningkatan jumlah darah haid yang keluar. Lebih lanjut, diperparah jika tubuh mengalami kekurangan nutrisi zat besi dan asam folat hingga gagal menyeimbangkan kebutuhan jumlah sel darah merah yang keluar akibat haid. Kalau sudah anemia, konsekuensinya bisa gawat. Di beberapa penelitian melaporkan anemia di masa muda semakin meningkatkan risiko mudah pikun atau dementia (Baca: Muda Anemia, Tua Dementia). Oleh karena itu, waspadalah jika Anda mulai sering mengalami 10 gejala berikut ini:
  1. Lesu dan lemas
  2. Cepat lelah
  3. Jantung berdebar-debar tanpa sebab yang jelas atau pada saat berolah raga
  4. Napas yang terengah-engah, terutama pada saat berolah raga
  5. Susah berkonsentrasi
  6. Pusing
  7. Sakit kepala
  8. Pucat
  9. Kesemutan atau kedinginan pada tangan dan kaki
  10. Sulit tidur
Hal yang dapat Anda lakukan jika mengalami gejala-gejala anemia diatas adalah mulai menyeimbangkan asupan yang memiliki zat besi, vitamin B12 dan asam folat. Dimana makanan-makanan tersebut bisa Anda peroleh dari beberapa makanan seperti, kacang-kacangan, sayuran hijau, daging merah, dan susu. (Baca: 4 Tips Diet Pencegah Anemia) Solusi lain, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen penambah darah Sakatonik Liver. Dalam satu kapsul Sakatonik Liver terkandung segala macam vitamin dan mineral yang dibutuhkan dalam proses pembentukan sel darah merah, seperti zat besi, vitamin B12, dan asam folat. Sakatonik Liver juga aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang karena terbuat dari bahan-bahan yang alami. Selain kapsul, Sakatonik Liver juga tersedia dalam bentuk sirup yang kaya vitamin C untuk memaksimalkan penyerapan zat besi dan asam folat dalam tubuh. Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](DA)

0 Komentar

Belum ada komentar