Sukses

P3K Cedera Anak

Permainan merupakan sesuatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari anak. Namun kadang-kadang orangtua merasa khawatir melepas anaknya bermain karena takut terjadi cedera pada anak.

Klikdokter.com – Seiring bertambahnya usia, terjadi perubahan tumbuh kembang dan psikologis yang pesat pada anak-anak. Semua orangtua pasti akan merasa bahagia melihat anaknya aktif, cerdas, dan selalu ingin tahu. Permainan merupakan sesuatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari anak. Namun kadang-kadang orangtua merasa khawatir melepas anaknya bermain karena takut terjadi cedera pada anak

Berikut ini adalah tips bagi para orangtua untuk mengatasi cedera ringan yang mungkin terjadi pada anak:

1.          Kepala terbentur

Pertolongan pertama: jika anak sadar dan responsif, kompres kepala dengan es selama 20 menit untuk mengurangi bengkak. Jika anak tidak sadar, segera bawa ke Rumah Sakit terdekat.

Selanjutnya: Awasi anak baik-baik dalam 24 jam berikutnya, bawa anak ke dokter jika ditemukan adanya perbedaan ukuran pupil mata, muntah, tidak mau makan, pusing/nyeri kepala.

 

2.          Luka potong atau robek

Pertolongan pertama: jika tidak ada perdarahan aktif/banyak, tekan luka dengan kasa/kain bersih. Perdarahan harusnya berhenti dalam 5-10 menit. Jika perdarahan banyak dan tidak berhenti segera hubungi dokter.

Selanjutnya: Jika ditemukan benda asing (misalnya potongan kaca), tidak apa-apa untuk mengangkatnya dengan pinset yang sudah disterilisasi dengan alkohol.  Bersihkan luka dengan air hangat, keringkan dan oleskan salep anti-biotik. Tutup luka dengan kasa steril, ganti kasa setiap hari untuk mencegah infeksi.

 

3.          Mimisan

Pertolongan pertama: jika anak muntah, tampak pucat atau berkeringat, segera Hubungi dokter. Anak diposisikan dalam keadaan duduk, kepala ditundukkan kedepan dan tekan hidung selama 5-10 menit. Jangan pernah membiarkan anak dalam posisi tidur saat sedang mimisan karena dapat menyebabkan darah masuk ke saluran napas. (Baca: Tindakan Awal Mengatasi Mimisan)

Selanjutnya: Jika perdarahan belum berhenti, ulangi cara di atas selama 10 menit. Jika perdarahan tidak berhenti juga, bawa anak ke dokter.

4.          Luka bakar

Pertolongan pertama: siram luka bakar dengan air mengalir selama 10-20 menit, keringkan. Jangan pernah mengoleskan odol, kopi, kecap, antiseptik, mentega, atau apa pun pada luka bakar, hal tersebut hanya akan memperparah luka dan menyebabkan infeksi. (Baca: Luka Bakar Jangan Disiram Kecap!)

Selanjutnya: tutup luka dengan kasa steril. Jika luka bakar luas, muncul lepuh dan kemerahan segera bawa ke rumah sakit.

5.          Jari terjepit

Pertolongan pertama: jika tampak perubahan bentuk jari, kuku terlepas, atau ada darah di bawah kuku, segera hubungi dokter. Kompres jari dengan es untuk mengurangi bengkak. Jika keluar darah, bersihkan luka dengan air mengalir, tekan area yang berdarah, dan tutup luka dengan kasa. Jangan pernah mencoba meluruskan jari yang retak / bengkok, itu merupakan tugas dokter.

Selanjutnya: dalam 24-72 jam berikutnya, jika nyeri bertambah, bengkak, kemerahan, dan demam muncul segera hubungi dokter.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](DK)

 

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar