Sukses

Peran Suami

Ketika sang istri dalam kondisi hamil, sang suami haruslah memberikan semangat dan perhatian ekstra kepada istri. Dengan demikian, sang calon ibu mendapatkan dorongan semangat agar kuat secara mental dalam menghadapi segala hal di masa kehamilannya.
Klikdokter.com - Ketika sang istri dalam kondisi hamil, sang suami haruslah memberikan semangat dan perhatian ekstra kepada istri. Dengan demikian, sang calon ibu mendapatkan dorongan semangat agar kuat secara mental dalam menghadapi segala hal di masa kehamilannya.

Disinilah peran penting dari suami. Binalah hubungan dengan penuh kesabaran dan kebaikan. Timbulkan rasa simpati istri anda dengan memberikan yang terbaik. Dengarkan keluhannya, anda tidak perlu dan harus memberikan solusi setiap keluhannya.  Terkadang cukup menjadi pendengar yang baik justru sudah telah memberikan rasa kecukupan nyaman pada istri.

Bukalah pikiran dan wawasan anda seluas mungkin, biarkan istri menceritakan keluh kesahnya. Ajak mereka bertukar pikiran. Karena dengan adanya aktivitas berbagi pikiran, maka beban pikiran dari istri terbagi. Dimana hal ini dapat membantu meringankan beban pikiran sang istri serta dapat mengurangi kadar tekanan  depresi pada kondisi jiwa sang istri.

Saat hamil merupakan saat yang paling sensitif bagi seorang wanita. Sebisa mungkin suami menciptakan suasana yang mendukung perasaan istri. Buatlah dirinya nyaman, ajaklah melakukan aktifitas yang disukainya. Berkomunikasilah dengan nada bicara yang halus dan penuh positif. Ini akan membuat istri merasa nyaman, disamping juga semakin mempererat hubungan suami-istri.

Menemani istri ke dokter untuk pemeriksaan kehamilan juga merupakan momen yang tak kalah penting.  Dimana dalam aktifitas ini keterlibatan suami merupakan hal yang penting. Karena suami juga harus mendapatkan informasi yang sama mengenai kondisi terakhir istri. Dengan demikian pasangan akan lebih siap menghadapi kehamilan dan persalinan kelak. Dianjurkan sekali bagi para suami untuk membaca literatur atau artikel yang berhubungan dengan kehamilan.

Kebanyakan para suami menjadi bingung dan cemas akan perubahan situasi emosi istri terutama pada saat kehamilan triwulan pertama (0-3 bulan). Ditambah lagi masa kehamilan sang istri merupakan pengalaman kali pertama sang istri.

Berikanlah pengertian kepadanya, perubahan tersebut merupakan efek dari transformasi hormon yang terjadi di dalam pada tubuhnya. Namun kerisauan Anda jangan sampai diperlihatkan. Namun sebaliknya juga, jangan terlalu apatis (cuek). Seringkali hal tersebut memicu masalah salah paham karena miscommunication yang terjadi. Ketika maksud suami untuk menguatkan istri, namun istri mempersepsikan suami sebagai cuek, acuh tak acuh. 

Dalam hal perubahan fisik, kebanyakan calon ibu merasakan ia jadi makin gemuk dan bahkan ada yang mengalami krisis percaya diri.

Dukunglah kepercayaan diri sang istri. Karena jika dibiarkan dapat memicu depresi yang mempengaruhi kondisi janin. Suami harus memaklumi hal tersebut dan mau menambah pujian serta perhatian. Jangan berlebihan, katakan dengan tulus. Sehingga perasaan istri terjaga.

Dalam hal berhubungan seks, tidak ada sama sekali larangan wanita hamil melakukan hubungan intim. Namun sebaiknya suami haruslah memahami kondisi istri. Sesuaikan posisi hubungan intim dengan kondisi fisik istri.

Buatlah kondisi emosi istri selalu dalam emosi positif. Istri mungkin menjadi lebih sensitif pada kala masa hamil. Jangan memperbesar suatu masalah, hindari masalah-masalah kecil. Berikan empati kepada keprihatinan istri.

Melakukan hal sepele seperti menggantikan tugas istri mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan lain sebagainya akan dapat memberikan perasaan empati kepada istri. Dimana perasaan empati ini dapat memberikan kondisi emosi positif kepada istri.
 
Namun, yang terutama tugas sebagai suami ialah anda harus pintar-pintar berbijaksana dalam mengelola emosi anda sendiri. Jangan lupakan, yang terpenting ialah berusaha untuk melindungi istri anda dan juga bayi Anda dari pengaruh buruk akibat stres yang ada.

Bagi Anda ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](DA)

Baca Juga

 

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar