Sukses

9 Mitos vs Fakta Perawatan Gigi Ibu Hamil

Kehamilan senantiasa diikuti oleh berbagai macam perubahan pada tubuh, tidak terkecuali pada rongga mulut. Simak lebih jauh fakta & mitos perawatan gigi dan mulut untuk ibu hamil berikut ini...

Oleh: drg. Arni Maharani

KLIKDOKTER.com – Kehamilan senantiasa diikuti oleh berbagai macam perubahan pada tubuh, tidak terkecuali pada rongga mulut. Simak lebih jauh fakta & mitos perawatan gigi dan mulut untuk ibu hamil berikut ini:

1. Mitos: Perawatan gigi harus menunggu selesai masa kehamilan

Fakta: Perawatan serta tindakan medis yang meliputi kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil bukan saja aman tetapi harus dilakukan karena gangguan yang terjadi di sekitarnya berdampak pada kesehatan ibu serta perkembangan janin. Meski demikian semua jenis tindakan medis gigi yang tidak mendesak lebih baik ditunda sampai pada trimester 2 atau waktu sesudah melahirkan. Segala tindakan medis kesehatan gigi diprioritaskan hanya yang darurat.

2. Mitos: Aman memasang kawat gigi selama kehamilan.

Fakta: Tindakan medis dental estetik seperti bleaching serta pemasangan behel lebih baik ditunda.

3. Mitos: Dokter gigi tidak perlu tahu masalah kesehatan Anda lainnya.

Fakta: Beritahukan kepada dokter gigi bahwa anda sedang hamil, karena ini akan menjadi bahan pertimbangan dokter gigi dalam mengambil tindakan. Beritahukan semua jenis serta dosis obat dan vitamin yang sedang dikonsumsi  kepada dokter gigi.

4. Mitos: Penambalan, perawatan saluran akar dan pencabutan  dapat dilakukan guna mencegah infeksi.

Fakta: Waktu perawatan yang terbaik adalah pada trimester kedua. Tindakan medis gigi pada trimester 1 dan 3 sebisa mungkin dihidari, karena ini merupakan masa yang rentan. Namun jika tindakan tersebut bersifat emergency, hal tersebut dapat dilakukan atas sepengetahuan dokter kandungan pasien yang bersangkutan. Untuk kelanjutan perawatan, dapat dilanjutkan pada masa yang aman.

5. Mitos: Tidak aman pembiusan lokal selama kehamilan.

Fakta: Anastesi lokal sebagai penunjang dalam pemeriksaan dan tindakan medis aman dilakukan terhadap ibu hamil.

6. Mitos: Aman untuk melakukan pemeriksaan x-ray.

Fakta: Sebaiknya dihindari, namun apabila merupakan suatu keharusan maka dapat dilakukan dengan proteksi yang maksimal. 7. Mitos: Aman berkumur dengan produk obat kumur manapun. Fakta: Gunakanlah obat kumur yang tidak mengandung alkohol. Berkumur setiap habis muntah supaya dapat menetralisir asam yang dapat merusak permukaan gigi, dapat dilakukan dengan air putih atau obat kumur.

8. Mitos: Ibu hamil cukup hindari asupan kopi, alkohol dan narkoba.

Fakta: Salah. Ibu hamil juga perlu membatasi makanan camilan yang mengandung gula, dimana makanan jenis ini dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri perusak gigi. Konsumsi makanan bergizi dan yang mengandung mineral guna memberikan nutrisi terhadap perkembangan gigi dan tulang janin.

Hal terpenting adalah bagi ibu hamil adalah pastikan Anda menggunakan pasta gigi yang cocok untuk kondisi gusi ibu hamil yang acapkali mudah berdarah. Pastikan pasta gigi yang Anda pilih memiliki kandungan Zinc Citrate yang dapat menjaga kesehatan gusi dengan cara memperkuat gusi dan menurunkan kemungkinan gusi terkena gigi sensitive di masa mendatang.

Dalam kondisi hamil pun Anda tetap harus kontrol ke dokter gigi dan jangan tunggu sampai ada keluhan.  Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Ask The Dentist di sini.[](ADV/AM)

0 Komentar

Belum ada komentar