Sukses

Dalam Perjalanan

Melakukan perjalanan dengan waktu yang cukup lama bagi penyandang diabetes dapat mengubah pola makan obat atau penyuntikan insulin. Bahkan keadaan ini akan memperbesar potensi hipoglikemia.

Melakukan perjalanan dengan waktu yang cukup lama bagi penyandang diabetes dapat mengubah pola makan obat atau penyuntikan insulin. Bahkan keadaan ini akan memperbesar potensi hipoglikemia.

Namun bukan berarti para penyandang diabetes tidak dapat bepergian kemanapun. Hanya cukup memerlukan sedikit perencanaan untuk pengendalian diabetesnya. Bagaimana mempersiapkan perjalanan tergantung dari tujuan dan berapa lama perjalanan anda.

Persiapan

Langkah awal yang paling bijak sebelum melakukan perjalanan jauh ialah memeriksa dahulu kondisi tubuh kepada dokter untuk memastikan bahwa tubuh cukup sehat untuk mendukung perjalanan.

Berikut beberapa langkah persiapan yang perlu diperhatikan :

  • Lakukan vaksinasi bila perlu
  • Minta surat keterangan kesehatan dari dokter yang mencantumkan:

    1. Status kesehatan
    2. Obat-obatan yang digunakan
    3. Peralatan yang digunakan seperti alat periksa glukosa darah, jarum suntik
    4. Keterangan alergi obat. (jika ada)
      Hal ini jelas diperlukan untuk memudahkan proses pemeriksaan para pihak yang berwenang guna menjelaskan kompetensi keperluan membawa peralatan suntik dan obat-obatan dalam jumlah banyak. Demikian juga untuk mengantisipasi bila sakit dalam perjalanan. 
  • Mintalah resep dokter untuk obat-obatan yang biasa dipakai.
Beberapa perlengkapan yang penting untuk dibawa:
  1. Bawalah obat atau insulin sebanyak dua kali lipat dari yang biasanya diperlukan.
  2. Alat suntik
  3. Glucose meter (alat pemeriksa glukosa darah)
  4. Glucose Kits
  5. Tablet glukosa atau gel
  6. Makanan
  7. Bawalah kartu asuransi kesehatan (jika ada).
Dress Code:
Penyandang diabetes beresiko tinggi untuk mengalami gangguan kulit dan kaki. Keringat akan mengganggu kebersihan kulit. Maka dianjurkan untuk menggunakan pakaian yang lebih ringan dan menyerap keringat lebih mudah.

Guna mencegah lecet pada kaki, hindari memakai sepatu baru yang masih kaku dalam perjalanan. Bawalah sepatu yang paling nyaman digunakan.

Selama Perjalanan

Makan dan Minum
Selama perjalanan usahakan pola dan jadwal makan dan minum sesuai kebiasaan di rumah. Jika terjadi keterlambatan dalam perjalanan, makanlah makanan yang dibawa dari rumah. Jangan tunggu sampai jadwal makan berikutnya tiba. Perhatikan komposisi makanan yang dikonsumsi. Makanan dapat berupa crackers/ biskuit, keju, jus atau makanan pengganti lainnya.

Perjalanan panjang dalam cuacu yang panas atau menggunakan AC akan membuat seseorang merasa kehausan. Minuman yang paling tepat untuk mengatasi hal ini adalah air mineral . Hati-hati meminum minuman dalam kaleng karena biasanya jenis minuman ini banyak mengandung gula yang akan meningkatkan kadar glukosa darah dengan cepat.

Gangguan Kesehatan
Perubahan pola rutinitas dan kelelahan selama perjalanan dapat menurunkan kondisi kesehatan. Penyakit yang dapat timbul selama melakukan perjalanan pada penyandang diabetes adalah penyakit yang berhubungan dengan diabetesnya dan penyakit lain yang juga sering dialami kebanyakan orang selama melakukan perjalanan.

Penyakit yang sering timbul yang terkait dengan diabetes misalnya: diare, mabuk darat atau mabuk laut, dan kecelakaan kecil.

Mabuk perjalanan dapat diatasi dengan cara meminum obat anti mabuk sebelum melakukan perjalanan.

Kecelakaan kecil yan gterjadi selama perjalanan dapat berakibat serius pada diabetesein. Jika terjadi kecelakaan kecil seperti terjepit pintu atau terjatuh, segera cuci luka dengan air bersih dan usapkan dengan alkohol 70%.

Jika terdapat luka yang serius, segera tutup dengan kasa steril dan segera periksakan ke dokter begitu sampai ke tujuan.

Kesehatan Kaki
Duduk dalam waktu yang lama akan menghambat sirkulasi ke daerah kaki. Oleh karena itu perlu disediakan waktu untuk memperlancarsirkulasi di daerah kaki dengan cara: menggerakkan persendian di daerah kaki dan meluruskan lutut, atau hentikan kendaraan dan berjalan-jalan kecil mengitari kendaraan. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan setiap 2 jam.

Keselamatan kaki perlu diperhatikan dengan tidak duduk berdekatan dengan mesin mobil (jika menggunakan kendaran dengan mesin didalam). Radiasi dari panas mesin mungkin tidak akan dirasakan penyandang diabetes yang mengalami neuropati.[]


Baca juga:

 

0 Komentar

Belum ada komentar