HomePsikologiKesehatan MentalSedih Setelah Nonton Konser? Bisa Jadi Kamu Alami Post Concert Depression
Kesehatan Mental

Sedih Setelah Nonton Konser? Bisa Jadi Kamu Alami Post Concert Depression

Siti Putri Nurmayani, 17 Mar 2023

Ditinjau Oleh Iswan Saputro, M.Psi., Psikolog

Icon ShareBagikan
Icon Like

Post Concert Depression (PCD) sering dialami setelah nonton konser. Yuk, ketahui penyebab dan gejala PCD di sini.

Sedih Setelah Nonton Konser? Bisa Jadi Kamu Alami Post Concert Depression

Menyaksikan idola menyanyi di atas panggung secara langsung memang bisa meningkatkan hormon dopamin, sehingga kamu akan merasa sangat senang. Namun seringkali, perasaan ini secara perlahan akan menghilang dan digantikan dengan rasa sedih setelah nonton konser. 

Kondisi tersebut sering ditandai sebagai Post-Concert Depression (PCD). Meski bukan diagnosis resmi, depresi pascakonser ini bisa dialami secara nyata bagi penonton konser. 

Menurut Iswan Saputro, M.Psi., Psikolog, PCD merupakan fenomena psikologis di mana seseorang merasa tidak bersemangat dalam menjalani hari-hari setelah menonton konser yang ditunggu-tunggu. Kemudian ia merasa sedih dan kosong.

“Ini merupakan kondisi adaptasi dari fase sangat excited, kemudian harus kembali menjalani hari-hari seperti biasanya dan diikuti dengan belum ada tujuan yang membuat kita kembali bersemangat,” jelasnya.  

Lalu, bagaimana gejala dari post concert depression? Yuk, ketahui penyebab dan tanda-tandanya dengan membaca artikel berikut ini. 

Gejala Post Concert Depression

Rasa senang dan penuh energi yang dialami seseorang ketika menantikan konser idolanya bisa membantu hidupnya lebih termotivasi, senang, dan bahagia. 

Apalagi, selama ini ia sudah menyiapkan segala sesuatunya, seperti pakaian baru, akomodasi hotel, atau rencana perjalanan untuk bertemu dengan idolanya. 

Namun ketika depresi pascakonser melanda, hal ini bisa membuatnya merasa sedih. Berikut sejumlah gejala post-concert depression yang dapat dialami: 

1. Merenung

PCD bisa ditandai dengan perenungan, di mana kamu akan merasa seperti tidak memiliki tujuan hidup setelah nonton konser. Hal ini membuatmu merasa bahwa hidup tidak ada artinya lagi

2. Melankonis

Kamu mengalami banyak perasaan dan emosi, tetapi yang paling dominan adalah kesedihan dan kesepian. Bahkan, depresi pascakonser bisa membuatmu merasa sangat sedih dan putus asa karena konser telah berlangsung. 

3. Terjebak dalam Konser

Meski telah kembali beraktivitas seperti biasa, pikiranmu tetap terjebak di masa lalu. Kamu secara terus-menerus akan mengingat kembali kenangan selama nonton konser. 

Tak jarang, kondisi post concert depression juga disertai dengan  melihat foto dan video selama konser secara terus-menerus. Hal ini mungkin akan membuatmu tidak bisa fokus terhadap apa pun karena masih terjebak dalam suasana konser. 

4. Tidak Berdaya

Gejala post-concert depression membuatmu merasa ingin kembali ke konser tetapi kamu tersadar bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi. Hal ini menjadikanmu merasa tidak berdaya karena tidak bisa kembali menonton konser idola yang telah selesai. 

5. Khawatir 

Kamu mungkin akan merasa khawatir karena sesuatu yang menyenangkan tidak akan terjadi lagi di hidupmu. Hal ini menjadikanmu terus-menerus merasa takut tidak akan mengalami hal seperti ini lagi. 

6. Sedih

Setelah konser selesai, pasti kamu merasa sedih dan kehilangan sesuatu yang begitu istimewa, sehingga tidak ada yang bisa menggantikannya. 

Penyebab Post Concert Depression

Gejala dari post concert depression tersebut memang nyata dan bisa dialami pada siapa pun, termasuk kamu. Perasaan ini bisa muncul karena kamu merindukan pengalaman selama konser berlangsung.

Dikutip dari Choosing Therapy, post concert depression merupakan jenis depresi yang terjadi yang dialami seseorang setelah nonton konser. 

Penyebab terjadinya PCD di antaranya:

1. Terpenuhinya Ekspektasi 

Disampaikan Psikolog Iswan, depresi pascakonser dapat disebabkan oleh ekspektasi yang sudah terpenuhi dengan menonton konser idolanya. 

“Tujuan hidup dan kegembiraan sudah terpenuhi ketika ia sudah melihat konser idolanya yang telah ditunggu-tunggu dan perjuangkan. Jadi ketika konsernya sudah selesai, seolah-olah tidak ada ekspektasi yang membuatnya senang untuk menjalani hari-hari, karena energinya sudah terfokus pada konser,” paparnya. 

2. Berakhirnya Masa Euforia

Penyebab lain terjadinya PCD adalah berlalunya masa-masa euforia, di mana kita merasa senang karena menanti tanggal konser, bertemu dengan idola, dan bernyanyi bersama. 

Momen euforia yang hilang dalam sekejap karena konser sudah berakhir bisa membuat penonton konser merasakan kekosongan secara mendadak.

Artikel Lainnya: Mengatasi Telinga Berdenging Setelah Nonton Konser

3. Belum Ada Tujuan Hidup Secara Jelas

Ketika mengalami post-concert depression, bisa jadi seseorang belum memiliki tujuan hidup yang jelas dan membuatnya bersemangat. 

Menurut Psikolog Iswan, seseorang yang mengalami PCD karena lebih banyak menghabiskan energi, waktu, pikiran, bahkan uang pada sesuatu yang bersifat perayaan, seperti nonton konser. 

Padahal, sebaiknya tetap harus memiliki tujuan dalam hidup, seperti ingin meraih atau mencapai sesuatu untuk tetap menjaga kegembiraan. 

Hal tersebut membuat PCD rentan dirasakan oleh orang-orang yang menggantungkan kebahagiaan atau kesenangannya pada hal-hal yang bersifat eksternal, salah satunya pada idola kesayangannya. 

“Sebenarnya tidak sepenuhnya salah, namun ketika kita menggantungkan kebahagiaan kepada idola, kondisi emosi yang dirasakan akan tergantung pada kehadiran idola yang diharapkan,” tutur Psikolog Iswan. 

4. Mengalami Kesendirian

PCD bisa dialami oleh orang-orang yang merasakan sendirian. Artinya, ketika konser ia merasakan euforia berkumpul bersama orang-orang yang memiliki kesamaan minat dan idola. Saat konser berakhir, ia jadi tidak memiliki komunitas yang sama. 

Kondisi ini bisa menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami fenomena PCD karena merasa kembali sendirian. 

Artikel Lainnya: Ini Dia Manfaat Nonton Konser untuk Kesehatan

Bila sulit untuk keluar dari PCD, jangan sungkan untuk meminta bantuan dari psikolog. Unduh aplikasi KlikDokter dan gunakan layanan Tanya Dokter untuk konsultasi langsung dengan psikolog. KlikDokter, solusi untuk #JagaSehatmu!

(NM)

Konsultasi Dokter Terkait