Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
HomePsikologiKesehatan Mental FOMO Berujung Tertipu Tiket Konser Coldplay?
Kesehatan Mental

FOMO Berujung Tertipu Tiket Konser Coldplay?

Christovel Ramot, 17 Nov 2023

Ditinjau oleh Iswan Saputro, M.Psi., Psikolog

Icon ShareBagikan
Icon Like

Yuk, cari tahu dari sisi psikologis tentang sudut pandang FOMO (Fear of Missing Out) dan dampak dari pengambilan keputusan yang dilandasi emosi

 FOMO Berujung Tertipu Tiket Konser Coldplay?

Konser musik penyanyi atau grup musik ternama menjadi daya tarik yang kuat bagi masyarakat. Aksi panggung yang menarik dan bisa bernyanyi bersama membuat banyak orang memperjuangkan dan antusias untuk bisa bertemu idolanya. Namun, kondisi psikologis para penggemar ini sering kali dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Tidak sedikit penggemar mengorbankan banyak hal untuk bertemu idolanya saat konser. Fenomena banyaknya kasus penipuan tiket konser musik Coldplay di Jakarta pada 15 November 2023 lalu menjadi contoh bahwa ada sisi lain dari antusiasme.

Bersama Psikolog Iswan Saputro dan tim konten dari KlikDokter melihat fenomena ini bisa dipahami secara psikologis, salah satunya dari sudut pandang FOMO (Fear of Missing Out) dan dampak dari pengambilan keputusan yang dilandasi emosi.

FOMO mempengaruhi keputusan membeli

FOMO adalah kondisi psikologis dimana seseorang merasakan takut yang berlebihan karena cemas akan tertinggal dari tren. Kondisi ini dapat memicu kecemasan yang berlebihan karena takut tidak mendapatkan kesenangan, mengalami hal yang baik, atau merasakan pengalaman yang sedang tren.

FOMO juga dipicu dari media sosial yang dengan cepat memberikan informasi terkini. Cepatnya arus informasi membuat seseorang yang FOMO merasakan urgensi untuk memiliki atau mengikuti tren, salah satunya membeli tiket konser penyanyi ternama.

Keputusan membeli yang didorong dari kondisi emosi yang tidak stabil menyebabkan rendahnya kontrol diri dan daya kritis. Hal ini menyebabkan seseorang yang FOMO ingin mendapatkan sesuatu dengan cepat melalui berbagai cara, baik secara resmi atau ilegal. Bahkan rela mengorbankan banyak hal untuk merasakan apa yang banyak orang lain rasakan.

Daya kritis yang melemah karena rasa cemas dan takut menyebabkan rentan dalam salah mengolah informasi yang diterima dan berisiko menjadi korban penipuan.

Ciri-ciri orang yang mudah FOMO 

Media sosial menjadi salah satu penyebab FOMO di masyarakat. Berikut ciri-ciri orang yang mudah FOMO:

1. Penggunaan media sosial berlebihan

Penggunaan media sosial yang berlebihan membuat seseorang lebih banyak melihat pencapaian, kebahagiaan, atau tren yang sedang diperbincangkan. FOMO terbentuk dari banyaknya informasi yang diterima sehingga merasa takut dan cemas jika tidak mengikuti perkembangan tren yang ada.

2. Memiliki hubungan sosial yang kurang baik

Untuk mendapatkan penerimaan dan pengakuan sosial, seseorang yang FOMO rela mengorbankan banyak hal untuk mengikuti tren. Hal ini bisa disebabkan dari kurang baiknya hubungan interpersonal dan kemampuan menempatkan diri dengan berbagai keadaan.

3. Rasa keberhargaan diri yang rendah

Berhasil mengikuti tren bagi beberapa orang dinilai sebagai pencapaian. Seseorang yang rendah diri (insecure) melihat peluang untuk mendapatkan pencapaian dan kebanggaan dengan mengikuti tren. Namun, jika tidak disadari dan dikendalikan akan menciptakan FOMO yang kuat.

4. Kesulitan mengendalikan emosi

FOMO sering dikaitkan dengan kontrol emosi yang lemah. Hal ini dikarenakan kondisi psikologis seseorang sangat ditentukan oleh faktor eksternal, yaitu tren yang ada. Jika tidak dilatih, kontrol emosi yang lemah dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Kasus Penipuan Tiket Konser Coldplay di Jakarta

Tidak bisa dipungkiri keberhasilan dapat menonton konser Coldplay di Jakarta menjadi buah bibir dalam obrolan sehari-hari. Sulitnya mendapatkan tiket dan penantian yang panjang untuk bisa menonton membuat banyak orang berlomba-lomba untuk bisa mengikuti tren dan mendapatkan tiket.

Konten media sosial berisi pengalaman konser Coldplay di negara lain membuat banyak orang juga ingin merasakan kesenangan yang sama. Fenomena membagikan perjuangan mendapatkan tiket konser pun sempat ramai di media sosial. Tidak heran konser Coldplay menciptakan kondisi FOMO yang luar biasa di Indonesia.

Berlomba mendapatkan tiket, ekspektasi kesenangan bisa menonton konser, dan dorongan mengikuti tren membuat seseorang mencari dan melakukan segala cara untuk bisa mendapatkan tiket konser Coldplay, baik secara legal maupun ilegal. Kondisi psikologis yang dirasakan penggemar ini bisa dimanfaatkan oleh oknum penipu untuk mendapatkan keuntungan.

FOMO yang dapat menurunkan daya kritis dan rendahnya kontrol emosi membuat seseorang rentan menjadi korban penipuan dan manipulasi dari orang yang tidak bertanggungjawab.

Mengatasi FOMO dengan JOMO

Media sosial menjadi penyebab yang kuat dari munculnya FOMO. Namun, faktanya kamu masih memiliki kendali penuh atas hidupmu saat ini. Kamu bisa melatih dan membiasakan JOMO (Joy of Missing Out) untuk mengatasi FOMO yang berisiko merugikan diri sendiri.

JOMO adalah tindakan seseorang untuk tidak mengikuti tren, terutama di media sosial atau sumber hiburan lainnya. Seseorang yang JOMO cenderung merasa puas dengan hidupnya saat ini dan lebih fokus pada hal-hal yang disenangi. JOMO membuat kamu merasa bebas dan tidak dihantui rasa cemas atau takut tertinggal tren.

JOMO dapat melatih kontrol emosi dan meningkatkan daya kritis dalam mengambil keputusan. Seseorang yang JOMO akan berhenti membandingkan diri dengan orang lain, lebih memperhatikan penggunaan waktu, dan berkata “tidak” untuk hal-hal yang tidak ingin kamu lakukan.

Mendapatkan kesenangan dari menonton konser bukan hal yang salah. Namun, kamu perlu menyadari darimana datangnya dorongan tersebut dan bagaimana cara untuk merealisasikannya. 

Jadi jangan lupa untuk terus #JagaSehatmu dan mentalmu dengan konsultasi ke psikolog dengan layanan Tanya Dokter dan booking psikolog di aplikasi KlikDokter!

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter