Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
HomePsikologiKesehatan Mental10 Cara Mengatasi Commuting Stress Biar Tak Kena ‘Mental’
Kesehatan Mental

10 Cara Mengatasi Commuting Stress Biar Tak Kena ‘Mental’

Christovel Ramot, 13 Nov 2023

Ditinjau oleh Iswan Saputro, M.Psi., Psikolog

Icon ShareBagikan
Icon Like

Ternyata berangkat bekerja dari rumah ke kantor bisa bikin stres. Kondisi ini dikenal sebagai commuting stres. Kenali lebih dalam commuting stress di sini.

10 Cara Mengatasi Commuting Stress Biar Tak Kena ‘Mental’

Jagat maya pernah diramaikan dengan tiga kejadian yang viral tentang penumpang commuter line. Pertama, mengenai seorang penumpang pria yang tidak terima ditegur penumpang lain yang hendak turun kereta karena penumpang pria tersebut buru-buru naik dan akhirnya bersenggolan dengan penumpang lainnya.

Kedua, tentang seorang ibu yang kurang berkenan terhadap posisi duduk penumpang perempuan yang berada di depannya.

Dan yang ketiga, paling mengenaskan, tentang ibu hamil yang histeris berteriak tidak terima saat mengetahui dirinya dijadikan obyek, direkam oleh penumpang perempuan lain. Ketiga kejadian tersebut, bisa dan erat kaitannya dengan commuting stress.

Stres dalam perjalanan menjadi salah satu pemicu seseorang mudah tersulut emosinya dalam transportasi umum yang biasa dikenal dengan commuting stress.

Dalam artikel ini, bersama Psikolog Iswan Saputro dan tim kontent KlikDokter, kami akan memaparkan tentang fenomena commuting stress, dan kaitannya dengan kemampuan mengelola emosi, asupan gizi, olahraga, serta kesempatan istirahat yang cukup.

Dan tidak lupa, kami juga memberikan 10 cara efektif untuk mengatasi commuting stress itu sendiri.

Mengenal Istilah Commuting Stress

Commuting stress adalah jenis stres yang timbul akibat proses perjalanan menuju dan dari tempat kerja. 

Ini terjadi ketika seseorang harus menghadapi berbagai tantangan seperti lalu lintas padat, transportasi umum yang penuh sesak, polusi selama perjalanan, atau perjalanan yang memakan waktu lama.

Tidak hanya kondisi kemacetan secara umum, faktor lain seperti kebisingan suara, suhu ruang yang tinggi, desain lingkungan yang tidak mempertimbangkan keindahan dan ketenangan, pengaturan cahaya terlalu gelap atau terang, belum efektifnya penggunaan kendaraan umum, dan kualitas transportasi turut ambil bagian dalam menyebabkan commuting stress.

Kaitan Commuting Stress dengan Aspek Lainnya

commuting stress

Commuting stress tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan kualitas hidup secara keseluruhan.

1. Kesehatan Emosional

Commuting stress dapat memicu reaksi emosional yang kuat ketika tidak bisa diatasi. 

Commuting stress memiliki kaitan yang erat dengan kesehatan emosional. Ketika seseorang menghabiskan waktu yang panjang dalam perjalanan yang melelahkan, tekanan psikologisnya bisa meningkat.

Hal ini bisa mengarah pada peningkatan tingkat stres, kecemasan, dan bahkan depresi. Kondisi ini biasanya terkait dengan berbagai masalah emosional seperti kehilangan motivasi, perasaan frustrasi, dan kelelahan mental.

2. Asupan Gizi

Stres akibat commuting sering kali memengaruhi pola makan seseorang. Orang cenderung mengonsumsi makanan cepat saji atau camilan tidak sehat ketika mereka merasa stres.

Ini dapat mengakibatkan peningkatan berat badan, penurunan energi, dan masalah kesehatan lainnya. Asupan gizi yang buruk juga dapat memengaruhi kesehatan mental, karena otak memerlukan nutrisi yang baik untuk berfungsi secara optimal.

3. Olahraga 

Commuting yang panjang dan melelahkan seringkali berarti kurangnya waktu untuk berolahraga. Ketika seseorang kelelahan setelah bekerja, kemungkinan besar mereka tidak akan memiliki energi atau motivasi untuk berolahraga.

Ini dapat menyebabkan penurunan aktivitas fisik, yang pada gilirannya dapat mengarah pada masalah kesehatan fisik baru seperti obesitas, diabetes, bahkan penyakit jantung.

4. Istirahat Cukup dan Berkualitas

Kualitas tidur seseorang juga dapat terpengaruh oleh commuting stress. Jika perjalanan pulang-pergi memakan waktu lama, waktu tidur bisa berkurang. Kurang tidur dapat mengakibatkan kelelahan berlebih, penurunan konsentrasi, dan masalah tidur kronis seperti insomnia. Ini akan mengganggu kesehatan mental dan membuat seseorang merasa stres dan tidak bertenaga sepanjang hari.

Artikel Lainnya: 9 Efek Stres pada Kesehatan yang Harus Diwaspadai

Cara Menghadapi Commuting Stress

Walau sulit menghindari commuting stress, setidaknya 10 cara di bawah ini bisa kamu lakukan untuk menghadapi commuting stress.

1. Rencanakan dengan Baik

Salah satu cara terbaik untuk mengatasi commuting stress adalah dengan merencanakan perjalanan dengan cermat. Coba cari tahu waktu terbaik untuk berangkat agar dapat menghindari kemacetan lalu lintas atau keramaian di transportasi umum. Pertimbangkan juga alternatif seperti carpooling atau berbagi perjalanan dengan rekan kerja.

2. Manfaatkan Waktu Perjalanan

Jangan sia-siakan waktu perjalanan! Gunakan waktu ini untuk aktivitas yang positif. Kamu bisa mendengarkan musik, audiobook, atau podcast favoritmu. Waktu perjalanan bisa menjadi waktu untuk kamu membuat rencana akhir pekan atau rencana lain yang ingin dilakukan dalam waktu dekat.

3. Tetap Aktif

Agar tetap sehat secara fisik dan mental, cobalah untuk tetap aktif selama perjalanan atau di luar jam kerja. Jika memungkinkan, cobalah berjalan kaki atau bersepeda ke tempat kerja. Jika tidak, kamu bisa mencoba berdiri atau berjalan sejenak saat ada kesempatan, misalnya saat berhenti di stasiun atau saat istirahat.

4. Penuhi Asupan Gizi

Jangan biarkan commuting stress mempengaruhi pola makan. Bawa bekal makanan sehat dari rumah atau cari restoran atau toko makanan yang menawarkan pilihan makanan sehat. Hindari camilan tidak sehat yang cenderung tersedia di sekitar tempat kerja.

Artikel Lainnya: Benarkah Temperatur Ruangan Kantor Memengaruhi Kinerja Karyawan?

5. Atur Waktu Istirahat

Pastikan kamu memiliki waktu istirahat yang cukup. Jika perjalanan kamu sangat panjang, pertimbangkan untuk tidur lebih awal di malam sebelumnya atau mencari waktu untuk tidur siang selama istirahat makan siang. Power nap saat di kantor juga bisa kamu lakukan saat ada waktu luang.

6. Jaringan Sosial

Bicarakan pengalaman kamu dengan orang lain yang juga mengalami commuting stress. Teman atau kolega mungkin memiliki tips atau strategi yang berguna. Kamu juga dapat mencari dukungan sosial melalui komunitas online atau grup dukungan yang fokus pada commuting stress.

7. Telecommuting

Jika pekerjaan kamu memungkinkan, pertimbangkan untuk bekerja dari rumah atau mengadopsi jadwal kerja yang lebih fleksibel. Bekerja dari rumah dapat meminimalisir keperluan untuk commuting sehari-hari, yang tentunya dapat mengurangi tingkat stres.

8. Kelola Stres

Penting untuk memiliki cara-cara efektif dalam mengelola stres. Cobalah teknik seperti meditasi, yoga, atau latihan pernapasan dalam untuk merilekskan tubuh dan pikiran. Jika stres masih sulit dikendalikan, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari seorang konselor atau psikolog, ya.

Artikel Lainnya: Tidur Siang Singkat, Efektifkah Meningkatkan Produktivitas di Kantor?

9. Prioritaskan Kesehatan Mental

Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika kamu merasa kesulitan mengatasi commuting stress. 

Terapis atau konselor dapat membantu kamu mengembangkan strategi koping yang efektif dan memberikan dukungan yang kamu butuhkan.

10. Pertimbangkan Pindah Lokasi

Jika commuting stress menjadi terlalu berat dan berkepanjangan, pertimbangkan untuk pindah ke lokasi yang lebih dekat dengan tempat kerja.

Meskipun ini mungkin bukan pilihan yang mudah atau cepat, ini bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi stres akibat perjalanan.

Dalam menghadapi commuting stress, penting untuk diingat bahwa setiap orang berbeda, dan apa yang mungkin efektif bagi satu orang belum tentu cocok untuk orang lain. Cobalah beberapa dari tips di atas dan cari tahu mana yang paling efektif untuk dilakukan. Yang paling penting adalah tidak mengabaikan kesehatan mental, ya.

Commuting stress dapat berdampak negatif pada kesehatan mental kamu, tetapi dengan perencanaan dan strategi yang tepat, kamu dapat menghadapinya dengan lebih baik dan menjaga kesehatan mental yang lebih optimal.

Jika kamu mengalami stress dan perlu konsultasi dengan dokter. Kamu bisa chat dengan dokter spesialis psikolog atau bisa booking psikolog melalui aplikasi Klikdokter, ya.

#JagaSehatmu

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter