Kesehatan Mental

Cara Pulihkan Psikis Penderita Kelumpuhan Akibat Cedera

Aditya Prasanda, 13 Des 2021

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Tidak hanya menyebabkan kelumpuhan, spinal cord injury juga memicu masalah psikis. Ini cara mengatasi gangguan psikologis akibat cedera tulang belakang tersebut.

Cara Pulihkan Psikis Penderita Kelumpuhan Akibat Cedera

Selebgram Edelenyi Laura Anna mengalami lumpuh pada sebagian tubuhnya akibat kecelakaan yang dialaminya bersama sang mantan kekasih, Gaga Muhammad. Pengalaman traumatis yang terjadi pada 8 Desember 2019 tersebut sangat berdampak pada kondisi psikis Laura.

Pasalnya, Laura mengalami kelumpuhan akibat spinal cord injury (SCI) atau cedera saraf tulang belakang. 

Saraf tulang belakang merupakan saraf terusan yang membentang dari otak hingga tulang ekor. Saraf ini berperan penting mengirimkan sinyal dari otak ke seluruh tubuh, maupun sebaliknya.

Ketika saraf tulang belakang cedera, penderitanya dapat kehilangan kemampuan gerak dan merasakan sesuatu. Tidak hanya itu, spinal cord injury juga memengaruhi kondisi kesehatan mental pasien.

1 dari 1

Memulihkan Kondisi Psikis Akibat Kelumpuhan

Berdasarkan Spinal Cord, cedera saraf tulang belakang melipatgandakan gangguan psikologis pasien. 

Sebanyak 48,5 persen penderita spinal cord injury mengalami depresi. Sementara 37 persen lainnya mengalami gangguan kecemasan. Tidak hanya itu, SCI juga menyebabkan 8,4 persen pasien mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD).

Dampak gangguan kesehatan mental bisa menyebabkan perburukan cedera saraf tulang belakang. Hal ini karena masalah psikologis yang membuat pasien enggan menjalani perawatan dari dokter.

Masalah mental juga membuat hubungan sosial penderita spinal cord injury terganggu. Terlebih, kelumpuhan akibat cedera saraf tulang belakang dapat membuat penderitanya kesulitan menghargai diri sendiri maupun orang sekitar.

Artikel Lainnya: 5 Cara Penanganan Patah Tulang pada Korban Kecelakaan Motor

Untuk itu, pasien maupun keluarga perlu memahami lebih jauh cara memulihkan kondisi psikis penderita kelumpuhan akibat spinal cord injury, di antaranya:

1. Beradaptasi dengan Kondisi Fisik 

Tidak mudah beradaptasi dengan fisik yang lumpuh. Kondisi ini dapat menyebabkan penderita spinal cord injury mengalami perasaan tidak leluasa dalam beraktivitas. 

Mereka juga mungkin mengembangkan kecemasan soal harga diri maupun kemampuan dasarnya sebagai manusia. Hal ini berkaitan dengan masa depan, pekerjaan, maupun relasi sosial.

Dampaknya, penderita kelumpuhan dapat mengalami fluktuasi emosi yang berujung pada gangguan psikologis. Mereka jadi sulit menghargai diri sendiri maupun orang lain.

Untuk mengatasi persoalan ini, penderita kelumpuhan bisa secara perlahan mempelajari segala hal terkait kondisi yang dialaminya. Salah satunya dengan fokus mengembangkan diri di tengah keterbatasan akibat kelumpuhan.

Caranya bisa dimulai dengan melakukan aktivitas harian secara mandiri. Perlahan, penderita kelumpuhan dapat belajar melakukan aktivitas harian seperti menyiapkan makanan, menyiram tanaman, mandi maupun jenis aktivitas lainnya.

Cara ini membantu penderita kelumpuhan beradaptasi dengan kondisi fisiknya. Dengan menghargai kondisi fisik terkini, penderita spinal cord injury dapat membangun kembali rasa percaya diri, serta meningkatkan semangat untuk menjalani keseharian, maupun menghadapi masa depan.

Cara yang satu ini memang tidak semudah yang dibayangkan. Karena adaptasi dengan kelumpuhan pada dasarnya merupakan proses belajar seumur hidup.

2. Dukungan dari Orang Terdekat

Dukungan dari orang terdekat seperti keluarga maupun teman merupakan salah satu aspek terpenting dalam proses pemulihan kondisi psikis penderita cedera saraf tulang belakang.

Hal ini membantu pasien menghargai keberadaannya, serta meminimalkan perasaan tidak mampu dan terkucilkan karena kemampuan fisiknya yang berbeda.

Artikel Lainnya: Anak Lumpuh karena Kecelakaan, Haruskah Dimasukkan ke Sekolah Khusus?

Disampaikan Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, salah satu bentuknya dapat berupa dukungan emosional. 

Bentuk support ini disampaikan dengan memberikan pengertian dan dorongan semangat pada penderita kelumpuhan bahwa kondisi yang dialaminya merupakan sebuah tantangan.

“Kita bisa jadi pendengar atas keluhan yang dia rasakan. Tujuannya supaya dia merasa orang sekitarnya memang memperhatikan dan care dengannya. Sehingga ia merasa nyaman dan dukungan emosionalnya terpenuhi,” Ikhsan menambahkan.

Selain itu, bentuk dukungan lainnya, menurut Ikhsan dapat berupa penghargaan positif kepada penderita lumpuh. 

Dukungan ini dapat membuat pasien cedera saraf tulang belakang merasa berharga karena diingatkan kembali bahwa ada banyak hal positif yang telah dilakukannya.

Lainnya, bentuk dukungan moril juga bisa berupa tidak menjanjikan penderita spinal cord injury kesembuhan maupun kondisi pulih seutuhnya.

“Karena khawatir akan jadi harapan semu yang buat si individu menjadi tidak percaya dengan orang sekitarnya,” jelas Ikhsan.

3. Melakukan Aktivitas yang Disenangi

Penderita kelumpuhan dapat melakukan kembali aktivitas yang disenangi. Cara ini tidak hanya membantu meningkatkan rasa percaya diri, namun juga kepercayaan pasien terhadap orang lain.

Terlebih, jika minat yang disenangi melibatkan banyak orang, seperti olahraga basket. Aktivitas ini dapat dilakukan pasien spinal cord injury menggunakan kursi roda.

Selain itu, aktivitas apapun yang disenangi penting dilakukan. Hal ini untuk meningkatkan suasana hati dan meminimalkan efek negatif gangguan psikologis akibat cedera saraf tulang belakang.

Artikel Lainnya: Lumpuh Akibat Stroke, Bolehkah Dipijat?

4. Berkomunitas dengan Penyintas Kelumpuhan 

Dukungan dapat diperoleh dari mana pun, termasuk dari sesama penyintas kelumpuhan. Pasien spinal cord injury dapat mengikuti klub atau komunitas penyandang kondisi serupa.

Penderita kelumpuhan dapat saling berbagi tips dan pengalaman untuk menyiasati keterbatasan maupun bangkit dari keterpurukan. Hal ini bisa membangun semangat dan rasa percaya diri pasien spinal cord injury

Yang terpenting, penyintas kelumpuhan jadi merasa tidak sendirian serta memiliki alasan lebih untuk melanjutkan hidup.

5. Melakukan Hobi Baru

Guna merangsang keinginan untuk terus melanjutkan hidup, penderita kelumpuhan dapat melakukan aktivitas atau hobi baru. 

Menjalani aktivitas yang belum pernah dilakukan, mendorong pasien cedera tulang belakang untuk terus belajar, mengasah kemampuan, dan semangat  mengembangkan diri.

6. Psikoterapi

Terakhir, tidak ada salahnya penderita kelumpuhan menjalani sesi psikoterapi dengan profesional. Metode ini membantu pasien mengatasi masalah psikis akibat spinal cord injury. 

Dengan menjalani psikoterapi, pasien dapat meningkatkan kemampuan mengendalikan diri dan merespons situasi psikologis yang sulit.

Itu dia, sederet cara memulihkan kondisi psikis penderita kelumpuhan akibat spinal cord injury. 

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar info kesehatan mental lainnya, konsultasi ke psikolog via Live Chat.

(OVI/JKT)

Referensi:

Spinal Cord. Diakses 2021. Mental Health Care After SCI.

Mayo Clinic. Diakses 2021. Spinal Cord Injury.

UPMC Life Changing Medicine. Diakses 2021. Psychosocial Issues of Spinal Cord Injury.

lumpuh
Cedera Saraf Tulang Belakang