Saat orang terdekat mengalami depresi, Anda mungkin tak segan membantunya untuk melewati kondisi tersebut. Meski demikian, bukan berarti Anda dapat bertindak tanpa memperhatikan batasan.
Salah satu hal penting dalam menghadapi orang depresi adalah menerapkan batasan diri alias boundaries. Hal ini bertujuan agar Anda tidak ikut-ikutan mengalami kondisi serupa dengan orang yang dirawat, dalam hal ini penderita depresi.
Lantas, seperti apa batasan-batasan yang dimaksud? Berikut ini penjelasannya untuk Anda:
Artikel Lainnya: Cara Tepat Menghadapi Orang yang Mencoba Bunuh Diri
1. Rencanakan Perawatan
:format(webp)/article/z2KEn7h9k-JxoU7Nr0b-U/original/096725500_1640762102-Rencanakan-Perawatan-orang-Depresi.jpg?w=3840&q=75)
Dukungan sosial memang penting bagi penderita depresi. Namun, hal ini masih belum cukup untuk mengobati depresi hingga tuntas.
Cara terbaik mengatasi depresi hingga ke akar-akarnya adalah dengan meminta bantuan tenaga profesional, seperti psikolog atau psikiater.
Dengan mengajak orang yang mengalami depresi berobat ke tenaga profesional, ia bisa mendapatkan penanganan yang paling tepat, baik dengan obat-obatan, terapi, atau kombinasi keduanya.
Di saat yang sama, Anda perlu menjelaskan mengapa perawatan profesional sangat diperlukan untuk mengatasi depresi.
Selanjutnya, bujuk pula mereka untuk mengikuti setiap saran yang dianjurkan oleh tenaga profesional. Dengan demikian, pengobatan bisa berlangsung optimal.
2. Bersikap Tegas saat Dikasari
Saat orang yang dirawat bersikap kasar, beritahukan padanya jika Anda tidak menyukai tindakan tersebut. Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi, Psikolog, Anda juga mesti menyampaikan secara perlahan mengapa tindakan tersebut mesti dihentikan.
“Bisa dikomunikasikan dengan baik saat kondisinya lebih stabil, misalnya setelah minum obat dari psikiater atau seusai mendapat treatment dari psikolog,” kata Ikhsan.
Artikel Lainnya: Cara Melatih Resiliensi Agar Kondisi Mental Lebih Stabil
Ikhsan menambahkan, untuk berkomunikasi dengan orang depresi, Anda mesti bernada lembut. Anda tak boleh memberi kesan menyerang atau menyalahkannya.
Jika merasa keselamatan Anda dalam bahaya karena tindakannya tersebut, Anda tak perlu sungkan untuk minta bantuan orang terdekat. Jika perlu Anda pun bisa melaporkannya kepada petugas keamanan setempat.
3. Mulai Kebiasaan Sehat
Ajak orang yang dirawat untuk menyalurkan energinya ke perilaku konstruktif, seperti berolahraga. Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dapat menurunkan risiko depresi dan membantu pemulihan.
Asupan makanan sehat dan bergizi seimbang juga penting untuk dikonsumsi secara teratur. Anda pun bisa memberikan makanan yang mengandung vitamin D dan omega-3 kepada penderita depresi.
Sebuah studi dari Acta Paediatr menyatakan, penderita depresi memiliki tingkat vitamin D yang rendah. Dengan memberikannya asupan vitamin D yang memadai, gejala depresi bisa ikut berkurang.
Sementara itu, omega-3 diyakini dapat menurunkan potensi kekambuhan gejala depresi.
Artikel Lainnya: Bibliotherapy, Terapi Membaca Buku untuk Kesehatan Mental
4. Me Time
Anda juga memerlukan waktu untuk diri sendiri. Biarkan orang yang dirawat tahu bahwa Anda tidak bisa selalu hadir untuknya selama 24 jam.
Anda, orang yang merawat, juga perlu menerapkan gaya hidup dan pola makan sehat. Anda pun harus berolahraga secara teratur dan cukup tidur.
Untuk mengelola stres yang mungkin Anda rasakan lantaran merawat penderita depresi, luangkanlah waktu untuk melakukan hobi yang disenangi.
5. Maklumi Kondisinya
Penderita depresi bisa marah dan malah menyerang orang yang merawatnya. Hal ini mungkin saja terjadi, sekalipun Anda sedang berusaha membantunya.
Satu hal yang perlu diingat, mereka sedang depresi sehingga cenderung sulit ditangani. Karena itu, cobalah untuk membangun ikatan emosional dengannya.
6. Buat Mereka Mandiri
Depresi dapat membuat seseorang menjadi lemah dan merasa tidak berharga. Mereka yang mengalami kondisi tersebut cenderung mengandalkan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya.
Namun, tidak selamanya Anda harus membantu mereka. Anda mesti meyakinkannya untuk bisa melakukan hal-hal yang dibutuhkan, seperti mengambil makanan ringan dari dapur secara mandiri.
Demikian cara untuk menetapkan batasan saat merawat orang depresi. Sangat penting untuk memberikan dukungan kepada mereka, namun Anda tetap tak boleh lupa dengan kondisi sendiri.
Jika Anda memiliki pertanyaan perihal kesehatan mental, konsultasikan kepada psikolog melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.
(NB/JKT)
Referensi
Healthline. Diakses 2021. Setting Boundaries with a Person with Depression
Acta Paediatr. Diakses 2021. Depressed adolescents in a case-series were low in vitamin D and depression was ameliorated by vitamin D supplementation
Luminous Counseling. Diakses 2021. 5 Ways to Maintain Healthy Boundaries While Supporting a Depressed Partner
:format(webp)/article/07C9GbP5f7r4Gc_8DYsaR/original/079158100_1640762102-Merawat-Orang-Depresi.jpg)