Sukses

Pengertian

Xanthelasma merupakan sebuah kondisi gangguan kesehatan yang ditandai dengan adanya plak berwarna kekuningan, yang sering kali terjadi di dekat sudut mata bagian tengah kelopak mata. Kondisi ini lebih kerap terjadi pada kelopak mata atas dibandingkan kelopak mata bawah.

Plak tersebut terbentuk dari kolesterol yang terdapat di bawah kulit. Kondisi ini tidak membahayakan secara khusus. Akan tetapi, kadang kala xanthelasma perlu diangkat untuk alasan estetika dan penampilan.

Xanthelasma merupakan jenis gangguan yang tidak terlalu sering terjadi. Terkadang dapat timbul pada mereka yang memiliki kadar kolesterol atau lemak yang tinggi. Tetapi, ada pula orang-orang dengan kadar kolesterol normal yang mengalami xanthelasma.

Sebagian besar orang yang mengalami xanthelasma, berusia paruh baya atau lebih tua. Kondisi ini pun lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria.

Penyakit Xanthelasma (Douglas Olivares/Shutterstock)

Penyebab

Sekitar 50 persen individu yang mengalami xanthelasma memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Kecenderungan terjadinya masalah ini lebih tinggi pada mereka yang:

  • Memiliki kadar kolesterol low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat yang tinggi dan kadar high density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik yang rendah
  • Memiliki riwayat anggota keluarga dengan keluhan kadar kolesterol tinggi
  • Mengalami penyakit hati yang disebut sirosis bilier primer, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh
  • Paling sering terjadi pada mereka yang termasuk keturunan Asia atau Mediterania.

Gejala

Xanthelasma ditandai dengan adanya plak yang timbul pada bagian tepi kelopak mata atau di sekitar mata. Plak tersebut umumnya lunak dan tampak kekuningan, yang sebenarnya merupakan deposit lemak di bawah kulit.

Salah satu gejala yang juga bisa timbul adalah rasa tidak nyaman pada kelopak mata.

Diagnosis

Diagnosis xanthelasma dapat ditentukan melalui wawancara medis yang rinci. Pemeriksaan fisik secara langsung juga perlu dilakukan dengan mengevaluasi kulit di sekitar mata.

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan profil lipid atau kadar lemak dalam tubuh untuk mengevaluasi adanya peningkatan kolesterol dan lemak jenis lainnya. Pemeriksaan profil lipid dilakukan dengan mengambil sampel darah dan diperiksa di laboratorium.

Penanganan

Plak yang muncul ini tidak dapat hilang dengan sendirinya. Plak bahkan bisa berukuran tetap atau bertambah seiring dengan berjalannya waktu.

Bila plak menyebabkan gangguan pada penampilan maupun fungsi tubuh, dokter dapat melakukan pengangkatan melalui beberapa metode. Cara yang dilakukan di antaranya adalah dengan terapi obat untuk melarutkan plak, terapi beku, terapi listrik, atau prosedur pembedahan.

Menurunkan kadar kolesterol juga diduga berkaitan dengan perbaikan kondisi xanthelasma. Pada sebagian orang, perubahan gaya hidup dan pola makan dapat membantu mengendalikan kadar kolesterol dalam darah.

Untuk membantu menjaga kadar kolesterol tetap normal, beberapa hal dapat dilakukan, seperti:

  • Menghindari rokok dan membatasi asupan alkohol
  • Menjaga berat badan agar tetap stabil dan ideal
  • Berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari
  • Membatasi asupan lemak jenuh yang terdapat pada beberapa jenis makanan
  • Bila perlu, dokter juga dapat meresepkan pengobatan tertentu untuk membantu menurunkan kadar kolesterol yang dinilai lebih tinggi dari kadar normal.

Pencegahan

Walaupun tidak semua kondisi xanthelasma disebabkan oleh kadar kolesterol yang berlebihan, Anda dianjurkan menjaga kadar kolesterol agar tetap berada dalam batas normal. Kadar kolesterol yang terkontrol bermanfaat untuk kesehatan tubuh secara umum dan bisa menurunkan risiko timbulnya xanthelasma.

Kontrol kadar kolesterol dapat dilakukan dengan cara menganut gaya hidup sehat. Bila kadar kolestrol cukup tinggi, segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan penurun kolesterol.

Barengi upaya ini dengan penerapan pola hidup sehat yang membantu menjaga kadar kolesterol stabil, di antaranya:

  • Melakukan aktivitas fisik secara rutin
  • Mengonsumsi makanan yang rendah lemak kaya serat dan mengandung gizi seimbang