Sukses

Pengertian

Vipoma adalah kanker endokrin yang sangat jarang terjadi dan berasal dari sel pankreas yang disebut sel islet. Penyakit Ini juga dikenal dengan nama atau vasoactive intestinal peptide-produsing tumor.

Pada vipoma sel menyebabkan kadar hormon VIP (vasoactive intestinal peptide) pada tubuh sangat tinggi hingga 2–10 kali lipat dari normalnya. Sehingga dapat menyebabkan beberapa gejala terutama yang berkaitan pada sistem pencernaan, yaitu diare.

Komplikasi yang dapat terjadi pada vipoma adalah dehidrasi, serangan jantung akibat kadar potasium yang rendah, dan kanker yang menyebar atau metastasis.  Jika sudah menyebar, vipoma sulit untuk disembuhkan.

Vipoma biasanya terjadi pada usia 50 tahun. Perempuan diketahui lebih sering menderita penyakit ini dibandingkan laki-laki. Kanker ini tergolong jenis yang jarang ditemukan. Setiap tahunnya hanya 1 dari 10 juta orang yang terdiagnosis Vipoma.

Penyebab

Penyebab pasti dari vipoma masih tidak diketahui hingga saat ini. Kanker yang berasal dari sel pankreas ini menyebabkan tingginya hormon VIP. Hormon ini meningkatkan sekresi (menghasilkan zat seperti enzim pencernaan) dari usus. Hormon VIP juga membuat otot halus pada sistem pencernaan menjadi relaks.

Diagnosis

Untuk menentukan diagnosis vipoma, dokter akan melakukan wawancara mendetai untuk mengetahui gejala dan perjalanan penyakit. Gejala utama penyakit ini adalah diare yang bahkan terjadi saat puasa. Gejala ini bisa persisten selama bertahun-tahun sebelum diagnosis ditetapkan.

Pemeriksaan fisik secara menyeluruh juga akan dilakukan untuk mencari tanda dan gejala dari vipoma, seperti:

  • tanda dehidrasi (takikardia [detak jantung cepat], turgor kulit yang menurun dan penurunan berat badan)
  • otot yang lemah akibat kekurangan potasium
  • hepatomegali (perbesaran organ hati) akibat tumor yang menyebar ke hati
  • flushing pada wajah akibat efek dari VIP
  • berkeringat berlebihan
  • gagal tumbuh (failure to thrive)
  • dilatasi usus besar atau kolon
  • intoleransi glukosa

Pemeriksaan penunjang dan tes lainnya juga akan dilakukan untuk membantu mengkonfirmasi diagnosis vipoma, seperti:

  • tes darah sederhana dan panel metabolik
  • CT-scan perut
  • MRI perut
  • pemeriksaan tinja untuk mengetahui penyebab diare dan kadar elektrolit
  • kadar VIP dalam darah biasanya 2–10 kali lebih besar daripada kadar normal (20–30pmol/L)

Gejala

Gejala vipoma yang umumnya muncul meliputi:

  • nyeri perut atau perut terasa begah
  • diare atau BAB cair yang biasanya berair dan banyak hingga sepuluh kali sehari atau 700ml–3L per hari
  • tinja biasanya tidak berbau dan berwarna seperti teh tanpa lendir ataupun darah
  • dehidrasi
  • flushing atau kemerahan pada wajah
  • kram otot karena hipokalemia (kadar kalsium rendah)
  • mual
  • berat badan turun

Pengobatan

Tujuan utama dari pengobatan vipoma adalah memperbaiki status hidrasi. Pasien vipoma biasanya mengalami dehidrasi. Sehingga perlu diberikan cairan biasanya melalui infus untuk menggantikan cairan yang hilang akibat diare.

Selanjutnya, pengobatan bertujuan untuk meringankan diare. Obatnya yang digunakan adalah octreotide yang merupakan hormon alami yang memblok aktivitas VIP. Octreotide dapat mengontrol diare pada hampir 90 persen penderita vipoma. Glukokortikoid juga dapat mengurangi gejala pada 50 persen penderita vipoma.

Cara terbaik untuk menyembuhkan adalah melalui operasi untuk mengangkat tumor. Jika tumor belum menyebar ke organ lain, operasi sering kali dapat menyembuhkan vipoma. Namun, sekitar sepertiga hingga setengah vipoma sudah menyebar ke organ lain saat didiagnosis.

Untuk kasus yang sudah progresif atau menyebar dibutuhkan kemoterapi. atau radioterapi. Streptozocin, doxorubicin, fluorouracil atau kombinasi dari obat tersebut dapat membantu walaupun kasus yang sembuh hanya sedikit. Radioterapi eksternal dapat dilakukan  untuk kasus vipoma lokal yang tidak dapat dioperasi.