Sukses

Pengertian

Urtikaria, atau juga dikenal dengan istilah biduran, merupakan kondisi di mana terdapat adanya lesi pada kulit yang meninggi dan gatal. Umumnya, lesi tersebut berwarna merah, merah muda, atau sewarna kulit, dan terkadang juga dapat terasa nyeri. Pada sebagian besar kasus, urtikaria disebabkan oleh reaksi alergi terhadap suatu pengobatan atau makanan, atau reaksi terhadap iritan yang terdapat di lingkungan.

Pada sebagian kasus, urtikaria merupakan kondisi yang berlangsung sementara dan dapat teratasi dengan pengobatan untuk alergi. Sebagian besar ruam akibat urtikaria juga dapat mereda dengan sendirinya. Namun, bila terjadi secara berulang, atau bila urtikaria disertai dengan tanda dan gejala alergi lainnya, hal ini dapat membutuhkan penanganan segera.

Penyakit Urtikaria (OoddySmile Studio/Shutterstock)

Penyebab

Urtikaria sering kali disebabkan oleh reaksi alergi terhadap sesuatu hal yang terekspos atau tertelan. Saat seseorang mengalami reaksi alergi, tubuh melepaskan histamin ke dalam aliran darah.

Histamin merupakan zat kimiawi yang diproduksi oleh tubuh guna melindungi dirinya terhadap benda atau zat asing. Namun, pada sebagian orang, histamin dapat menyebabkan pembengkakan, rasa gatal, dan gejala lainnya yang dialami saat timbul urtikaria.

Faktor pemicu timbulnya reaksi alergi, yang disebut sebagai alergen, dapat berupa serbuk sari tanaman, pengobatan, makanan, tungau debu rumah, gigitan serangga, dan sebagainya

Urtikaria juga dapat disebabkan oleh hal lain selain alergi. Terkadang, sebagian individu dapat mengalami urtikaria akibat stres, pakaian yang ketat, atau adanya kondisi kesehatan tertentu.

Selain itu, seseorang juga dapat mengalami urtikaria akibat ekspos yang berlebih terhadap suhu yang terlalu dingin atau terlalu panas, atau juga akibat berkeringat yang berlebih. Karena terdapat berbagai hal yang berpotensi memicu timbulnya urtikaria, seringkali penyebab sulit untuk ditentukan.

Orang yang diketahui mengalami alergi memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami urtikaria. Seseorang juga dapat berisiko untuk mengalami urtikaria apabila mengonsumsi pengobatan tertentu atau terekspos secara tidak sengaja terhadap hal yang menimbulkan reaksi alergi pada individu tersebut, seperti makanan tertentu atau serbuk sari tanaman.

Gejala

Tanda dan gejala yang paling khas pada urtikaria adalah terdapatnya ruam meninggi pada kulit. Ruam tersebut dapat berwarna kemerahan, namun juga dapat sewarna dengan kulit. Ruam dapat kecil dan bulat, berbentuk cincin, atau besar dan tidak berbentuk.

Ruam yang timbul pada kulit umumnya disertai dengan rasa gatal, dan dapat terjadi berkelompok pada kulit bagian tubuh yang terlibat. Ruam tersebut juga dapat membesar, berubah bentuk, atau menyebar.

Ruam yang timbul pada kulit dapat hilang dan timbul selama perjalanan penyakit. Durasi dari timbulnya ruam dapat bervariasi, dari hanya setengah jam hingga sepanjang hari. Ruam tersebut juga dapat berubah warna menjadi lebih putih saat ditekan.

Terkadang, timbulnya ruam kulit dapat disertai gejala lain, seperti sulit bernapas, dan sebagainya, yang membutuhkan penanganan segera.

Diagnosis

Diagnosis dari urtikaria dapat ditentukan dari wawancara medis yang mendetail, pemeriksaan fisik kulit secara langsung, dan pemeriksaan penunjang tertentu apabila dinilai diperlukan.

Dokter akan menanyakan apa saja gejala yang dialami, riwayat timbulnya lesi pada kulit, pada saat apa saja lesi timbul, riwayat alergi sebelumnya, kemungkinan faktor-faktor pencetus dari lesi pada kulit, dan sebagainya. Setelahnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisis untuk mengevaluasi lesi yang terdapat pada kulit, serta adanya tanda dan gejala lainnya.

Salah satu pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan uji cukit kulit untuk menentukan jenis alergen yang memicu timbulnya reaksi alergi. Selain itu, pemeriksaan darah juga dapat dilakukan apabila dinilai diperlukan.

Penanganan

Setelah diagnosis ditentukan, dokter dapat meresepkan obat untuk mengurangi tanda dan gejala yang dialami. Namun, juga perlu diingat bahwa penanganan yang utama pada alergi adalah menghindari alergen yang diduga mencetuskan timbulnya urtikaria.

Pencegahan

Pada urtikaria yang disebabkan oleh alergi, sangat disarankan untuk menghindari alergen yang diduga mencetuskan timbulnya reaksi alergi.