Sukses

Pengertian

Setiap orang memiliki kelenjar saliva yang berfungsi menghasilkan air liur. Kelenjar ini terletak di sekitar rahang dan berjumlah tiga pasang, yaitu parotis, submandibular, dan sublingual.

Beberapa kelenjar liur yang ukurannya lebih kecil letaknya tersebar di sekitar mulut dan tenggorokan, di bibir, dan di pipi. Sebagian besar tumor jinak kelenjar liur ini terjadi pada parotis. Oleh karena itu dinamakan tumor jinak parotis.

Walau sebagian besar tumor parotis bersifat jinak, 25 persen dapat berkembang menjadi ganas Oleh karena itu, penting untuk mengetahui dan segera memeriksakan diri jika menemukan adanya gejala penyakit ini.

Salah satu gejala yang paling sering dialami adalah pembengkakan di sekitar leher. Karena tumor umumnya menekan saraf sekitar, pembengkakan ini juga sering kali disertai dengan rasa nyeri.

Dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, tumor jinak parotis umumnya dapat tertangani dengan baik. Pengobatan yang diberikan mencakup operasi, radiasi dan kemoterapi.

Diagnosis

Untuk menentukan diagnosis tumor jinak parotis, diperlukan pemeriksaan fisik dan beberapa pemeriksaan penunjang.

Pada pemeriksaan fisik umumnya didapatkan benjolan di sekitar rahang yang terasa nyeri bila disentuh. Untuk mengonfirmasi diagnosis, dapat dilakukan pemeriksaan tambahan berupa biopsi jaringan atau pengambilan sedikit bagian benjolan untuk diperiksakan di bawah mikroskop. Pemeriksaan ini akan menentukan apakah benjolan bersifat jinak atau ganas.

Selain biopsi, pemeriksaan lain yang juga dapat dilakukan adalah magnetic resonance imaging (MRI) dan computerized tomography (CT) untuk menentukan dengan jelas lokasi dan besar tumor yang terjadi.

Penyebab

Penyebab pasti tumor jinak parotis sampai saat ini belum diketahui secara jelas. Tumor sendiri terbentuk karena ada perubahan DNA pada sel yang menyebabkan sel tumbuh dengan cepat. Di saat sel normal telah mati, sel tumor ini tetap hidup sehingga menumpuk dan membentuk massa atau benjolan.

Walau tidak diketahui pasti penyebab perubahan pola hidup sel ini, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya, yaitu:

  • Usia lanjut
  • Paparan radiasi misalnya pada pasien yang menerima terapi radiasi
  • Paparan zat berbahaya di tempat bekerja, misalnya pada pekerja di pabrik karet, asbes dan pipa

Gejala

Beberapa tanda dan gejala tumor jinak parotis antara lain adalah sebagai berikut:

  • Pembengkakan di sekitar rahang atau mulut
  • Baal di area wajah
  • Otot yang lemah di satu sisi wajah
  • Sulit menelan
  • Tidak dapat membuka mulut dengan lebar

Pengobatan

Pengobatan tumor jinak parotis meliputi tindakan operasi. Operasi kelenjar parotis (pariodektomi) dilakukan untuk membuang sebagian atau seluruh bagian kelenjar. Prosedur ini harus dilakukan dengan sangat hati- hati agar tidak mencederai saraf fasial yang ada di sekelilingnya. Saraf fasial berfungsi mengatur ekspresi dan gerakan otot wajah.

Bila terdapat tanda keganasan, terapi tambahan berupa radiasi dan kemoterapi dapat menjadi pertimbangan.

Komplikasi

Pada tumor jinak parotis umumnya tidak terjadi komplikasi yang bermakna. Salah satu dampak yang dirasakan hanya rasa nyeri apabila ukuran tumor cukup besar. Akan tetapi pada tumor yang berkembang menjadi ganas, penyebaran ke area tubuh lainnya (metastasis) bisa jadi salah satu komplikasinya.

Pencegahan

Karena penyebab pasti tumor jinak parotis tidak banyak diketahui, pencegahannya pun tidak ada yang spesifik. Seseorang yang banyak terpapar radiasi atau bekerja di pertambangan asbes, pabrik karet atau pipa disarankan memeriksakan diri secara rutin untuk melihat kemungkinan tumbuhnya tumor jinak parotis ini.