Sukses

Pengertian

Tirotoksikosis merupakan suatu kondisi di mana tubuh memiliki hormon tiroid dalam jumlah yang sangat banyak. Kondisi ini membuat tubuh menekan produksi Thyroid stimulating hormone (TSH) karena tubuh menganggap kadar hormon toroid sudab berlebihan dalam darah.

Diagnosis

Diagnosis tirotoksikosis ditetapkan atas dasar wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pada wawancara medis umumnya ditemukan gejala perasaan gelisah atau mudah marah. Pada pemeriksaan fisik dapat ditemui adanya pembesaran kelenjar tiroid dan mata yang menonjol keluar (eksoftalmos).

Beberapa pemeriksaan penunjang diperlukan untuk memastikan diagnosis tirotoksikosis, seperti:

  • Pemeriksaan thyroid-stimulating hormone (TSH)
  • Free thyroxine (FT4)
  • Triiodothyronine total (T3)

Untuk mengevaluasi kadar auto-antibodi dalam tubuh juga diperlukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Antibodi Anti–tiroid peroxidase (anti-TPO)
  • Thyroid-stimulating antibody

Penyebab

Umumnya, tirotoksikosis disebabkan oleh hipertiroidisme, suatu kondisi di mana kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid dalam jumlah berlebihan.

Hipertiroidisme ini dilatarbelakangi oleh penyakit Grave’s. Penyakit ini tergolong penyakit autoimun, di mana karena sebab yang tidak jelas, tubuh menyerang sel-sel kelenjar hormon. Akibatnya, produksi hormon menjadi berlebihan. Penyakit Grave’s ini melatarbelakangi setidaknya 70-80 persen kasus hipertiroidisme dan bersifat menurun dalam keluarga.

Selain Grave’s, tirotoksikosis juga dapat terjadi akibat adanya peradangan pada kelenjar tiroid atau tiroiditis. Kondisi ini disebabkan oleh penggunaan obat tiroid dalam jumlah besar.

Gejala

Gejala yang dapat dialami seseorang dengan tirotoksikosis meliputi:

  • Gelisah
  • Mudah marah
  • Lelah berlebihan
  • Penurunan berat badan secara signifikan
  • Sulit tidur
  • Rambut rontok
  • Kulit yang tipis
  • Tidak tahan ketika di lingkungan panas
  • Mudah berkeringat
  • Nyeri otot
  • Kelemahan di lengan atas dan paha
  • Haid yang berlangsung singkat
  • Mata menonjol keluar (eksoftalmos) dan kering

Pengobatan

Pengobatan tirotoksikosis dapat dilakukan dengan berbagai metode:

  • Obat minum

Obat minum yang diberikan untuk membantu menekan kadar tiroid darah adalah methimazole (Tapazole) and propylthiouracil (PTU). Obat ini bersifat anti-tiroid yang menghambat langsung kerja hormon tersebut.

Obat lain yang juga dapat menjadi pilihan adalah golongan penghambat beta adrenergic seperti propranolol, atenolol, metoprolol, dan nadolol. Obat ini bekerja meredakan gejala, namun tidak menurunkan kadar hormon tiroid.

  • Radioaktif iodine

Pengobatan ini dilakukan dengan memberikan pil berisi iodin yang bersifat radioaktif. Dalam beberapa minggu setelah dikonsumsi, radioaktif yang berada di dalamnya akan mampu menghancurkan sel-sel tiroid sehingga kadar tiroid akan turun di dalam darah.

Untuk mencegah tubuh kekurangan hormon tiroid akibat terapi ini, penambahan suplemen tiroid mungkin juga diperlukan sambil tetap memantau ketat kadar hormon tiroid dalam darah.

  • Operasi

Tindakan pengobatan lainnya yang dapat dilakukan adalah operasi. Operasi kelenjar tiroid dapat dilakukan dengan mengangkat sebagian atau seluruh bagian kelanjar, tergantung pada seberapa luas sel yang berlebihan kerjanya.

Komplikasi

Bila tidak tertangani dengan baik, tirotoksikosis dapat berujung pada gangguan irama jantung dan pengeroposan tulang atau osteoporosis.

Pencegahan

Upaya pencegahan tirotoksikosis dilakukan dengan melakukan kontrol berkala pada pasien Grave’s dan memeriksa kadar hormon tiroid darah secara rutin pada pasien yang menggunakan pengobatan tiroid minum dalam jangka panjang.