Sukses

Pengertian

Thunderclap merupakan istilah dalam bahasa Inggris yang berarti bunyi halilintar. Thunderclap headache menggambarkan sakit kepala yang amat hebat, yang terjadi tiba-tiba, belum pernah terjadi sebelumnya.

Gejala sakit kepala ini umumnya membuat penderitanya mencari pertolongan medis dengan segera.

Penyebab

Tidak semua kasus thunderclap headache diketahui penyebabnya. Sebagian kasus muncul tiba-tiba tanpa pencetus dan menghilang begitu saja. Namun demikian, sebagian kasus thunderclap headache lainnya diketahui memiliki penyebab yang jelas.

Berdasarkan penyebabnya, secara umum thunderclap headache dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

  1. Thunderclap headache yang disebabkan karena gangguan pembuluh darah (misalnya stroke), cedera, atau kelainan struktur otak (misalnya tumor otak).
  2. Thunderclap headache yang tidak jelas penyebabnya.

Diagnosis

Keluhan thunderclap headache perlu dievaluasi lebih lanjut. Jika didapatkan gangguan saraf yang menyertai keluhan sakit kepala, maka perlu dilakukan pemeriksaan CT-scan otak. Sebagai alternatif, MRI otak juga dapat dilakukan.

Apabila keluhan thunderclap headache diduga disebabkan karena infeksi di selaput otak, maka pemeriksaan pungsi lumbal untuk mengambil cairan otak juga perlu dilakukan.

Gejala

Thunderclap headache bisa disebabkan karena banyak hal. Gejala utamanya adalah sakit kepala yang hebat setidaknya selama lima menit. Gejala lainnya tergantung dari penyakit yang menyebabkan thunderclap headache tersebut.

Jika disebabkan karena migrain, maka keluhan sakit kepala bisanya dirasakan berdenyut, lebih sering hanya di satu sisi kepala. Selain itu, sebelum sakit kepala muncul, orang yang mengalaminya bisa merasakan adanya aura. Aura ini berupa penglihatan kabur, seperti melihat cahaya, telinga berdenging, atau gangguan saraf lainnya.

Apabila disebabkan karena stroke perdarahan, maka umumnya thunderclap headache disertai dengan tanda lain. Misalnya muntah menyemprot, kesadaran menurun, dan tekanan darah melonjak tinggi.

Jika disebabkan karena tumor otak, umumnya sebelum terjadi thunderclap headache, terlebih dahulu terjadi sakit kepala yang progresif. Selain itu juga umumnya terjadi terus menerus di lokasi yang sama.

Bila thunderclap headache disertai dengan gejala berikut ini, penderita harus segera ke dokter:

  • Thunderclap headache yang muncul setelah aktivitas fisik. Misalnya setelah melakukan aktivitas seksual, setelah mengedan saat buang air besar, atau setelah cedera.
  • Demam.
  • Lengan atau tungkai yang melemah.
  • Gangguan penglihatan.
  • Tangan atau kaki terasa baal atau kesemutan.
  • Bicara pelo, mulut mencong, sulit berbicara, atau sulit mengerti pembicaraan orang lain.
  • Terlihat bingung, mengantuk terus, atau tidak sadarkan diri. 

Pengobatan

Pengobatan thunderclap headache berbeda-beda, tergantung pada penyebabnya. Tindakan yang paling utama adalah memastikan terlebih dahulu, apakah thunderclap headache yang dialami merupakan sesuatu yang berbahaya atau tidak.

Bila disebabkan karena stroke atau tumor, penanganannya dilakukan di unit gawat darurat dan ruang rawat intensif. Thunderclap headache karena stroke atau tumor terjadi karena peningkatan tekanan intrakranial (tekanan di dalam otak).

Untuk menurunkan tekanan tersebut, tindakan yang perlu dilakukan adalah:

  • Penderita dirawat inap dan perlu dipasang alat untuk memonitor tekanan darah dan denyut jantung.
  • Penderita berbaring dengan kepala dinaikkan 30 derajat.
  • Tekanan darah dikontrol agar tidak terlalu tinggi, tetapi juga tidak terlalu rendah. Bila perlu, obat penurun tekanan darah melalui infus dapat diberikan.
  • Jika diperlukan, diberi obat-obatan melalui infus untuk mengurangi cairan di otak.

Bila thunderclap headache tidak disebabkan oleh hal yang berbahaya, maka penderita cukup dianjurkan untuk beristirahat 6–8 jam di malam hari dan mengonsumsi obat anti-nyeri –seperti parasetamol atau ibuprofen. Bila sakit kepala tak kunjung berkurang, penderita harus segera ke dokter.

Pencegahan

Pencegahan thunderclap headache tergantung pada masing-masing penyebabnya. Namun secara umum, dengan mempraktikkan pola hidup sehat, risiko terjadinya thunderclap headache bisa dikurangi. Misalnya dengan makan banyak serat dan rendah lemak, melakukan aktivitas jasmani 4–5 kali per minggu, tidur di malam hari selama 6–8 jam, dan menghindari paparan asap rokok.