Sukses

Pengertian

Tendinitis achilles merupakan peradangan dari tendon achilles. Tendon achilles menghubungkan otot betis dan tulang tumit. Tendon ini bekerja ketika berjalan, melompat dan berlari.

Terdapat dua jenis tendinitis achille, yaitu insertional dan noninsertional. Insertional tendinitis achilles adalah peradangan yang terjadi pada bagian bawah tendon achilles yang menempel pada tulang kalkaneus atau tumit. Sementara itu pada noninsertional tendinitis Achilles, terjadi peradangan pada serat otot bagian tengah tendon achilles. Tipe ini lebih sering terjadi pada orang muda yang aktif.

Pengobatan di rumah dapat meredakan tendinitis achilles. Namun, jika tidak membaik, segera periksakan diri ke dokter. Pengobatan dapat berupa obat-obatan hingga ke pembedahan. Tendinitis achilles juga dapat menjadi parah dan menyebabkan tendon menjadi robek.

Penyebab

Pada umumnya, tendinitis achilles disebabkan oleh olahraga atau berjalan berlebihan -terutama pada atlet olahraga. Selain itu ada beberapa faktor lain yang tidak berhubungan dengan olahraga yang dapat menyebabkan tendinitis achilles seperit rheumatoid arthitritis dan infeksi.

Tendinitis achilles dapat terjadi pada kasus seperti:

  • berolahraga tanpa pemanasan yang baik
  • mengencangkan otot betis ketika berolahraga atau berkativitas
  • melakukan olahraga yang membutuhkan pemain untuk berhenti mendadak dan mengubah arah seperti tenis
  • peningkatan aktivitas fisik secara tiba-tiba tanpa membiarkan tubuh Anda menyesuaikan diri dengan peningkatan pelatihan
  • memakai sepatu yang kurang pas atau sudah lama
  • memakai sepatu hak tinggi untuk jangka waktu yang lama atau setiap hari
  • memiliki pertumbuhan tulang (bone spurs) di belakang tumit Anda
  • usia tua, karena tendon Achilles melemah seiring bertambahnya usia

Diagnosis

Dokter dapat menentukan diagnosis tendinitis achilles dari gejala nyeri dan bengkak pada tumit. Dokter juga dapat meminta penderita untuk berdiri di atas bola sambil memerhatikan batas pergerakan (range of motion) dan fleksibilitas. Perabaan pada tumit juga dilakukan untuk menentukan posisi pasti dari nyeri dan bengkak tersebut.

Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk membantu menentukan diagnosis, namun jarang dilakukan. Pemeriksaan lainnya meliputi:

  • sinar X pada tulang kaki
  • MRI untuk mendeteksi adanya patah atau degenerasi jaringan
  • USG untuk melihat pergerakan tendon, peradangan dan kerusakan yang berkaitan

Gejala

Gejala utama dari tendinitis achilles adalah nyeri dan bengkak pada sisi belakang tumit ketika sedang berjalan atau berlari. Gejala lainnya meliputi:

  • otot betis yang kencang
  • pergerakan yang terbatas ketika melipat kaki
  • tumit teraba hangat

Pengobatan

Terapi awal ketika terjadi kecelakaan pada tendon achilles adalah metode RICE.

  • Rest: mengistirahatkan tendon achiles dan menghindari adanya tekanan hingga 1–2 hari penderita bisa berjalan tanpa nyeri.
  • Ice: mengompres tendon dengan es selama 15–20 menit untuk mengurangi peradangan dan bengkak.
  • Compression: memberi tekanan dengan cara membungkus dengan perban atau pita elastis di area sekitar tendon, agar tidak bengkak. Namun, jangan membungkus terlalu kencang karena dapat membatasi aliran darah.
  • Elevation: mengangkat kaki hingga berada di atas posisi dada untuk membuat darah lebih cepat kembali ke jantung sehingga mengurangi bengkak.

Setelah metode pertama tersebut, banyak hal lain yang juga dapat dilakukan untuk meredakan tendinitis Achilles, seperti:

  • mengurangi aktivitas fisik atau istirahat
  • mengubah olahraga menjadi tipe yang lebih tidak terlalu berat
  • melakukan peregangan secara perlahan pada otot betis
  • melakukan olahraga untuk menguatkan otot betis secara perlahan
  • menggunakan kompres dingin pada daerah yang nyeri setelah berolahraga
  • melakukan terapi fisik
  • menggunakan sepatu dengan ada bantalan tumit untuk mengurangi tegangan pada tendon achilles

Jika cara di atas masih belum dapat meredakan tendinitis achilles, penderita dapat mengonsumsi obat-obatan atau bahkan melakukan prosedur pembedahan. Penderita dapat minum obat antiinflamasi atau peradangan. seperti aspirin atau ibuprofen. Selain itu injeksi steroid atau platelet-rich plasma (PRP) juga dapat dilakukan.

Prosedur pembedahan merupakan pilihan terakhir dan satu-satunya cara mengobati tendon achilles yang robek. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi dari prosedur tersebut adalah hematoma dan deep vein thrombosis (DVT).

Pencegahan

Tendinitis achilles dapat dicegah dengan cara berikut ini:

  • menghindari aktivitas fisik yang belebihan sehingga memberikan beban berlebih pada tendon achilles
  • melakukan pemanasan dan perengangan pada otot betis sebelum dan sesudah berolahraga
  • melakukan olahraga secara bertahap atau kombinasi dari ringan ke berat
  • menggunakan sepatu yang memiliki bantalan tumit yang baik
  • menghindari penggunaan sepatu hak tinggi setiap hari atau jangka waktu yang lama

Jika sudah terjadi tendinitis Achilles, hindari pemberian tekanan lagi karena dapat terjadi robeknya tendon achilles. Meskipun telah dilakukan operasi pembedahan, tendon achiles dapat robek kembali jika diberikan tekanan berlebihan.