Sukses

Pengertian

Strongiloidiasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh cacing Strongyloides stercoralis. Cacing jenis ini dikategorikan sebagai parasit dan merupakan organisme yang tinggal pada tubuh spesies yang berbeda serta mengambil nutrisi dari organisme di mana ia berdiam.

Meskipun cukup jarang, strongiloidiasis juga bisa disebabkan karena cacing jenis lain dari keluarga Strongyloides. Contohnya cacing Strongyloides fulleborni.

Penyakit strongiloidiasis lebih sering ditemukan di negara tropis dan subtropis. Umumnya, strongiloidiasis tidak menyebabkan tanda atau gejala. Infeksi dari cacing jenis ini dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri yang baik.

Strongiloidiasis

Penyebab

Strongiloidiasis disebabkan oleh cacing gelang yang dikenal dengan nama Strongyloides stercoralis. Cacing ini paling sering menginfeksi manusia dan umumnya banyak ditemukan di negara tropis dan subtropis.

Infeksi strongiloidiasis mengikuti siklus hidup cacing tersebut, yang melalui tahapan-tahapan sebagai berikut:

  • Cacing berukuran kecil melakukan penetrasi kulit dan masuk ke aliran darah.
  • Cacing mengikuti aliran darah dan masuk melalui jantung sisi kanan ke paru-paru.
  • Cacing masuk ke paru-paru dan naik ke atas trakea menuju mulut.
  • Cacing tertelan melalui mulut tanpa disadari dan masuk ke lambung.
  • Cacing masuk ke usus halus.
  • Cacing memproduksi telur yang kemudian menetas dan menjadi larva.
  • Larva dikeluarkan dari tubuh melalui feses.
  • Larva dapat kembali menginfeksi tubuh dengan melakukan penetrasi kulit di sekitar anus. Atau, pada beberapa kasus, larva dapat berkembang menjadi cacing dewasa dan menginfeksi individu lain.
  • Selain di dalam tubuh manusia, cacing jenis ini juga dapat bereproduksi di tanah.

Beberapa faktor dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi strongiloidiasis, terutama:

  • Tinggal di negara tropis atau subtropis
  • Tinggal di area pedesaan, area dengan kondisi kehidupan yang tidak higienis, atau area dengan layanan kesehatan masyarakat yang tidak memadai
  • Kebersihan personal yang kurang diperhatikan dengan baik
  • Sistem daya tahan tubuh dalam kondisi lemah 

Gejala

Pada sebagian besar kasus, strongiloidiasis tidak menyebabkan tanda atau gejala. Namun, beberapa jenis tanda dan gejala yang dapat terjadi mencakup:

  • Nyeri atau rasa terbakar di perut bagian atas
  • Diare, atau diare dan konstipasi yang timbul secara bergantian
  • Batuk
  • Ruam merah
  • Lesi merah di dekat anus
  • Muntah
  • Penurunan berat badan

Diagnosis

Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk menentukan diagnosis infeksi strongiloidiasis, yaitu: 

  • Aspirasi duodenal. Pemeriksaan ini melibatkan pengambilan cairan dari bagian awal usus halus. Tujuannya adalah untuk memeriksa kemungkinan adanya cacing Strongyloides stercoralis menggunakan mikroskop.
  • Pemeriksaan kultur sputum untuk menganalisis cairan paru-paru atau jalan napas guna mengevaluasi adanya cacing Strongyloides stercoralis di area tersebut.
  • Pemeriksaan analisis feses untuk melihat adanya larva Strongyloides stercoralis pada feses. Pemeriksaan ini dapat diulang untuk mendapatkan hasil yang akurat.
  • Pemeriksaan darah lengkap untuk membantu menyingkirkan penyebab lain yang dapat menimbulkan tanda dan gejala yang serupa.
  • Pemeriksaan antigen darah untuk memeriksa adanya antigen terhadap Strongyloides stercoralis.

Penanganan

Tujuan dari penanganan pada strongiloidiasis adalah untuk mengeliminasi semua cacing dari tubuh. Pengobatan pilihan untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan pemberian obat antiparasit yang bekerja dengan cara membunuh cacing yang terdapat di usus halus. 

Pencegahan

Infeksi strongiloidiasis tidak selalu dapat dicegah. Akan tetapi, menerapkan kebersihan personal yang baik dan menggunakan fasilitas yang bersih dapat menurunkan risiko terinfeksi oleh cacing jenis ini.