Sukses

Pengertian

Stenosis trikuspid adalah kelainan pada katup trikuspid yang ditandai dengan kekakuan katup. Jantung memiliki empat buah katup, salah satunya adalah katup trikuspid. Katup trikuspid merupakan katup yang membatasi serambi kanan dengan bilik kanan jantung.

Kondisi ini membuat katup trikuspid sulit membuka pada saat darah seharusnya dialirkan dari serambi ke bilik kanan jantung. Kejadian stenosis trikuspid bisa terbilang cukup jarang. Hanya sekitar 3 persen penduduk dunia mengalaminya.

Penyebab

Pada kondisi stenosis trikuspid, katup trikuspid berubah bentuk menjadi lebih tebal dan lebih kaku. Hal ini menyebabkan katup tersebut sulit untuk membuka. Padahal secara normal, agar fase diastolik (fase pengisian darah ke bilik jantung) berjalan baik, katup trikuspid harus bisa juga terbuka dengan baik.

Ada empat penyebab yang paling sering terjadi pada masalah stenosis trikuspid, yaitu:

  • Penyakit jantung reumatik: merupakan penyakit yang disebabkan karena infeksi bakteri Streptococcus beta hemolyticus grup A yang awalnya menginfeksi tenggorokan. Infeksi tersebut mengaktifkan sistem imun tubuh dan membentuk kompleks antigen bakteri dengan antibodi tubuh.

Kondisi ini menyebabkan kelainan di berbagai organ, termasuk ginjal dan jantung. Gangguan di jantung akibat kompleks antigen-antibodi tersebut ditandai dengan gangguan pada katup jantung, termasuk katup trikuspid.

  • Penyakit jantung karsinoid: Penyakit jantung karsinoid terjadi akibat adanya kelainan hormonal yang mengakibatkan adanya plak putih yang melekat di katup jantung.
  • Stenosis trikuspid kongenital: Pada kasus stenosis trikuspid kongenital, kelainan katup jantung muncul sejak bayi. Terjadi pertumbuhan jaringan ikat yang berlebihan pada katup yang menyebabkan katup menjadi tebal dan kaku.
  • Endokarditis infektif: merupakan penyakit infeksi pada lapisan dalam jantung (endokardium). Kondisi ini lebih rentan dialami oleh pengguna narkoba suntik.

Diagnosis

Pada awal pemeriksaan untuk menentukan diagnosis stenosis trikuspid, dokter akan melakukan wawancara lengkap terkait keluhan yang dialami. Pemeriksaan fisik menyeluruh sudah pasti dilakukan, termasuk mendengarkan bunyi jantung. Pada kondisi katup trikuspid, umumnya akan terdengar bunyi jantung yang tidak normal berupa bising (murmur) yang terdengar pada dada sisi kiri.

Bila dari hasil pemeriksaan tersebut memang kuat dugaan adanya stenosis trikuspid, maka seragkaian pemeriksaan lain perlu dilakukan. Di antaranya adalah pemeriksaan foto rontgen, ekokardiografi, CT (computed tomography) scan, MRI (magnetic resonance imaging), dan angiografi.

Dari pemeriksaan foto rontgen dapat dilihat ukuran jantung yang bisa tampak normal, bisa pula terlihat membesar. Bila terjadi pembesaran, maka bagian jantung yang akan terlihat membesar adalah bagian atrium kanan.

Sementara itu, ekokardiografi merupakan pemeriksaan utama untuk memastikan adanya stenosis trikuspid. Dari ekokardiografi akan terlihat bila katup jantung mengalami gangguan untuk membuka dan menutup dengan baik. Dari sini juga dapat dinilai derajat stenosis yang terjadi bila memang terdapat stenosis.

Pemeriksaan CT-scan dan MRI dibutuhkan bila dokter menduga adanya kelainan struktur lainnya di jantung. Sedangkan pemeriksaan angiografi dibutuhkan jika dokter menduga stenosis trikuspid berkaitan dengan adanya penyakit jantung koroner.

Gejala

Gejala stenosis trikuspid bervariasi. Umumnya seseorang yang mengalami masalah ini akan merasa cepat lelah saat beraktivitas. Dan, karena aliran darah dari seluruh tubuh ke jantung terganggu, maka darah bisa menumpuk di perut dan tungkai. Kondisi ini menyebabkan perut membesar karena terisi cairan dan tungkai pun mengalami pembengkakan.

Keluhan lain yang dapat terjadi adalah sesak napas, dada berdebar-debar karena irama jantung yang tidak teratur, serta batuk darah. Tetapi, pada kasus stenosis trikuspid yang ringan, penderitanya bisa tidak mengalami gejala apa pun selama bertahun-tahun.

Pengobatan

Stenosis trikuspid bisa diterapi dengan cara pengobatan dan/ atau dengan operasi. Pemberian obat pada kasus stenosis trikuspid dilakukan untuk:

  • Membunuh bakteri (jika stenosis trikuspid disebabkan karena endokarditis) dengan antibiotik
  • Mengatasi gangguan irama jantung dengan memberikan obat antiaritmia
  • Menurunkan volume darah yang dipompa oleh jantung untuk mengurangi beban kerja jantung dengan cara membatasi konsumsi garam dan memberikan obat golongan diuretik

Namun demikian, terapi utama stenosis trikuspid biasanya adalah dengan operasi. Jika terdapat beberapa katup yang mengalami gangguan, maka operasi penggantian katup perlu dilakukan pada semua katup yang terganggu. Operasi penggantian ini pun bisa dilakukan bersamaan.

Salah satu jenis tindakan operasi yang kerap dilakukan adalah percutaneous balloon valvuloplasty. Ini merupakan tindakan penggantian katup yang dilakukan dengan memasukkan selang kateter melalui pembuluh darah besar di tungkai menuju ke lokasi katup jantung.

Pencegahan

Hingga saat ini belum ada hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya stenosis katup trikuspid.