Sukses

Pengertian

Skleroderma adalah suatu kondisi ketika jaringan ikat pada kulit, pembuluh darah, dan organ dalam, menjadi keras atau menebal. Kondisi ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan ikat sehingga terbentuklah jaringan parut dan menebal.

Penyakit ini cukup jarang terjadi dan memiliki variasi beragam, dari yang ringan hingga berat hingga dapat berakibat fatal. Gangguan skleroderma tidak dapat disembuhkan, tapi dapat dikendalikan.

Skleroderma

Penyebab

Skleroderma terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang menjadi terlalu aktif dan tidak terkendali. Akibatnya, jaringan ikat memproduksi terlalu banyak kolagen dan kemudian membentuk jaringan parut serta penebalan jaringan atau fibrosis.

Penyebab gangguan sistem kekebalan tubuh ini masih belum diketahui hingga saat ini. Akan tetapi, diduga faktor genetik dan riwayat keluarga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini.

Diagnosis

Dokter akan menentukan diagnosis skleroderma dari riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang seperti tes darah dilakukan untuk mendeteksi antibodi antinuclear (ANAs). Antibodi lainnya juga bisa ditemukan dan akan menggambarkan kelainan autoimun.

Pemeriksaan lain juga perlu dilakukan untuk mendeteksi keparahan organ dalam. Pemeriksaan itu bisa meliputi pemeriksaan sistem pencernaan atas dan bawah, sinar X dada, fungsi paru-paru, rekam jantung (EKG), dan ekokardiogram. Pada beberapa kasus juga dilakukan kateterisasi jantung. Tujuannya untuk memeriksa tekanan darah jantung dan paru-paru.

Gejala  

Terdapat dua tipe skleroderma, yaitu gangguan lokal yang hanya menyerang kulit dan gangguan sistemik yang melibatkan pembuluh darah dan organ dalam.

Skleroderma lokal adalah yang masalah yang paling ringan dan sering terjadi pada anak-anak. Gejala yang timbul berupa munculnya satu atau lebih plak yang keras.

Terdapat dua tipe skleroderma kulit yang dapat terjadi, yaitu:

  • Morphoea. Plak berbentuk oval yang berubah warna, dapat muncul di area tubuh mana saja, biasanya gatal, tidak berambut dan berkilau. Plak umumnya akan membaik setelah beberapa tahun dan pengobatan mungkin tidak diperlukan.
  • Linear. Plak menebal terjadi pada garis-garis di sepanjang wajah, kepala, kaki atau lengan, kadang dapat mempengaruhi tulang dan otot di area tersebut.

Skleroderma sistemik sering terjadi pada wanita usia 30 hingga 50 tahun. Selain menyerang kulit, skleroderma ini juga umumnya menyerang organ dalam seperti jantung, paru-paru, atau ginjal. Gejala yang terjadi dapat berupa sesak napas, tekanan darah tinggi, dan hipertensi pulmonal (tekanan darah tinggi pada paru-paru).

Terdapat dua tipe skleroderma sistemik yang dapat terjadi, yaitu:

  • limited cutaneous systemic sclerosis, yaitu gangguan yang umumnya terjadi:
  • lebih ringan
  • menyerang kulit wajah, tangan, dan kaki
  • dapat menyerang paru-paru dan sistem pencernaan
  • memiliki gejala awal berupa fenomena Raynaud, yaitu masalah sirkulasi ketika jari tangan dan kaki menjadi putih atau pucat saat cuaca dingin
  • memunculkan gejala lain berupa penebalan kulit pada wajah, tangan, dan kaki, bintik merah pada kulit, benjolan keras di bawah kulit, sensasi panas pada dada (heartburn), dan disfagia (masalah menelan)
  • seiring dengan waktu akan menjadi makin parah secara perlahan, tapi dapat dikendalikan dengan obat
  • diffuse systemic sclerosis, bentuk gangguan yang umumnya terjadi:
  • lebih sering menyerang organ dalam
  • menampakkan perubahan pada kulit yang dapat menyerang semua bagian tubuh
  • memiliki gejala lain berupa penurunan berat badan, lemah, nyeri sendi, dan kaku sendi
  • gejala sering muncul mendadak dan cepat menjadi parah pada tahun-tahun awal terkena. Ketika kondisi membaik, kelainan kulit juga akan perlahan membaik

Pengobatan

Skleroderma tidak dapat disembuhkan. Tujuan pengobatan adalah untuk mengendalikan gejala dan mencegah penyakit menjadi lebih parah. Pengobatan bisa terdiri dari:

  • obat untuk memperbaiki sirkulasi
  • obat untuk menurunkan aktivitas sistem kekebalan tubuh dan memperlambat progres penyakit
  • obat steroid untuk mengurangi nyeri sendi dan masalah otot
  • pelembab untuk kulit yang terkena dan mengurangi gatal
  • sarung tangan dan kaos kaki untuk fenomena Raynaud
  • obat anti-nyeri
  • obat untuk heartburn
  • obat tekanan darah tinggi
  • pembedahan untuk benjolan keras pada kulit atau otot yang kencang
  • terapi laser
  • terapi fotodinamik
  • fisioterapi dan peregangan untuk melatih otot dan kulit agar lebih lentur
  • terapi okupasi

Penting juga untuk penderita tetap mengonsumsi makanan sehat, berolahraga secara teratur, berhenti merokok, dan tetap menjaga tekanan darah di angka normal.

Pencegahan

Skleroderma sulit dan hampir mustahil dicegah. Hal ini karena skleroderma disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang tak terkendali dan berkaitan dengan pengaruh genetik.