Sukses

Pengertian

Sindrom Wernicke-Korsakoff merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan dua kondisi yang saling berhubungan, yaitu sindrom Wernicke atau ensefalopati Wernicke dan sindrom Korsakoff.

Ensefalopati Wernicke adalah suatu keadaan akut (berjangka waktu sementara) yang ditandai dengan adanya trias kebingungan, kesulitan koordinasi pergerakan (ataksia), dan abnormalitas pada mata. Di sisi lain, sindrom Korsakoff merupakan kondisi kronis (berjangka waktu panjang) berupa suatu jenis demensia yang berkaitan dengan hilangnya memori.

Kebanyakan, atau sekitar 85 persen penderita ensefalopati Wernicke yang tidak mendapatkan penanganan memadai dapat mengalami kondisi yang berlanjut dan terkena sindrom Korsakoff. Umumnya keadaan ini ditemui pada pasien dewasa berusia antara 30–70 tahun. Kondisi ini sedikit lebih banyak ditemukan pada laki-laki, dibandingkan pada wanita.

Penyebab

Sindrom Wernicke-Korsakoff disebabkan karena defisiensi vitamin B1 (thiamin). Ada beberapa kondisi yang dikaitkan dengan defisiensi thiamin, antara lain:

  • Konsumsi alkohol. Alkohol mengganggu penyerapan nutrisi pada sistem pencernaan, berkontribusi terhadap penyakit hati yang mengganggu aktivasi thiamin, dan mengganggu penyimpanan thiamin di dalam hati. Selain itu, penggunaan alkohol juga dikaitkan dengan pola makan yang buruk.
  • Malnutrisi dan pola makan tidak seimbang. Pola makan buruk menyebabkan kekurangan vitamin B Termasuk di sini adalah diet ketat, puasa, atau kelaparan (akibat anoreksia, skizofrenia, tahanan perang, dan sebagainya).
  • Operasi bariatrik (pengecilan ukuran lambung).
  • Hiperemesis gravidarum (muntah berlebihan pada kehamilan).
  • Penyakit sistemik, seperti kanker, AIDS, penyebaran Tuberkulosis.
  • Dialisa (cuci darah).

Diagnosis

Untuk menentukan diagnosis sindrom Wernicke-Korsakoff diperlukan evaluasi lengkap, yang didapatkan dari:

  • Anamnesis: dokter akan menggali informasi seputar tanda dan gejala yang dirasakan, riwayat penyakit terdahulu, kebiasaan-kebiasaan yang mungkin mencetuskan kondisi ini, dan seterusnya.
  • Pemeriksaan fisik: untuk mengetahui gejala yang timbul yang sesuai dengan sindrom Wernicke-Korsakoff
  • Pemeriksaan penunjang: umumnya dilakukan untuk menyingkirkan penyebab lain yang menampakkan gejala serupa dengan sindrom Wernicke-Korsakoff. Pemeriksaan yang disarankan antara lain adalah tes laboratorium untuk mengecek kadar elektrolit, analisis gas darah, fungsi hati, racun atau obat-obatan; dan pencitraan dengan CT-scan atau MRI otak.

Gejala

Gejala yang berkaitan dengan ensefalopati Wernicke umumnya berupa:

  • Kebingungan
  • Perubahan status mental
  • Pergerakan mata involunter
  • Penglihatan ganda
  • Penurunan kelopak mata atas
  • Mata juling
  • Keseimbangan buruk, kesulitan berjalan

Gejala-gejala ini sering kali ditemui dahulu, serta kemudian cenderung menghilang jika gejala sindrom Korsakoff mulai muncul.

Gejala yang berkaitan dengan sindrom Korsakoff umumnya berupa:

  • Gangguan memori, terutama kehilangan memori jangka pendek
  • Konfabulasi, pembentukan memori palsu untuk mengisi memori yang hilang
  • Kesulitan menjalankan fungsi sehari-hari
  • Perubahan perilaku, apatis, kurang peduli keadaan sekitar, muncul perilaku berulang, menjadi cerewet

Pengobatan

Untuk mengatasi keadaan ini, diperlukan suplementasi thiamin. Sering kali, pasien disarankan untuk rawat inap dan mendapatkan suplementasi thiamin melalui infus sampai tidak terdapat lagi perbaikan yang dapat ditemui. Suplementasi thiamin dapat dilanjutkan per oral (dengan suplemen yang diminum).

Selain itu, perlu dicaritahu penyebab sindrom Wernicke-Korsakoff. Jika berkaitan dengan kebiasaan tertentu, maka kebiasaan tersebut perlu dihentikan.

Berdasarkan penelitian, sekitar 25 persen penderita sindrom Korsakoff akan pulih. Sementara diperkirakan 50 persen akan membaik walau hanya sebagian, dan 25 persen akan tetap sama tanpa perubahan.

Jika tidak ditangani, sindrom Wernicke-Korsakoff dapat berakibat fatal. Pada kondisi parah dapat terjadi kematian akibat koma, komplikasi dari demensia, infeksi paru-paru, kerusakan otak yang tak dapat diperbaiki, dan infeksi yang menyebar.

Pencegahan

Cegah terjadinya sindrom Wernicke-Korsakoff dengan menerapkan pola makan bergizi sehat seimbang dan tidak mengonsumsi alkohol berlebihan. Contoh makanan kaya vitamin B1 antara lain adalah beras, kacang polong, kacang kedelai, biji-bijian (biji bunga matahari, biji labu, chia), kacang-kacangan (pistachio, macadamia), daging babi, unggas, asparagus, jeruk, bayam, dan susu.