Sukses

Pengertian

Dinamakan sesuai dengan nama penemunya, RDK Reye, sindrom Reye merupakan suatu penyakit yang sangat langka. Sindrom ini juga dapat menyebabkan kematian.

Sindrom Reye umumnya terjadi sebagai penyakit lanjutan setelah seorang anak sembuh dari infeksi virus, seperti flu atau cacar air. Walaupun belum ada penelitian yang mampu membuktikan penyebab pastinya, sindrom Reye banyak terjadi pada anak yang mendapatkan pengobatan aspirin selama masa sakitnya.

Gejala awal penyakit ini di antaranya muntah-muntah dan lemas yang perlahan diikuti dengan terjadi penurunan kesadaran. Bila tidak segera ditangani, sindrom Reye dapat mengancam nyawa penderitanya. Namun dengan penanganan yang tepat dan cepat, seorang anak yang menderita sindrom ini dapat sembuh sempurna dalam hitungan minggu.

Sindrom Reye

Diagnosis

Penentuan diagnosis sindrom Reye dilakukan berdasarkan adanya gejala klinis berupa muntah-muntah dan penurunan kesadaran. Hal ini terjadi akibat penurunan fungsi hati dan otak. Dalam wawancara medis mendalam yang dilakukan dokter, akan ditemukan riwayat infeksi virus sebelumnya dan adanya konsumsi aspirin dalam salah satu pengobatannya.

Serangkaian pemeriksaan penunjang diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lainnya. Pemeriksaan ini meliputi cek darah rutin, pungsi lumbal untuk melihat infeksi lain sepeti meningitis, dan pemeriksaan imaging seperti CT Scan atau MRI.

Penyebab

Penyebab pasti sindrom Reye memang belum dapat dipastikan. Meski demikian, konsumsi aspirin saat terinfeksi virus diketahui menjadi salah satu pencetusnya.

Berdasarkan penelitian, sebanyak 80 persen anak yang menderita sindrom Reye memiliki riwayat mengonsumsi aspirin dalam tiga minggu terakhir. Aspirin yang dikonsumsi mengakibatkan kerusakan struktur sel dan menyebabkan penurunan fungsi sel tersebut.

Seluruh sel tubuh dapat terserang, namun yang paling banyak dan paling parah terjadi pada sel hati. Kerusakan sel-sel di hati menyebabkan suatu kondisi yang dimakan hiperamonemia dan mengakibatkan pembengkakan otak serta peningkatan tekanan di dalam rongga tengkorak.

Infeksi virus yang paling banyak mendahului sindrom Reye ini adalah virus influenza. Selain influenza, infeksi virus lain dapat juga berhubungan dengan sindrom Reye, di antaranya parainfluenza virus, adenovirus, coxsackievirus, campak, cytomegalovirus, Epstein-Barr virus, HIV, retrovirus, hepatitis virus tipe A and B, mycoplasma, chlamydia, pertussis, shigella, dan salmonella.

Kurang dari 0.1 persen anak yang mengonsumsi aspirin, menderita sindrom Reye. Namun lebih dari 80 persen penderita yang terdiagnosis sindrom Reye, ternyata memiliki riwayat konsumsi asprin. Jadi, tidak selalu konsumsi aspirin saat anak sakit pasti akan mengakibatkan sindrom Reye. 

Gejala

Gejala sindrom Reye muncul 3–7 hari setelah infeksi virus. Gejala awal yang dialami umumnya tidak khas sehingga sering kali terlewatkan seperti:

  • Muntah-muntah
  • Lemas dan lesu
  • Rewel
  • Cenderung tidur

Bila tidak segera tertangani, gejala ini akan berlanjut serta menyebabkan kerusakan hati dan otak. Dalam tahapan ini, keluhan yang dialami akan semakin buruk, seperti:

  • Penurunan kesadaran
  • Bicara meracau dan tidak mengenali orang-orang di sekitarnya
  • Bernapas cepat
  • Kejang dan koma

Kerusakan hati dan otak yang tidak segera teratasi dapat mengakibatkan kematian.

Pengobatan

Penderita sindrom Reye umumnya memerlukan perawatan intensif di ICU. Tujuan utama pengobatan adalah untuk menyelamatkan fungsi hati serta otak. Selain itu juga untuk menurunkan tekanan di dalam rongga tengkorak dan mengembalikan kesadaran penderitanya.

Pencegahan

Tindakan pencegahan terpenting untuk sindrom Reye adalah dengan menghindari konsumsi aspirin pada anak di bawah usia 20 tahun. Bila dokter menginstruksikan pemberian aspirin, pastikan anak terawasi dengan baik. Segera periksa ke dokter bila ditemukan gejala menyerupai sindrom Reye pada anak.