Sukses

Pengertian

Sindrom Kepala Meledak adalah suatu kondisi yang terjadi ketika tidur. Sindrom ini bukanlah merupakan gangguan kesehatan yang serius. Meski begitu, hal ini dapat mengganggu kualitas tidur penderita sehingga memengaruhi fisik dan psikis mereka.

Penderita akan mengalami gangguan seperti mendengar suara keras ketika hendak tertidur atau bangun tidur. Suara keras dapat menyerupai suara kembang api, ledakan bom, benturan keras, tembakan pistol, atau sambaran petir.

Sindrom kepala meledak merupakan salah satu bentuk kelainan tidur, yaitu parasomnia. Kelainan tidur parasomnia menyebabkan penderitanya terbangun dari tidur, baik yang dangkal atau dalam. Kelainan lain yang termasuk parasomnia adalah mimpi buruk, penyakit teror tidur (night terror), dan sleepwalking.

Penyebab

Penyebab pasti dari sindrom kepala meledak masih belum diketahui. Beberapa ahli berpendapat bahwa penyebabnya adalah kelainan saraf, rasa ketakutan, atau kecemasan.

Sindrom kepala meledak juga mungkin berhubungan dengan perubahan posisi komponen pada telinga tengah pada malam hari. Sindrom kepala meledak lebih sering terjadi pada seseorang yang mengalami stres tingkat tinggi atau memiliki gangguan tidur. Sindrom ini juga lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria.

Diagnosis

Dokter akan menduga adanya gangguan tidur dari keluhan penderita. Sindrom kepala meledak memiliki gejala yang khas dibandingkan dengan gangguan tidur lainnya. Penderita dapat diminta untuk menginap di laboratorium tidur agar kondisi ketika tidurnya dapat dipantau.

Ahli tidur dapat melakukan pemeriksaan polysomnographic untuk mengevaluasi yang terjadi pada tubuh ketika pasien sedang tidur, seperti denyut jantung, pernapasan, kadar oksigen dalam darah, dan gelombang otak. Pemeriksaan tambahan lain seperti elektrosefalogram juga dapat dilakukan untuk memeriksa aktivitas saraf penderita.

Gejala

Gejala sindrom kepala meledak adalah mendengar suara keras seperti ledakan saat hendak tertidur atau bangun tidur. Sebenarnya kelainan ini termasuk halusinasi. Ketika suara terjadi saat hendak tidur, kondisi itu disebut halusinasi hypnogogic.

Walaupun sebenarnya tidak nyata, suara pada sindrom kepala meledak terasa sangat nyata. Suara tersebut membuat seseorang terbangun dengan keadaan kaget dan membuatnya sulit untuk tidur kembali.

Hal ini dapat terjadi hanya satu kali atau beberapa kali dalam periode tidur. Suara biasanya hanya terjadi ketika sedang berada di antara tahapan tidur dan akan hilang ketika penderita sudah bangun.

Beberapa penderita mengalami gejala lain seperti:

  • Melihat kilatan cahaya bersama suara keras
  • Denyut jantung meningkat
  • Merasa takut
  • Kedutan otot

Pengobatan

Pengobatan masalah ini tergantung dari usia, gejala, dan keparahan sindrom kepala meledak pada seseorang. Beberapa penderita merasa tidak membutuhkan pengobatan karena kondisi ini tidak membahayakan.

Penanganan gangguan ini dapat merupakan kombinasi dari teknik berikut:

  • obat-obatan, seperti antikonvulsan, antidepresan, dan penghambat kanal kalsium
  • meditasi dan relaksasi
  • aktivitas mengurangi stres, seperti yoga, mendengarkan musik, membaca, atau berendam air panas sebelum tidur
  • psikoterapi dan konseling
  • perubahan rutinitas tidur

Pencegahan

Sindrom kepala meledak cukup sulit dicegah karena penyebab pastinya masih belum bisa didefinisikan. Namun, sindrom kepala meledak sudah dihubungkan dengan kondisi stres tingkat tinggi. Sehingga, dengan menurunkan tingkat stres seseorang, besar kemungkinan sindrom kepala meledak dapat dicegah atau dikurangi tingkat keparahannya.