Sukses

Pengertian Sindrom Down

Sindrom Down

Sindrom Down atau Down Syndrome adalah suatu kelainan genetik karena munculnya kromosom ekstra pada kromosom 21. Normalnya, seseorang hanya memiliki 46 kromosom. Namun pada penderita sindrom Down terdapat 47 kromosom karena adanya kromosom ekstra. 

Kromosom ekstra ini memengaruhi karakteristik fisik dan kemampuan belajar penderita Down Syndrome. Pada beberapa kasus, anak dengan Down Syndrome juga lahir dengan masalah jantung, pernapasan, atau usus. Meski demikian, sebagian besar masalah ini dapat diatasi.

Kondisi ini tidak bisa disembuhkan. Meski demikian, dengan dukungan dan perhatian dari keluarga, anak dengan Down Syndrome dapat tumbuh tanpa perlu merasa tersisih dan hidup bahagia.

Artikel Lainnya: Nutrisi Terbaik untuk Anak Down Syndrome

Gejala Sindrom Down

Gejala Down Sindrome

Gejala dari Down Syndrome sudah dapat dilihat sejak lahir meliputi: 

  • Hipotonia atau otot yang kemas
  • Hidung yang kecil dan tulang hidung rata
  • Mata yang miring ke atas dan keluar
  • Mulut kecil dengan lidah yang keluar
  • Bagian kepala belakang yang rata
  • Telapak tangan hanya memiliki satu lipatan atau garis
  • Tangan yang lebar dengan jari yang pendek
  • Berat dan panjang badan yang rendah di bawah rata-rata

Artikel Lainnya: Mengapa Anak Down Syndrome Memiliki Wajah yang Khas?

Meskipun penderita Down Syndrome memiliki karakteristik fisik yang sama, namun mereka tidak terlihat benar-benar sama seperti kembar. Penderita sindrom down ini juga memiliki perilaku dan kemampuan yang berbeda.

Penderita biasanya mengalami gangguan belajar dan perkembangan yang terlambat seperti duduk, berdiri, berjalan, dan berbicara. Selain itu, penderita Down Syndrome juga dapat mengalami beberapa masalah kesehatan, seperti:

  • Penyakit jantung seperti penyakit jantung bawaan (PJB)
  • Gangguan pendengaran dan penglihatan
  • Gangguan tiroid
  • Infeksi berulang seperti pneumonia

Penyebab Sindrom Down

Penyebab Down Sindrom

Down Syndrome disebabkan oleh kelainan genetik, di mana terdapat tambahan kromosom pada sel. Normalnya, sel hanya memiliki sepasang atau dua buah kromosom. Namun pada sindrom Down terdapat 3 buah kromoson nomor 21, sehingga penyakit ini juga disebut trisomi 21. Pada kebanyakan kasus sindrom ini tidak diturunkan, namun terjadi karena mutasi genetik pada sperma atau sel telur. 

Artikel Lainnya: Cara Tepat yang Efektif Cegah Down Syndrome

Kemungkinan Down Syndrome meningkat seiring dengan semakin tua usia ibu saat hamil. Risiko juga meningkat jika seorang ibu sudah pernah melahirkan anak dengan Down Syndrome sebelumnya atau salah satu dari orang tua mengalami Down Syndrome.

Diagnosis Sindrom Down

Diagnosis Down Sindrom

Biasanya penderita Down Syndrome akan dapat didiagnosis sejak lahir. Bahkan sebenarnya para orang tua sudah dapat mengetahuinya ketika bayi masih di dalam kandungan. Terdapat dua tes yang dapat melakukan pemeriksaan Down Syndrome pada janin, yaitu: 

  • Chorionic villus sampling (CVS), yaitu memeriksa sampel dari tali pusat pada usia kandungan 11–14 minggu
  • Amniocentesis, yaitu memeriksa sampel dari air ketuban pada usia kandungan 15–20 minggu

Artikel Lainnya: Komplikasi yang Sering Terjadi pada Anak Down Syndrome

Pengobatan Sindrom Down

Pengobatan Down Sindrom

Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan Down Syndrome. Pengobatan ditujukan untuk mendukung hidup penderita sindrom ini, seperti:

  • Kerja sama dengan beberapa spesialis
  • Dukungan terhadap perkembangan anak seperti terapi wicara, bahasa, fisioterapi, dan lain-lain
  • Ikut dalam grup pendukung seperti asosiasi sindrom Down

Artikel Lainnya: Cara Mengajarkan Anak Tentang Down Syndrome

Pencegahan Sindrom Down

Pencegahan Down Sindrom

Tidak ada tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah Down Syndrome