Sukses

Pengertian

Sindrom Alice in Wonderland merupakan salah satu kondisi neurologis yang cukup langka. Bahkan terdapat dugaan bahwa kasus ini hanya terjadi beberapa kali seumur hidup pada orang yang mengalaminya.

Kondisi ini ditandai dengan adanya distorsi dari persepsi seseorang, di mana individu tersebut atau objek di sekitarnya tidak tampak seperti yang seharusnya. Misalnya lebih kecil, lebih besar, lebih jauh, lebih dekat, dan sebagainya.

Penyakit Sindrom Alice in Wonderland (ESB Professional/Shutterstock)

Penyebab

Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan terjadinya perubahan persepsi pada sindrom Alice in Wonderland. Namun, kondisi ini sering kali mulai tampak pada usia kanak-kanak.

Sindrom Alice in Wonderland diduga melibatkan perubahan pada bagian tertentu dari otak yang berhubungan dengan informasi sensorik, yang terkait dengan apa yang dilihat atau didengar oleh seseorang. Perubahan tersebut dapat memengaruhi persepsi dari tubuh diri sendiri dan hubungannya dengan dunia dan lingkungan sekitar.

Para pakar juga menduga bahwa sindrom Alice in Wonderland berkaitan dengan aura pada nyeri kepala tipe migrain. Aura merupakan gangguan visual dan sensorik lainnya yang dialami oleh sebagian individu sebelum terjadi nyeri kepala tipe migrain.

Aura yang dialami dapat berupa melihat kilatan cahaya, melihat titik-titik, telinga berdengung, atau rasa kesemutan pada tangan. Sindrom Alice in Wonderland dapat dialami oleh seseorang sebelum, saat, atau setelah terjadi nyeri kepala tipe migrain.

Namun, sindrom ini juga dapat terjadi bersamaan dengan beberapa kondisi lainnya, seperti:

  • Epilepsi
  • Infeksi tertentu, seperti infeksi oleh virus Epstein-Barr
  • Stroke
  • Depresi atau skizofrenia
  • Konsumsi obat-obatan tertentu

Gejala

Orang yang mengalami sindrom Alice in Wonderland dapat mengalami beberapa tanda dan gejala, di mana mereka merasa:

  • Anggota tubuh atau objek di sekitarnya tampak lebih besar, lebih kecil, lebih dekat, atau lebih jauh dari sebenarnya
  • Garis lurus tampak bergelombang
  • Benda yang tidak bergerak tampak bergerak
  • Benda tiga dimensi tampak datar
  • Benda tampak berubah warna atau miring
  • Wajah tampak terdistorsi
  • Warna-warna tampak lebih terang
  • Orang lain atau benda di sekitarnya tampak berubah bentuk

Diagnosis

Diagnosis dari sindrom Alice in Wonderland dapat ditentukan dari wawancara medis yang mendetail, pemeriksaan fisik secara langsung, dan pemeriksaan penunjang tertentu.

Beberapa jenis pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah:

  • Pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah dapat dilakukan dengan mengambil sampel darah dari pembuluh darah vena untuk melihat adanya infeksi akibat virus tertentu.
  • Pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI). Pemeriksaan ini menggunakan magnet berkekuatan tinggi dan gelombang radio untuk menghasilkan pencitraan yang detail terkait struktur otak.
  • Elektroensefalogram (EEG). Pemeriksaan ini mengevaluasi aktivitas listrik pada otak.

Penanganan

Tidak terdapat penanganan yang spesifik untuk sindrom Alice in Wonderland. Namun, dokter dapat meresepkan obat-obatan tertentu untuk membantu mengatasi kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Pencegahan

Pada orang yang mengalami sindrom Alice in Wonderland yang berkaitan dengan nyeri kepala tipe migrain, disarankan untuk menghindari hal-hal yang diketahui umumnya memicu serangan migrain pada individu tersebut. Beberapa pemicu nyeri kepala tipe migrain yang umum adalah alkohol, pemanis yang mengandung aspartam, keju jenis tertentu, monosodium glutamat (MSG), serta daging olahan.