Sukses

Pengertian

Sensitivitas insulin menggambarkan suatu jumlah tertentu insulin yang diproduksi dengan tujuan menyimpan glukosa. Istilah ini menggambarkan kepekaan tubuh terhadap efek dari insulin.

Seseorang dikatakan sensitif terhadap insulin apabila hanya sejumlah kecil insulin dibutuhkan untuk menyimpan glukosa dalam jumlah tertentu. Kebalikan dari istilah ini adalah resistensi insulin. Pada kondisi ini, sejumlah besar insulin dibutuhkan untuk menyimpan glukosa dalam jumlah yang sama.

Penyebab

Sensitivitas insulin merupakan regulasi tubuh untuk mengatur kadar gula darah. Untuk mengerti istilah ini, diperlukan pemahaman dari regulasi gula darah dalam tubuh. Insulin itu sendiri merupakan salah satu hormon yang diproduksi tubuh, dan berperan dalam metabolisme tubuh dengan membantu kontrol gula darah dalam tubuh. Hormon ini diproduksi oleh pankreas.

Sumber energi utama untuk kerja tubuh adalah glukosa, yang didapatkan dari sumber makanan yang mengandung karbohidrat. Saat kadar glukosa darah tinggi, misalnya setelah selesai makan, tubuh akan memproduksi insulin.

Insulin membantu penyimpanan gula darah, sehingga gula darah tidak menjadi tinggi. Insulin menempel pada reseptor insulin di berbagai sel tubuh, dan membantu sel tersebut ‘membuka diri’ dan menyimpan glukosa. Misalnya dalam sel otot dan jaringan adiposa (lemak).

Saat jumlah glukosa berlebih, biasanya akan disimpan di hati dalam bentuk glikogen. Hati dapat melepaskan glukosa kembali saat dibutuhkan atau saat tubuh tubuh kekurangan glukosa.

Insulin juga berperan dalam proses penyembuhan setelah terjadi cedera. Caranya dengan menghantar asam amino ke otot tubuh. Asam amino sendiri membantu pembentukan protein, yang banyak ditemukan dalam jaringan otot.

Diagnosis

Keadaan sensitivitas insulin yang buruk disebut resistensi insulin. Hal ini berkaitan dengan penyakit diabetes. Untuk menentukan diagnosis terhadap penyakit diabetes, maka diperlukan pemeriksaan gula darah.

Gejala

Sebelum mengenal lebih jauh gejala sensitivitas insulin, perlu diketahui terlebih dahulu bahwa terdapat beberapa jenis sensitivitas insulin. Jenis-jenisnya antara lain:

  • sensitivitas insulin perifer

Mengacu pada kemampuan sel di bagian tubuh perifer (seperti otot dan lemak) untuk menyimpan glukosa, baik dalam pengaruh stimulasi insulin atau secara mandiri (otot yang kontraksi akan menyerap glukosa).

  • sensitivitas insulin hepatik

Terkait produksi gula darah oleh hati, yaitu proses glukoneogenesis. Proses inflamasi, misalnya, dapat menghambat kemampuan insulin untuk memberi sinyal pada hati untuk berhenti memproduksi gula. Akibatnya, kadar gula darah menjadi tinggi walaupun jumlah insulin cukup.

  • sensitivitas insulin pankreatik

Terkait kemampuan sel pankreas, yaitu sel beta, untuk memproduksi insulin. Kurangnya produksi insulin dapat diamati pada beberapa keadaan, seperti diabetes tipe I atau cystic fibrosis.

Peran sensitivitas insulin dalam kesehatan tubuh cukup penting. Keadaan sensitivitas insulin yang buruk akan mendapat kompensasi dari tubuh dengan memproduksi lebih banyak insulin. Sayangnya, keadaan hiperinsulinemia (kadar insulin yang tinggi dalam darah), diasosiasikan dengan berbagai kondisi –seperti kerusakan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan gagal jantung, obesitas, osteoporosis, bahkan kanker.

Sensitivitas insulin bisa berkurang untuk jangka waktu sebentar. Contohnya pada saat tubuh terkena penyakit atau stres. Dalam keadaan ini, setelah sembuh dari penyakit atau stres hilang maka umumnya sensitivitas insulin akan kembali.

Sensitivitas insulin yang tinggi secara umum merupakan keadaan yang baik untuk tubuh, namun bisa juga merugikan. Contohnya, pada kasus diabetes tipe 1 keadaan sensitivitas insulin tinggi bisa meningkatkan risiko hipoglikemia.

Pengobatan

Berbagai cara dapat dilakukan untuk meningkatkan sensitivitas insulin tubuh, seperti:

  • mengubah pola makan, pilihlah jenis makanan tinggi serat dan indeks glikemiks (GI) yang rendah
  • berolahraga teratur, terutama kombinasi latihan aerobik dengan latihan kekuatan (resistance training). Joging selama 25–60 menit selama 3–5 hari dapat segera
  • meningkatkan sensitivitas insulin. Angkat beban, yang menyebabkan peningkatan masa otot, juga bermanfaat meningkatkan sensitivitas insulin.
  • mengurangi lemak tubuh yang berlebih
  • tidur cukup dan mengurangi level stres