Sukses

Definisi Ruam Popok

Ruam popok (diaper rash) merupakan kondisi yang sering dialami oleh bayi, terkait dengan penggunaan popoknya. Gangguan kulit ini ditandai dengan kulit di daerah yang tertutup popok terlihat kemerahan dan dapat mengelupas.

Penyebab Ruam Popok

Penyebab dari ruam popok antara lain adalah iritasi, infeksi, dan alergi.

Penggunaan popok yang terlalu lama menyebabkan air seni atau feses yang terdapat di popok berkontak terus menerus dengan kulit bayi. Hal ini lama kelamaan akan menyebabkan iritasi kulit.

Ruam popok akibat infeksi dapat terjadi karena air seni menyebabkan tingkat keasaman kulit bayi berubah sehingga bakteri dan jamur mudah menginfeksi. Selain itu, popok basah yang tak kunjung diganti menyebabkan suasana kulit menjadi lembab sehingga kuman dapat hidup dan berkembang biak.

Tak semua bayi cocok dengan semua jenis popok. Adanya alergi tertentu terhadap bahan popok dapat menimbulkan reaksi alergi di kulit dan menimbulkan ruam popok.

Ruam popok akibat iritasi umumnya akan sembuh dalam 3–5 hari setelah popok lebih sering diganti. Bila setelah 5 hari, ruam popok masih ada, maka kemungkinan penyebabnya adalah infeksi jamur atau bakteri.

Diagnosis Ruam Popok

Umumnya dokter tidak perlu melakukan pemeriksaan khusus untuk menentukan diagnosis penyakit ruam popok. Dengan melihat kondisi kulit, biasanya penyakit ini sudah dapat diketahui. Namun bila disertai dengan demam, pemeriksaan darah dapat dilakukan.

Selain itu, bila dokter mencurigai ruam popok disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, dokter dapat mengambil sampel dari bagian kulit yang sakit untuk dilakukan pewarnaan gram dan diperiksa di bawah mikroskop.

DIAR

Gejala Ruam Popok

Pada ruam popok, kemerahan kulit terjad terbatas pada daerah kulit yang tertutup popok. Selain kemerahan, kulit dapat pula terlihat ada bintik-bintik seperti jerawat atau terlihat mengelupas.

Pada beberapa kasus, ruam dapat terasa gatal atau perih. Tak jarang hal ini membuat bayi yang mengalami ruam popok terlihat lebih rewel.

Pengobatan Ruam Popok

Untuk mengobati ruam popok, ganti popok bayi segera setelah ia buang air kecil atau buang air besar. Popok harus diganti setidaknya dua jam sekali. Sebelum mengganti popok, bersihkan kulit bayi dengan air mengalir, kemudian lap kulit dengan lembut hingga benar-benar kering.

Sementara itu, Anda bisa mempertimbangkan agar bayi tidak menggunakan popok selama beberapa hari. Hal ini membantu kulit bayi tetap kering dan dapat ‘bernafas’ dengan baik sehingga mempercepat penyembuhannya.

Krim yang mengandung zink oksida atau petroleum dapat digunakan untuk melembutkan kulit. Bila terdapat infeksi jamur atau infeksi bakteri, dokter akan memberikan krim antijamur atau antibiotik.

Pencegahan Ruam Popok

Pencegahan ruam popok yang paling penting adalah dengan menjaga kulit bayi tetap bersih, kering, dan sehat. Caranya:

  • Ganti popok segera setelah popok basah karena air seni atau feses, atau setiap 2 jam sekali.
  • Hindari penggunaan tisu basah dengan pewangi karena mengandung zat kimia yang bisa menyebabkan alergi.
  • Saat mengganti popok, sesekali basuh bokong dan daerah kulit yang tertutup popok menggunakan air bersih.
  • Pastikan kulit sudah benar-benar kering sebelum memakaikan popok baru.
  • Bayi yang memiliki kulit sensitif dapat menggunakan krim yang mengandung zinc untuk mencegah ruam popok.