Sukses

Pengertian

Rhabdomyosarcoma adalah salah satu jenis sarkoma yang berasal dari otot lurik (otot yang berfungsi menggerakkan tubuh). Sarkoma itu sendiri merupakan kanker yang terbentuk dari jaringan lunak di tubuh, seperti dari otot, sel lemak, tulang, sendi, atau pembuluh darah.

Jenis kanker yang satu ini dapat berkembang di bagian mana pun. Meski demikian, rhabdomyosarcoma lebih sering ditemukan di kepala, leher, perut, dan dada. Selain itu juga cukup sering ditemukan pada anak-anak.

Terdapat tiga jenis rhabdomyosarcoma, yaitu:

  • Rhabdomyosarcoma alveolar. Jenis yang satu ini tergolong agresif dan berkembang cukup cepat. Kanker biasanya bermula dari kaki, tangan, atau batang tubuh.
  • Embryonal ehabdomyosarcoma. Rhabdomyosarcoma tipe ini biasanya berawal dari organ reproduksi, kepala, leher, atau kandung kemih. Kanker ini lebih sering menyerang anak di bawah usia lima tahun.
  • Rhabdomyosarcoma anaplastic. Jenis yang satu ini cukup jarang ditemukan dan lebih sering menyerang orang dewasa daripada anak-anak.

Rhabdomyosarcoma

Penyebab

Penyebab pasti rhabdomyosarcoma belum diketahui. Namun, kondisi ini pada dasarnya dikaitkan dengan perkembangan janin saat masih berada dalam kandungan. Pada saat janin masih berkembang di kandungan, bakal calon otot lurik yang disebut rhabdomyoblast akan mulai terbentuk pada minggu ke 7 kehamilan.

Dalam keadaan normal, rhabdomyoblast akan membelah diri dan secara perlahan membentuk otot lurik. Namun bila pembelahan diri tersebut terjadi berlebihan, maka dapat terjadi rhabdomyosarcoma. Ini yang menyebabkan penyakit kanker ini lebih sering dijumpai pada anak-anak, terutama pada anak usia 1–10 tahun.

Diagnosis

Untuk menentukan adanya penyakit rhabdomyosarcoma, ada beberapa pemeriksaan yang dilakukan, yaitu:

  • CT-scan atau MRI dengan diberikan kontras: Sebelum melakukan CT-scan atau MRI, penderita akan diberikan suntikan zat kontras. Hal ini bertujuan untuk mewarnai bagian tubuh yang mengalami kanker. Setelah itu, barulah dilakukan pemeriksaan CT-scan atau MRI.

Bila terdapat kanker, akan ada bagian tubuh yang berwarna mencolok terlihat dari kedua pemeriksaan tersebut. Melalui pemeriksaan ini dapat ditentukan berada

  • Bone scan: pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat apakah rhabdomyosarcoma telah menyebar hingga ke tulang.
  • Biopsi: untuk memastikan rhabdomyosarcoma, perlu dilakukan biopsi dengan cara mengambil sedikit sampel jaringan melalui tindakan operasi. Kemudian sampel tersebut diamati di bawah mikroskop.

Gejala

Rhabdomyosarcoma dapat muncul di mana saja, namun kanker ini paling sering ditemukan pada beberapa bagian tubuh, seperti:

  • Daerah kepala dan leher, terutama di sekitar mata, di dalam sinus hidung, atau di tulang belakang
  • Kandung kemih atau kelenjar prostat
  • Lengan dan tungkai
  • Dada dan perut

Rhabdomyosarcoma yang berada di leher, dada, punggung, lengan, dan tungkai memberikan gejala benjolan di lokasi yang terkena. Umumnya benjolan tersebut cepat membesar, dapat disertai dengan nyeri dan kemerahan.

Rhabdomyosarcoma yang terdapat di sekitar mata biasanya membuat mata menonjol ke luar dan menyebabkan tajam penglihatan terganggu. Sementara itu, rhabdomyosarcoma di telinga dan di dalam sinus hidung dapat menyebabkan keluhan nyeri telinga, sakit kepala, dan hidung tersumbat.

Rhabdomyosarcoma di kandung kemih atau prostat menyebabkan air seni berdarah. Rhabdomyosarcoma yang terdapat di perut menimbulkan sumbatan usus yang ditandai dengan nyeri perut, muntah-muntah, dan sulit buang air besar.

Pengobatan

Pengobatan rhabdomyosarcoma membutuhkan kerja sama dokter multi-disiplin, antara lain dokter ahli bedah ortopedi, ahli onkologi, ahli radiasi onkologi, ahli patologi anatomi, dan psikiater.

Pengobatan rhabdomyosarcoma sangat tergantung dengan stadium kankernya. Namun secara umum, sebisa mungkin operasi pengangkatan tumor perlu dilakukan. Dilanjutkan dengan kemoterapi dan radiasi untuk membersihkan sisa sel kanker.

Bila operasi tidak memungkinkan untuk dilakukan karena ukuran tumor terlalu besar, kemoterapi dan/ atau radiasi dilakukan lebih dulu untuk mengecilkan ukuran tumor. Setelah itu barulah dilakukan operasi.

Pencegahan

Hingga kini belum ada tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya rhabdomyosarcoma.