Sukses

Pengertian

Resistensi antibiotik adalah kemampuan bakteri untuk bertahan hidup dari efek serangan antibiotik. Hal ini dapat terjadi apabila bakteri mengubah dirinya, sehingga efektivitas obat, bahan kimia, atau bahan lain yang dirancang untuk membunuh bakteri pun berkurang. Akibatnya, bakteri dapat tetap hidup, kebal terhadap pengobatan dan berkembang biak, serta menimbulkan lebih banyak masalah.

Antibiotik itu sendiri merupakan jenis obat yang bekerja melawan bakteri penyebab infeksi dan penyakit pada manusia atau hewan. Cara kerja antibiotik bisa dengan membunuh langsung bakteri atau menghambat pertumbuhan bakteri untuk berkembang biak. Tetapi, antibiotik tidak dapat membunuh virus.

Bakteri, pada prinsipnya adalah orgasnisme yang memiliki satu sel, serta dapat ditemukan di dalam maupun di luar tubuh manusia. Ada dua jenis bakteri, yaitu bakteri yang menguntungkan dan merugikan manusia.

Kebanyakan bakteri yang hidup dalam saluran cerna manusia menguntungkan bagi kesehatan. Di sisi lain, terdapat bakteri yang merugikan manusia dan menimbulkan berbagai penyakit.

Resistensi antibiotik menyebabkan penyakit yang dahulu pernah mudah ditangani menjadi penyakit yang kini lebih berbahaya. Saat ini beberapa jenis penyakit diketahui sudah sulit atau bahkan tidak dapat disembuhkan akibat resistensi antibiotik yang semakin umum. Beberapa contoh penyakit yang terkena dampak besar dari resistensi antibiotik antara lain pneumonia, tuberkulosis, sepsis, dan gonorea.

Penyakit Resistensi Antibiotik (Lightspring/Shutterstock)

Penyebab

Resistensi antibiotik dapat terjadi melalui proses natural. Biasanya melalui perubahan atau mutasi genetik.

Beberapa jenis bakteri menetralisasi antibiotik dan membuatnya menjadi tidak berbahaya untuk bakteri tersebut. Bakteri lainnya belajar untuk mengeluarkan antibiotik dari tubuhnya sebelum memberikan efek merugikan. Kemudian, bakteri bisa juga mengubah struktur luarnya sehingga antibiotik tidak dapat menempel dan membunuh bakteri tersebut.

Tidak dapat dimungkiri bahwa pemakaian antibiotik, terutama secara berlebihan dan salah sasaran, turut mempercepat proses resistensi antibiotik. Sering kali antibiotik bisa didapatkan secara bebas. Masyarakat awam pun dengan mudah menggunakannya secara tidak tepat dan tanpa indikasi medis. Contohnya adalah pemakaian antibiotik untuk penyakit yang kebanyakan disebabkan oleh virus, seperti pilek, sakit tenggorokan, infeksi sinus, infeksi telinga, dan sebagainya.

Setiap kali seseorang mengonsumsi antibiotik, maka obat tersebut akan membunuh bakteri yang sensitif terhadap antibiotik. Namun, bakteri yang resisten antibiotik tidak akan mati dan bebas berkembang biak. Akibatnya, lama kelamaan kebiasaan pemakaian antibiotik akan berperan pada penambahan jumlah bakteri yang resisten.

Diagnosis

Untuk menetapkan diagnosis dokter akan melakukan pengumpulan info dari pasien dan pemeriksaan fisik. Sering kali, pemeriksaan penunjang laboratorium berperan penting menentukan resistensi.

Gejala

Beberapa orang dapat merasakan dirinya menjadi kebal terhadap suatu obat antibiotik. Hal yang perlu diperhatikan adalah fakta bahwa bukan manusia yang menjadi kebal. Kenyataannya, justru telah terjadi resistensi pada bakteri penyebab penyakit.

Gejala resistensi antibiotik antara lain adalah ketidakmampuan antibiotik tertentu untuk membunuh bakteri penyebab penyakit. Ini dapat menyebabkan sembuhnya atau berkurangnya keluhan terkait penyakit tersebut.

Terdapat tujuh jenis bakteri dengan ancaman resistensi antibiotik, yaitu:

  • Clostridium difficile, menyebabkan diare yang bisa berakibat fatal
  • Carbapenem-resistant Enterobacteriaceae, jenis bakteri yang resisten terhadap hampir semua jenis antibiotik dan mudah menyebar
  • MDR Neisseria gonorrheae, bakteri penyebab gonorea yang resisten terhadap antibiotik yang biasa digunakan untuk menanganinya
  • Extended spectrum B-lactamase producing Enterobacteriaceae
  • MDR Salmonella
  • Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA)
  • MDR Pseudomonas, bakteri yang dikaitkan dengan pneumonia

Pengobatan

Resistensi antibiotik tidak dapat disembuhkan, oleh sebab itu tidak ada obat-obatan yang dapat diberikan untuk mengatasinya. Apabila Anda terkena penyakit yang bakterinya sudah resisten terhadap antibiotik tertentu, maka akan diusahakan menggunakan antibiotik lain untuk membunuh bakteri penyebab penyakit.

Pencegahan

Tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotik antara lain:

  • tanyakan kepada dokter, langkah yang bisa dilakukan untuk meredakan keluhan tanpa konsumsi antibiotik.
  • konsumsi antibiotik sesuai dengan instruksi dokter.
  • buang semua obat-obatan yang tersisa dan jangan menggunakannya tanpa berkonsultasi pada dokter.
  • tanyakan pada tenaga kesehatan seputar vaksin yang dapat Anda dapat. Hal ini merupakan upaya untuk melindungi tubuh dari penyakit yang disebabkan bakteri (dan membutuhkan antibiotik apabila Anda terinfeksi).
  • saat sedang menjalani pengobatan, jangan sampai lupa minum obat pada waktunya.
  • jangan mengonsumsi antibiotik untuk penyakit yang disebabkan virus.
  • jangan paksa dokter untuk meresepkan antibiotik bagi Anda.
  • jangan menyimpan antibiotik (misalnya untuk sakit berikutnya).
  • jangan mengonsumsi antibiotik yang diresepkan untuk orang lain.