Sukses

Pengertian

Rabun senja merupakan suatu kondisi di mana terjadi penurunan tajam penglihatan secara signifikan ketika berada dalam lingkungan gelap. Dalam dunia medis, rabun senja disebut nyctalopia.

Sebenarnya, penurunan tajam penglihatan dalam lingkungan gelap merupakan hal yang normal terjadi. Akan tetapi, bila kemampuan melihat menjadi sangat terbatas hingga mengganggu aktivitas, kondisi ini harus ditangani dengan baik.

Faktanya, rabun senja sendiri sebenarnya bukan merupakan diagnosis penyakit, melainkan suatu gejala. Gejala ini akan mengarahkan diagnosis pada berbagai kemungkinan penyakit. Mulai dari glaukoma hingga adanya masalah di retina.

Diagnosis

Rabun senja umumnya diketahui dari adanya keluhan penurunan tajam penglihatan secara signifikan ketika melihat dalam lingkungan gelap. Untuk mencari tahu penyakit yang melatarbelakangi, dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang lain.

Pada wawancara medis akan digali lebih jauh tentang adanya riwayat kebutaan di keluarga, gangguan mata yang pernah terjadi sebelumnya, adanya riwayat sakit keganasan, dan penilaian kecukupan asupan vitamin A dari makanan.

Setelah dilakukan wawancara medis, seseorang yang dicurigai mengalami rabun senja akan melalui serangkaian pemeriksaan fisik dan penunjang berupa pemeriksaan mata dengan oftalmoskop dan elektroretinografi. Bila diperlukan, dapat dilakukan pengukuran kadar vitamin A darah di laboratorium.

Penyebab

Beberapa kondisi medis dapat menyebabkan seseorang mengalami rabun senja, di antaranya:

  • Rabun jauh atau miopia
  • Glaukoma atau peningkatan tekanan dalam bola mata
  • Penggunaan obat glaukoma yang bekerja memperkecil pupil
  • Katarak yang ditandai dengan keruhnya lensa mata
  • Gangguan retina akibat diabetes
  • Retinis pigmentosa yang dapat berujung pada kebutaan
  • Defisiensi vitamin A
  • Keratokonus

Gejala

Gejala utama yang dialami seseorang dengan rabun senja adalah penurunan tajam penglihatan secara signifikan saat melihat dalam gelap. Keluhan ini terutama dirasakan ketika harus menyetir malam hari atau ketika harus mengenali wajah orang lain di lampu remang.

Umumnya orang tersebut memerlukan waktu lebih lama untuk melihat benda-benda, ketika pindah dari ruangan terang ke gelap.

Pengobatan

Pengobatan rabun senja sangat bervariasi, tergantung dari kondisi medis yang mendasarinya. Berbagai pilihan terapi tersebut adalah:

  • Pemberian kacamata untuk memperbaiki kerja mata
  • Operasi katarak bila rabun senja disebabkan oleh katarak
  • Penyesuaian obat glaukoma
  • Terapi khusus di bidang retina bila pusat saraf di mata inilah yang jadi dasar penyakitnya.

Komplikasi

Komplikasi rabun senja lebih kepada penurunan fungsi dan keterbatasan aktivitas seseorang pada saat malam atau dalam lingkungan gelap. Di luar itu, komplikasi yang sifatnya fisik umumnya terjadi bila rabun senja disebabkan gangguan retina. Karena retina merupakan pusat saraf di mata, gangguan pada bagian ini berpotensi menyebabkan kebutaan.

Pencegahan

Rabun senja dapat dicegah dengan menghindari segala penyakit yang mendasarinya. Bila ada gangguan penglihatan yang disebabkan rabun jauh misalnya, penggunaan kacamata dapat melindungi seseorang dari rabun senja.

Begitu pula rabun senja yang disebabkan oleh kerusakan retina pada pasien diabetes. Kontrol gula darah yang ketat dan pemeriksaan mata secara berkala dapat mencegah terjadinya rabun senja.