Sukses

Pengertian

Quadriplegia merupakan kondisi gangguan saraf yang ditandai dengan kelemahan pada keempat anggota gerak (lengan kiri, lengan kanan, tungkai kiri, dan tungkai kanan). Quadriplegia secara medis kadang disebut juga sebagai tetraplegia.

Pada kondisi quadriplegia, otot lengan dan tungkai sama sekali tidak bisa digerakkan, atau bahkan tak mampu untuk berkontraksi sama sekali. Tak jarang, gangguan untuk menahan buang air kecil dan buang air besar juga terjadi. Kondisi quadriplegia bisa bersifat sementara, namun dapat juga bersifat permanen. Namun lebih sering kelainan ini terjadi menetap.

Quadriplegia

Penyebab

Secara umum, quadriplegia terjadi akibat gangguan pada saraf tulang belakang. Ada banyak kondisi penyakit yang dapat menyebabkannya, di antaranya adalah:

  • Infeksi yang menyerang saraf tulang belakang, misalnya infeksi polio

Polio merupakan penyakit infeksi virus yang lebih banyak menyerang anak balita. Penularannya melalui makanan atau air yang terkontaminasi virus polio. Selain polio, infeksi lain yang dapat menyebabkan quadriplegia adalah infeksi flavivirus, enterovirus, hepatitis C, HIV, dan virus Epstein Barr.

  • Kelainan genetik seperti Duchene Muscular Dystrophy (DMD)

Penyakit DMD merupakan penyakit yang diturunkan secara genetik, yang menimbulkan gejala pada anak laki-laki. DMD ditandai dengan kelemahan otot lengan dan tungkai yang makin lama makin berat, hingga akhirnya tidak bisa digerakkan sama sekali.

  • Cedera tulang belakang (trauma medula spinalis)

Cedera tulang belakang sering dicetuskan karena kecelakaan, terjatuh, atau dampak dari tindakan operasi di daerah tulang belakang. Pada kondisi ini, quadriplegia terjadinya secara mendadak.

  • Penyakit autoimun seperti Guillain-Barre syndrome dan myasthenia gravis

Gullain-Barre syndrome (GBS) merupakan penyakit autoimun yang menyerang saraf tulang belakang. Mekanisme terjadinya penyakit ini belum jelas. Namun pada umumnya sebelum terjadi quadriplegia, penderitanya mengalami batuk pilek atau diare.

Sementara itu, myasthenia gravis (MG) merupakan penyakit autoimun yang menyerang sambungan antara saraf dan otot. Kelemahan otot pada MG ditandai dengan kelemahan otot yang memberat saat beraktivitas.

  • Keracunan

Keracunan (intoksikasi) zat tertentu dapat menimbulkan kelumpuhan tangan dan kaki. Beberapa zat yang dapat menyebabkannya adalah alkohol, bisa ular, gigitan kalajengking, infeksi botulinum yang dapat ditemukan dalam makanan kaleng yang terkontaminasi, dan beberapa jenis obat kemoterapi.

  • Tumor

Baik tumor jinak maupun tumor ganas yang menyerang tulang belakang, atau tumor dari organ lain yang menyebar ke tulang belakang, dapat menyebabkan quadriplegia. Biasanya quadriplegia yang disebabkan karena tumor terjadi secara perlahan-lahan.

Diagnosis

Untuk memastikan diagnosis quadriplegia, ada berbagai pemeriksaan yang perlu dilakukan. Sebagai pemeriksaan awal, dokter akan melakukan wawancara, pemeriksaan fisik menyeluruh, dan pemeriksaan saraf.

Jika polio diduga menjadi penyebabnya, maka perlu dilakukan pemeriksaan darah untuk menilai adanya antibodi terhadap virus polio dan pemeriksaan feses untuk mengisolasi virus. Bila diduga penyebabnya adalah cedera tulang belakang atau tumor, maka dibutuhkan pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI) tulang belakang untuk mengetahui detail lokasi kelainan dan beratnya kelainan yang dialami.

Bila penyebabnya adalah GBS atau myasthenia gravis, maka pemeriksaan kekuatan otot melalui elektromiografi (EMG) perlu dilakukan. Pemeriksaan analisis cairan otak melalui pungsi lumbal juga kadang perlu dilakukan untuk memastikan ada tidaknya GBS.

Gejala

Gejala utama quadriplegia adalah kelemahan pada lengan kiri, lengan kanan, tungkai kiri, dan tungkai kanan. Berbeda dengan kondisi quadriparesis (bentuk lebih ringan dari quadriplegia), pada quadriplegia, otot lengan dan tungkai sama sekali tidak dapat berkontraksi. Kelemahan tersebut bisa menyebabkan tungkai dan lengan menjadi loyo atau menjadi kaku. Kadang quadriplegia juga disertai dengan gejala mengompol dan tidak bisa menahan buang air besar.

Secara lebih detail, gejala yang menyertai quadriplegia berbeda-beda, tergantung penyakit yang menyebabkannya. Jika disebabkan karena polio, gejala awal yang timbul adalah demam, sakit kepala, muntah, leher kaku, lalu dilanjutkan dengan munculnya quadriplegia yang mendadak.

Quadriplegia yang disebabkan oleh DMD, muncul sejak bayi dan hanya menimbulkan gejala pada anak laki-laki. Kelemahan otot awalnya hanya bersifat kelemahan ringan saja, lama kelamaan makin berat hingga penderitanya tidak bisa berdiri dan berjalan.

Quadriplegia karena GBS didahului dengan diare atau batuk pilek. Lalu timbul gejala kesemutan atau baal di telapak tangan dan kaki yang menjalar ke atas, disertai dengan kelemahan lengan dan tungkai. Dalam keadaan yang berat, GBS bisa menyebabkan penderitanya sesak napas berat yang dapat berujung pada kematian.

Quadriplegia akibat MG ditandai dengan gejala yang khas yaitu kelemahan lengan dan tungkai memberat setelah aktivitas berat, dan akan membaik setelah penderitanya beristirahat. Selain itu, kelopak mata penderita MG akan turun dan sulit diangkat bila banyak beraktivitas, dan akan menjadi normal kembali di pagi hari setelah beristirahat.  

Quadriplegia yang disebabkan karena tumor terjadi perlahan-lahan dan progresif. Sedangkan quadriplegia karena cedera tulang belakang terjadi mendadak.

Pengobatan

Pengobatan quadriplegia sangat bervariasi, tergantung penyebabnya. Quadriplegia yang disebabkan karena polio dan DMD tak dapat disembuhkan. Upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan rehabilitasi medik berupa fisioterapi dan latihan fisik agar otot tidak semakin mengecil akibat kelumpuhan yang dialami.

Pada quadriplegia yang disebabkan karena cedera tulang belakang, pengobatan secepat mungkin oleh dokter saraf di rumah sakit sangat penting. Agar cedera dapat pulih, obat berupa kortikosteroid dosis tinggi harus segera diberikan dalam waktu kurang dari 8 jam setelah cedera terjadi.

GBS diobati dengan obat antiradang yaitu kortikosteroid. Jika tak kunjung membaik dengan obat tersebut, maka dokter akan mempertimbangkan pengobatan dengan immunoglobulin intravena. Sementara itu, quadriplegia yang terjadi karena myasthenia gravis umumnya diatasi dengan obat piridostigmin atau neostigmin.

Jika quadriplegia terjadi karena tumor, maka pengobatannya bisa dengan operasi, kemoterapi, atau radiasi, tergantung dari jenis tumor yang menyerang tulang belakang.

Pencegahan

Kebanyakan kasus quadriplegia tidak bisa dicegah. Salah satu quadriplegia yang dapat dicegah adalah quadriplegia yang disebabkan karena polio. Pencegahannya adalah dengan melakukan imunisasi polio sesuai jadwal sejak bayi lahir.