Sukses

Pengertian

Proctalgia fugax merupakan rasa nyeri yang terjadi akibat spasme otot di sekitar anus, di mana hal ini terjadi tanpa sebab yang jelas. Secara epidemiologi, proctalgia anus banyak terjadi ketika seseorang menginjak usia dewasa dan jarang ditemukan pada anak-anak.

Diagnosis

Diagnosis proctalgia fugax ditetapkan atas dasar pemeriksaan fisik, di mana tidak ditemukan kelainan pada anus seperti luka atau benjolan. Dengan demikian, kemungkinan hemoroid, fisura ani, abses dan penyakit lain yang berhubungan dengan otot anus harus terlebih dahulu disingkirkan.

Demi kepentingan terapi, derajat nyeri dan durasinya juga harus digali lebih jauh dari penderita saat dilakukan pemeriksaan.

Penyebab

Sampai sejauh ini, penyebab proctalgia fugax beum diketahui pasti. Kendati demikian, beberapa studi menunjukkan penyakit ini berhubungan dengan adanya gangguan pada nervus pudendal. Nervus pudendal dapat bermasalah setelah adanya tindakan tertentu misalnya operasi hemoroid atau histerektomi vaginal.

Selain adanya gangguan nervus pudendal, proctalgia fugax juga dapat dicetuskan oleh:

  • Aktivitas seksual
  • Haid
  • Konstipasi
  • Stres

Gejala

Gejala yang dapat dirasakan pada proctalgia fugax meliputi:

  • Nyeri di sekitar anus
  • Otot anus yang tegang atau spasme
  • Terjadi mendadak
  • Durasinya hitungan detik hingga menit
  • Rasa nyeri umumnya hilang dengan sendirinya

Pengobatan

Tidak ada pengobatan khusus untuk proctalgia fugax. Pengobatan yang diberikan sebatas meredakan gejala. Misalnya pemberian obat anti-nyeri untuk membantu meringankan rasa sakit.

Bila spasme otot yang terjadi sangat hebat, pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian suntikan botox atau obat anestesi. Pada beberapa kasus, mandi dengan air hangat juga diketahui dapat membantu meringankan gejala nyeri yang dirasakan.

Komplikasi

Pada umumnya, proctalgia fugax tidak menimbulkan komplikasi yang bermakna. Penyakit ini juga tidak meningkatkan risiko penyakit lain seperti kanker kolon, colitis, hemoroid maupun gangguan usus lainnya.

Pencegahan

Karena penyebab pastinya belum diketahui, tidak ada langkah pencegahan spesifik untuk menghindari penyakit ini. Bila ada pencetus yang melatarbelakangi, langkah penghindaran pencetus ini dapat menjadi salah satu usaha meminimalkan risiko penyakit terjadi kembali.