Sukses

Pengertian

Polip pulpa, atau pulpitis kronis hiperplastika, adalah suatu kondisi di mana terdapat peradangan yang berlangsung selama bertahun-tahun pada bagian pulpa. Pulpa itu sendiri merupakan bagian tengah gigi yang berisi jaringan dan sel-sel pembentuk gigi. 

Peradangan yang mengakibatkan terjadinya Polip pulpa terjadi akibat iritasi dan infeksi bakteri pada pulpa. Hal ini umumnya disebabkan karena adanya kerusakan pada mahkota gigi, misalnya karena gigi berlubang. Paparan bakteri dan berbagai zat yang terdapat dalam rongga mulut dan menyebabkan peradangan tersebut memicu pertumbuhan jaringan dan membentuk polip.

Polip pulpa paling banyak terjadi pada gigi geraham bawah, usia dewasa muda. Selain itu Polip pulpa juga banyak terjadi pada gigi geraham susu. Anak-anak umumnya memiliki ambang rasa nyeri rendah, sehingga tidak mudah merasakan sakit gigi.

Biasanya saat anak-anak mengeluh sakit gigi, kondisi gigi sudah berlubang dalam dan bahkan mencapai tempat saraf. Itulah sebabnya Polip pulpa sangat banyak terjadi pada anak-anak.

Polip pulpa biasanya dapat diketahui lebih dini jika Anda rajin melakukan pemeriksaan gigi rutin, setidaknya setiap enam bulan sekali.

Polip Pulpa

Gejala 

Pederita Polip pulpa biasanya akan merasa nyeri dan tidak nyaman ketika mengunyah atau ada makanan yang menyentuh bagian di mana terdapat polip. Pada Polip pulpa, gigi tidak mengalami goyang dan tidak terasa sakit saat mengalami kontak. 

Gejala lain yang dapat dikenali pada penderita Polip pulpa adalah:

  • Terdapat benjolan lunak yang dapat dilihat dari lubang gigi. Benjolan biasanya berwarna merah muda atau kemerahan.
  • Mudah terjadi perdarahan pada polip saat bagian tersebut tersentuh tangan atau terkena benda asing, misalnya sikat gigi. Hal ini dapat menimbulkan luka terbuka.
  • Area di sekitar tempat polip berada biasanya akan terasa keras, bengkak, dan nyeri. Biasanya pipi dan mulut di dekat tempat polip berada dapat mengalami kondisi ini.

Penyebab

Polip pulpa terjadi karena adanya peradangan dan infeksi selama bertahun sebagai akibat dari berbagai kondisi. Beberapa di antaranya adalah:

  • Karies gigi. Kondisi ini menyebabkan struktur gigi banyak yang hilang, khususnya bagian enamel gigi.
  • Cedera yang mengakibatkan kerusakan pada gigi, seperti patah.
  • Reaksi hipersensitif pada gigi.
  • Gigi berlubang atau adanya rongga gigi yang terbuka. Kondisi ini dapat membuat jaringan gigi di dalam rongga gigi terpapar bakteri.
  • Pengaruh hormon, khususnya hormon estrogen dan progesteron.

Diagnosis

Proses penentuan diagnosis Polip pulpa dapat dilakukan melalui serangkaian wawancara medis dan pemeriksaan gigi secara langsung oleh dokter gigi. Untuk memastikan diagnosis, dokter gigi juga dapat merekomendasikan pemeriksaan lanjutan.

Beberapa pemeriksaan lanjutan yang dapa membantu antara lain:

  • Foto rontgen. Pencitraan dengan foto rontgen dapat dilakukan pada mulut dan gigi. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat menentukan diagnosis dan menilai derajat keparahan kerusakan gigi. Begitu juga dengan area di sekitarnya.
  • Pemeriksaan histologi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil contoh jaringan polip untuk diperiksa di laboratorium. Melalui pemeriksaan ini, tanda-tanda peradangan pada jaringan dan adanya kelainan pada jaringan juga dapat diketahui. 

Pengobatan

Penanganan pada Polip pulpa diawali dengan pemberian obat anti-nyeri dan antibiotik. Tujuannya untuk menghilangkan faktor penyebab. Selain itu, ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk menangani kondisi ini lebih lanjut, yaitu:

  • Pembedahan. Prosedur ini dilakukan untuk membuang polip atau daging tumbuh tersebut. Pembedahan untuk mengangkat polip secara keseluruhan dilakukan dengan mencabut gigi yang terkena polip. Untuk menggantikan gigi yang dicabut, setelah prosedur pembedahan berhasil dilakukan, dokter dapat memasang gigi palsu. 
  • Pulpotomi. Prosedur ini dilakukan dengan memotong polip tanpa mencabut gigi di mana terapat polip. Pada polip yang telah berkembang lama, kerusakan gigi yang terdapat polip tidak dapat diperbaiki dengan sempurna meski pulpotomi berhasil dilakukan. 
  • Perawatan gigi. Pada saat dilakukan pengangkatan jaringan polip, umumnya akan terjadi perdarahan dalam jumlah banyak. Namun kondisi ini dapat dihentikan dengan pemberian tekanan pada gigi tersebut. Perawatan gigi juga dilakukan dengan memasang penghalang enamel gigi. Selain itu juga perlu dilakukan penambahan resin gigi untuk mencegah Polip pulpa kembali berkembang.

Perawatan Polip pulpa sangat membutuhkan kedisiplinan dari penderitanya. Sebab, meskipun polip terlah berhasil diangkat, penderita tetap harus melakukan pemeriksaan gigi secara rutin ke dokter gigi. Tujuannya adalah untuk memantau perkembangan perawatan dan kemungkinan Polip pulpa kembali berkembang.