Sukses

Pengertian

Pneumonia aspira adalah pneumonia yang terjadi ketika suatu zat, seperti makanan, asam lambung atau air liur, masuk ke dalam paru-paru. Zat tersebut dapat membawa bakteri sehingga menyebabkan infeksi paru-paru.

Pada paru-paru sehat atau normal, sedikit zat yang masuk ke paru-paru dapat dibersihkan sendiri. Namun jika tidak, infeksi paru atau pneumonia dapat terjadi sebagai komplikasinya.

Pneumonia aspira dapat menjadi serius jika dialami oleh anak di bawah 2 tahun atau orang tua yang berusia di atas 65 tahun. Berikut adalah orang-orang yang berisiko tinggi terkena pneumonia aspira:

  • Orang dengan gangguan kesadaran
  • Penderita penyakit paru
  • Orang yang mengalami kejang
  • Penderita stroke
  • Orang yang mengalami gangguan gigi dan mulut
  • Penderita demensia
  • Orang yang mengalami gangguan menelan
  • Orang yang mengalami gangguan mental
  • Penderita penyakit saraf
  • Orang yang menjalani terapi radiasi pada kepala dan leher
  • Orang yang mengalami gastroesophageal reflux disease (GERD)

Penyebab

Tubuh biasanya secara otomatis akan batuk akibat refleks muntah, ketika suatu zat akan masuk ke paru-paru. Penumonia aspira terjadi ketika sistem kekebalan tubuh dalam kondisi kurang baik. Akibatnya bisa saja cukup banyak bakteri yang terbawa dari zat yang masuk ke dalam paru-paru dan dapat menyebabkan infeksi.

Penumonia aspira biasanya terjadi pada penderita yang tidak memiliki refleks muntah (gag reflex), seperti:

  • Orang dengan gangguan saraf
  • Penderita kanker tenggorokan
  • Penderita penyakit parkinson atau myasthenia gravis
  • Orang yang mengonsumsi alkohol secara berlebihan
  • Orang yang baru saja mengalami pembiusan
  • Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah
  • Penderita penyakit esofagus
  • Orang yang menderita penyakit gigi dan mulut yang mengganggu proses mengunyah dan menelan

Diagnosis

Dalam menetapkan diagnosis pneumonia aspira, dokter akan menduga adanya pneumonia dari pemeriksaan fisik, seperti adanya suara crackling pada paru-paru.

Pemeriksaan penunjang juga dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis. Misalnya dengan sinar X, kultur darah, pemeriksaan darah dan gas darah, bronkoskopi, CT-scan, dan kultur darah. Dokter akan menduga penyebab pneumonia yaitu apira apabila penderita berisiko tinggi terhadap penumonia aspira.

Gejala

Gejala dari pneumonia aspira yang sering muncul antara lain:

  • kebersihan mulut yang kurang baik
  • setelah makan sering berdehem atau batuk berdahak
  • nyeri dada
  • sesak napas
  • bersin
  • kelelahan
  • kulit yang membiru
  • batuk berdahak hijau, darah atau bau
  • sulit menelan
  • bau mulut

Pengobatan

Pengobatan pneumonia aspira tergantung dari tingkat keparahan infeksi paru yang terjadi. Untuk kasus yang cukup parah, biasanya membutuhkan perawatan inap di rumah sakit.

Penderita yang memiliki gangguan menelan sebaiknya tidak makan melalui mulut lagi dan menggunakan selang makan. Pengobatan akan diberikan dengan antibiotik, baik oral maupun infus. Antibiotik harus dihabiskan dan sesuai dengan dosis anjuran dokter.

Waktu pengobatan tergantung dari keparahan infeksinya. Terapi pendukung juga mungkin dibutuhkan seperti pemberian oksigen atau steroid bahkan mesin pernapasan.

Pencegahan

Jika memang mengalami gangguan menelan, pencegahan pneumonia aspira dapat dilakukan dengan menghindari makan dari mulut. Anda juga dapat melakukan latihan memperkuat otot tenggorokan dan cara menelan.

Selain hal di atas, menjaga kebersihan gigi dan mulut juga penting untuk dilakukan. Pemeriksaan gigi dan mulut secara rutin, setiap enam bulan, harus dilakukan.