Sukses

Pengertian

Pitiriasis rosea merupakan kondisi kelainan kulit yang dicetuskan oleh infeksi. Gangguan ini ditandai dengan munculnya ruam merah muda atau kemerahan di dada, perut, dan punggung.

Bentuk ruam yang muncul bisa terlihat seperti bekas luka atau benjolan merah yang bentuknya mirip luka. Ruam tersebut dapat menyebar ke area tubuh lain, seperti ke lengan dan kaki.

Gangguan pitiriasis rosea ini pada umumnya dapat hilang atau sembuh dengan sendirinya meski tanpa perawatan intensif dan tanpa meninggalkan bekas luka. Tetapi pada beberapa kasus gangguan ini bisa berlangsung cukup lama, bahkan hingga tiga bulan atau lebih.

Pitiriasis rosea sebenarnya dapat menyerang siapa pun. Meski demikian, pria diketahui lebih sering mengalami gangguan ini dibandingkan wanita. Pitiriasis rosea juga banyak dialami oleh mereka yang berusia antara 10–35 tahun.

Pityriasis Rosea

Penyebab

Penyebab pitiriasis rosea belum diketahui secara pasti. Diduga penyakit ini dicetuskan oleh infeksi virus. Salah satu yang diduga sebagai pemicu adalah infeksi virus herpes. Namun demikian, virus herpes pada kasus pitiriasis rosea berbeda dengan virus yang menyebabkan herpes kelamin. Selain itu, perlu diketahui juga bahwa gangguan ini tidak termasuk penyakit yang menular dari satu orang ke orang lain.

 

Diagnosis

Untuk menentukan diagnosis adanya pitiriasis rosea, dokter akan mengamati kondisi kulit yang terkena. Selain itu dokter juga akan memastikan apakah ruam yang timbul disebabkan oleh infeksi virus atau berasal dari jamur.

Pemeriksaan fisik langsung sudah cukup untuk menentukan diagnosis terhadap penyakit ini. Oleh karena itu, biasanya tidak diperlukan pemeriksaan laboratorium atau pemeriksaan tambahan lainnya untuk memastikan penyakit ini.

Gejala

Umumnya pitiriasis rosea didahului dengan gejala demam ringan, sakit kepala, atau nyeri sendi seperti yang dirasakan menjelang sakit selesma atau flu. Selanjutnya, dalam waktu 2–3 hari kemudian akan mulai muncul ruam kemerahan.

Pitiriasis rosea memiliki bentuk ruam yang khas. Ruam umumnya berbentuk oval dan cukup besar yang disebut herald patch, dan biasanya muncul di dada atau di punggung. Sekitar dua hari hingga dua minggu kemudian, bisa muncul banyak ruam yang berukuran lebih kecil di dada, punggung, atau leher.

Biasanya ruam berawal dengan warna merah muda atau kecokelatan. Banyak penderita yang mengeluhkan rasa gatal pada ruam tersebut. Bercak merah ini pun dapat menjamur dan menyebar hingga ke bagian tubuh lain.

Ruam akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 2–12 minggu. Kondisi ini bisa menyisakan bekas warna kulit yang menggelap di area kulit yang terkena.

Pitiriasis rosea pada dasarnya tidak berbahaya. Akan tetapi bila dialami oleh ibu hamil, penyakit ini bisa menyebabkan keguguran atau persalinan prematur.

Pengobatan

Pitiriasis rosea akan sembuh dengan sendirinya selambatnya pada 12 minggu setelah ruam pertama kali muncul. Namun demikian, untuk mengurangi ruam dan keluhan gatal yang terjadi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan penderita.

Perawatan sederhana yang bisa dilakukan sendiri adalah berendam atau mandi air hangat untuk meredakan gatal-gatal yang dialami. Anda juga bisa disarankan menggunakan krim pelembap. Krim ini merupakan obat yang dapat mencegah kulit kering dan iritasi.

Penggunaan krim atau salep steroid dan antihistamin bertujuan untuk mengurangi kemerahan dan gatal. Begitu juga dengan obat-obatan antihistamin yang berguna untuk membantu mengurangi gatal.

Pengobatan lain yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan terapi sinar ultra violet atau sinar UVB. Kulit yang terkena akan disorot dengan sinar UVB dalam waktu singkat untuk mengurangi rasa gatal.

Mereka yang mengalami pitiriasis rosea dianjurkan mandi seperti biasa. Tidak perlu menggunakan sabun antiseptik khusus.

Pencegahan

Belum ada upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah seseorang dari pitiriasis rosea. Akan tetapi, menjaga kebersihan kulit dan daya tahan tubuh secara keseluruhan sangat dianjurkan agar tubuh tak mudah terkena serangan infeksi.