Sukses

Pengertian

Perdarahan subarachnoid (SAH) adalah perdarahan yang terjadi pada area yang terletak di antara otak dan lapisan pembungkus otak, yang disebut ruang subarachnoid. Pada ruang ini terdapat cairan serebospinal atau cerebospinal fluid (CSF) yang melindungi otak dari cedera.

Perdarahan di area SAH ini dapat mengakibatkan koma, kelumpuhan atau paralisis, dan bahkan kematian. Perdarahan ini biasanya terjadi dengan cepat dan sering kali disebabkan oleh trauma kepala.

Penyelamatan nyawa penderita SAH bergantung pada kecepatan tindakan medis. Meski merupakan kejadian yang fatal, kasus SAH ini termasuk jarang terjadi.

Perdarahan Subarachnoid

Penyebab

Penyebab utama perdarahan subarachnoid (SAH) yang paling sering adalah cedera kepala. Selain itu, juga terdapat penyebab spontan yang juga sering terjadi, yaitu aneurisma otak. Dinding pembuluh darah pada aneurisma lemah sehingga bisa pecah kapan saja. Perdarahan aneurisma sering terjadi pada wanita, perokok, dan mereka yang memiliki tekanan darah tinggi.

Selain karena cedera kepala dan aneurisma otak, perdarahan subarachnoid juga bisa terjadi karena hal lain. Beberapa penyebab lain dari perdarahan ini bisa berupa malformasi arteri vena (AVM), kelainan perdarahan, dan penggunaan obat pengencer darah.

Diagnosis

Dokter akan melakukan diagnosis perdarahan subarachnoid (SAH) melalui pemeriksaan fisik dan biasanya akan menemukan kondisi kaku leher serta gangguan penglihatan. Gejala utama yang khas yaitu nyeri kepala hebat dan mendadak, yang bisa juga mengarah pada SAH.

Pemeriksaan penunjang lain seperti magnetic resonance imaging (MRI) dan computerized tomography (CT-scan) dilakukan untuk membantu konfirmasi SAH. Pemeriksaan lain seperti angiografi otak menggunakan sinar X dan kontras, serta transcranial ultrasound dilakukan untuk memeriksa peredaran darah pada otak. Pemeriksaan fungsi lumbal juga biasa dilakukan untuk memeriksa adanya sel darah merah pada cerebrospinal fluid (CSF).

Gejala  

Gejala utama perdarahan subarachnoid (SAH) adalah nyeri kepala hebat yang mendadak dan terasa lebih kuat di dasar kepala. Penderita biasanya menyebutnya sebagai nyeri kepala paling parah yang pernah dialami. Beberapa penderita merasakan sensasi pecah atau popping sebelum perdarahan terjadi.

Gejala lain yang juga bisa dialami penderitanya berupa beberapa keluhan berikut:

  • Nyeri leher dan bahu
  • Kesemutan pada seluruh tubuh
  • Kejang
  • Kebingungan
  • Mudah marah
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Menurunnya ketajaman penglihatan
  • Penglihatan ganda
  • Mual
  • Muntah
  • Hilangnya kewaspadaan
  • Hilangnya kesadaran 

Pengobatan

Untuk menangani perdarahan subarachnoid (SAH), tindakan yang tepat dan cepat sangat diperlukan untuk menyelamatkan nyawa penderitanya dan mencegah kerusakan otak. Perdarahan akan terakumulasi sehingga tekanan pada otak meningkat, yang kemudian bisa menyebabkan koma dan kerusakan otak yang lebih parah. Tekanan tersebut harus diatasi dengan obat-obatan atau dengan cara mengeluarkan cerospinal fluid (CSF).

Penyebab perdarahan lain seperti aneurisma, harus segera ditangani pula agar tidak menyebabkan perdarahan baru. Aneurisma biasanya perlu diatasi dengan pembedahan.

Jika SAH tidak menyebabkan penurunan kesadaran, penderita akan diharuskan untuk beristirahat total. Melakukan aktivitas seperti membungkuk dapat meningkatkan tekanan pada otak. Obat-obatan juga perlu diberikan. Misalnya obat tekanan darah, obat pencegah spasme pembuluh darah seperti nimodipine, dan obat anti-nyeri untuk nyeri kepala.

Jika SAH menyebabkan penurunan kesadaran atau koma, pasien tentunya memerlukan alat pendukung kehidupan seperti ventilator atau alat bantu napas, pengaman jalan napas, dan peletakan pipa pada otak untuk mengurangi tekanan otak.

Pencegahan

Satu-satunya cara untuk mencegah perdarahan subarachnoid (SAH) adalah dengan mencari kemungkinan masalah pada otak seperti aneurisma. Deteksi dini aneurisma dan pengobatan aneurisma dapat mencegah SAH.