Sukses

Pengertian

Pada penyakit katup jantung, satu atau lebih katup pada jantung tidak dapat berfungsi dengan baik. Jantung memiliki empat katup yang memastikan bahwa darah mengalir ke arah yang benar. Namun, terkadang katup jantung mengalami kelainan yaitu ketika katup tidak membuka atau menutup dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan gangguan aliran darah dari jantung ke bagian tubuh lainnya.

Penanganan penyakit katup jantung bergantung pada kondisi katup jantung yang mengalami masalah, tipe penyakit katup jantung, serta derajat keparahan kondisi tersebut. Terkadang, penyakit katup jantung membutuhkan operasi atau penggantian katup jantung.

Penyakit Katup Jantung - KlikDokter.com (Designua/Shutterstock)

Penyebab

Jantung memiliki empat katup yang memastikan darah mengalir ke arah yang benar. Empat katup yang ada termasuk katup mitral, katup trikuspid, katup pulmoner, dan katup aorta. Terkadang, katup tidak dapat membuka atau menutup dengan sempurna. Kondisi ini mengganggu aliran darah dari jantung ke bagian tubuh lainnya.

Penyakit katup jantung bisa terjadi dan sudah ada pada saat seseorang lahir. Namun, kondisi ini juga dapat timbul pada orang dewasa akibat berbagai penyebab dan kondisi, seperti infeksi bakteri dan kondisi jantung lainnya.

Kelainan katup jantung meliputi:

  • Regurgitasi. Pada kondisi ini katup jantung tidak dapat menutup dengan baik, yang menyebabkan darah mengalir ke belakang. Hal ini umum ditemui akibat katup jantung yang menonjol ke belakang. Kondisi ini disebut prolaps.
  • Stenosis. Pada kondisi stenosis, katup jantung menjadi tebal atau kaku, dan dapat menyatu. Hal ini menyebabkan jalur masuk aliran darah melalui katup menjadi lebih sempit, sehingga hanya sedikit darah yang dapat melewati katup pada waktu yang sama.
  • Atresia. Pada kondisi ini, katup belum terbentuk, dan jaringan padat menghambat aliran darah antara ruang-ruang jantung.

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit katup jantung, termasuk:

  • Usia yang lebih tua
  • Adanya riwayat infeksi tertentu yang dapat memengaruhi jantung
  • Adanya riwayat penyakit jantung tertentu atau serangan jantung
  • Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, atau faktor risiko lainnya
  • Adanya penyakit jantung bawaan

Gejala

Sebagian orang dengan penyakit katup jantung tidak mengalami gejala selama bertahun-tahun. Namun, beberapa tanda dan gejala dari penyakit katup jantung dapat mencakup:

  • Bunyi jantung tambahan (murmur jantung) pada saat dokter melakukan pemeriksaan fisik jantung menggunakan stetoskop
  • Rasa lelah
  • Sesak napas, terutama saat beraktivitas atau saat berbaring
  • Bengkak pada pergelangan kaki dan kaki
  • Pusing kepala
  • Hilang kesadaran
  • Denyut jantung yang tidak teratur

Diagnosis

Untuk memastikan penyakit katup jantung, dibutuhkan informasi medis yang rinci, pemeriksaan fisik secara langsung, serta pemeriksaan penunjang tertentu bila dibutuhkan. Pada pemeriksaan penunjang, dokter akan memeriksa adanya murmur jantung, yang dapat menandakan adanya kelainan katup jantung.

Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis penyakit katup jantung adalah:

  • Ekokardiografi. Pada pemeriksaan ini, gelombang suara digunakan untuk menampilkan pencitraan jantung. Pemeriksaan ini bisa menilai struktur jantung, katup jantung, dan aliran darah melalui jantung.
  • Elektrokardiografi. Pemeriksaan ini mengevaluasi impuls listrik jantung, dan dapat mendeteksi adanya pembesaran ruang jantung, penyakit jantung, serta kondisi paru-paru.
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI) jantung. Pemeriksaan MRI jantung menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk membuat pencitraan struktur jantung yang detil.  Pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk menentukan tingkat keparahan kondisi jantung. Akan dinilai pula ukuran dan fungsi ruang jantung bagian bawah, atau yang juga dikenal dengan istilah ventrikel.
  • Stress test. Pemeriksaan ini menilai toleransi aktivitas dan memantau respon jantung terhadap aktivitas fisik.

Penanganan

Penanganan untuk penyakit katup jantung bergantung pada tingkat keparahan kondisi kesehatan yang dialami, adanya tanda dan gejala, serta adanya perburukan kondisi. Dokter dapat menyarankan pemantauan kondisi secara rutin, anjuran menjalani pola hidup sehat, dan konsumsi obat untuk menangani gejala yang dialami.

Pada kasus lanjut, dapat dibutuhkan pembedahan katup untuk memperbaiki atau mengganti katup jantung yang mengalami kerusakan.

Pencegahan

Pencegahan penyakit katup jantung bisa dilakukan pada kondisi yang disebabkan oleh demam reumatik. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter bila mengalami tanda-tanda infeksi tenggorok, berupa nyeri tenggorok, demam, dan selanjutnya.

Penanganan dini infeksi tenggorok akibat bakteri Streptococcus dapat mencegah demam reumatik, yang merusak katup jantung. Aktivitas fisik yang rutin, diet sehat bagi jantung, serta pengobatan untuk menurunkan kadar kolesterol dapat mencegah stenosis aorta. Ini berarti merupakan upaya mencegah terjadinya kondisi penebalan dan kekakuan katup aorta.