Sukses

Pengertian

Coxsackie adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh virus Coxsackie, yang merupakan jenis RNA Virus. Virus ini ditularkan melalui fecal oral route, yaitu bakteri dari feses atau kotoran yang berpindah dari satu orang ke orang lain dan masuk ke dalam mulut orang lain tersebut. Perpindahan juga bisa terjadi melalui proses batuk, bersin, bersentuhan dengan bagian permukaan mata, hidung, atau mulut.

Ada dua tipe virus Coxsackie, yaitu:

  • Group A berhubungan dengan infeksi pada kulit dan seluruh selaput lendir, conjungtivitis hemoragik akut, dan penyakit hand, foot and mouth (HFMD).
  • Grup B berhubungan dengan infeksi pada jantung, pleura (lapisan tipis yang menutupi paru-paru dan melapisi dinding bagian dalam rongga dada), pankreas, hati, sakit dada, dan perut bagian atas, penyakit miokarditis, pericarditis, dan hepatitis.
  • Serangan virus dapat terjadi pada berbagai tingkat usia. Akan tetapi, risiko yang paling tinggi terjadi pada usia bayi, anak-anak terlebih di bawah usia 10 tahun, dan pasien dengan kondisi kelainan  imunitas.

Gejala

Kedua grup virus Coxsackie memiliki gejala yang sama, yaitu demam tanpa sebab yang jelas, ruam pada kulit yang menyebabkan perubahan warna, tekstur dan bentuknya, dan juga penyakit sistem pernapasan atas. Gejala lain yang menyertai biasanya berupa flu pilek, sakit tenggorokan, ruam pada telapak tangan, telapak kaki, juga ruam di dalam mulut, lidah, gusi dan pipi  yang dikenal sebagai hand, foot, and mouth disease (HFMD).

Virus Coxsackie adalah salah satu penyebab utama penyakit meningitis aseptik. Penelitian baru-baru ini juga menyatakan adanya hubungan antara penyakit diabetes (dengan insulin) dengan infeksi Virus Coxsackie tipe-B.

Perawatan

Infeksi virus Coxsackie sebenarnya bersifat ringan dan biasanya dapat sembuh sendiri. Oleh karena itu, biasanya tidak ada perawatan khusus karena sistem daya tahan tubuh biasanya dapat membunuh virus tersebut. Namun pada pasien yang mengalami infeksi berat, perawatan dilakukan dengan terapi suportif, yaitu membantu meningkatkan sistem imunitas tubuh.

Selalu menjaga kebersihan tangan, kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat tentang penyakit ini adalah cara pencegahan dan pengendalian yang baik terhadap penyebaran virus ini.

Pencegahan

Cara efektif pencegahan infeksi virus Coxsackie adalah dengan mencegah virus tersebut agar tidak berpindah. Berhati-hatilah pada hal-hal seperti percikan darah, cairan tubuh, termasuk air ludah, percikan saat  batuk, dahak, cairan dari luka, urine, feses, kulit dan mukosa dengan luka terbuka. Hal-hal tersebut dapat menjadi sumber terjadinya penyebaran infeksi.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Jaga kebersihan tangan

Jaga kebersihan tangan –baik di lingkungan fasilitas kesehatan, di sekolah, tempat penitipan anak, asrama, wisma, lorong gedung, dan lainnya. Bersihkan tangan dengan menggunakan sabun dan air atau sabun antiseptik atau gel pembersih tangan yang mengandung alkohol minimal 60%.

  • Penggunaan sarung tangan

Penggunaan sarung tangan di area rawan penyebaran kuman adalah suatu kewajiban untuk mencegah kontak dengan darah, cairan tubuh, cairan sekresi, cairan eksresi, juga luka terbuka pada kulit dan mukosa. Setelah melepas sarung tangan, segera cuci tangan Anda sampai bersih.

  • Pencegahan melalui udara

Kebersihan udara sangat penting karena semua percikan cairan dari napas juga berpotensi menyebarkan kuman penyebab infeksi. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:

  • Menutup hidung dan mulut dengan tisu ketika batuk atau bersin.
  • Segera membuang tisu yang sudah kotor, lalu memcuci tangan dengan baik.
  • Anak-anak, pasien dengan daya tahan tubuh rendah, dan lansia harus berada sejauh sekitar 1–2 meter dari penderita yang terinfeksi.
  • Di tempat umum atau keramaian, pasien dengan imunitas rendah harus menggunakan masker.
  • Pencegahan melalui darah dan cairan tubuh
  • Sesama anggota keluarga dilarang untuk menggunakan barang pribadi bersamaan –seperti pasta gigi, sikat gigi, pisau cukur, baju, dan lain-lain.
  • Membatasi ruang gerak pada pasien yang memiliki luka terbuka pada kulit.
  • Memisahkan penderita yang sedang terinfeksi.
  • Pencegahan di klinik
  • Pemberian obat dengan tabung dosis single lebih disarankan dibandingkan pemberian dengan tabung besar.
  • Dibutuhkan satu orang pekerja untuk mengawasi tabung obat, pulpen insulin dan alat cek darah yang menggunakan jari.
  • Jarum yang telah digunakan harus segera dibuang di wadah khusus pembuangannya.
  • Petugas kebersihan harus menerima pelatihan untuk membersihkan  sprei serta membersihkan setiap ruangan.
  • Pencegahan lingkungan

Bakteri dan virus dapat bertahan hidup cukup lama pada suatu permukaan. Karena itu diperlukan pembersihan dengan cara menghilangkan kotoran dan permukaan yang terkontaminasi dengan cara menggosoknya. Gunakan deterjen atau cairan pembersih antiseptik, kemudian bilas dengan air.

  • Pencegahan untuk mereka dengan daya tahan tubuh atau imunitas lemah
  • Untuk mengurangi perpindahan virus melalui udara di rumah dapat dilakukan hal sebagai berikut:
  • Untuk mengurangi debu, diperlukan alat sistem pemanas, ventilasi udara dan AC yang layak.
  • Hindari paparan debu dan kotoran dari konstruksi bangunan saat musim angin.
  • Gunakan masker khusus seperti jenis masker N95 bila hendak pergi dan pulang dari rumah sakit.
  • Hindari pemakaian banyak karpet karena merupakan tempat bersarangnya spora jamur. Jika memang terpaksa menggunakan karpet, bersihkan karpet dengan penyedot debu dengan filter High Efficiency Particulate Air (HEPA) secara rutin.
  • Pada area yang umum hindari pemakaian alat penekan dan alat peningkat kelembapan.
  • Di dalam kamar hindari tanaman dalam pot atau bunga segar.