Sukses

Pengertian

Parkinsonisme merupakan kumpulan gejala dan disfungsi otak yang berhubungan dengan penyakit Parkinson. Penyakit Parkinson adalah adanya kematian sel atau disfungsi sel otak yang memproduksi dopamin.

Dopamin sendiri merupakan zat kimia penting yang menghubungkan sinyal antara sel saraf dan otak. Dopamin juga berfungsi dalam fungsi gerak, sehingga penderita Parkinson akan mengalami kesulitan gerak seperti berjalan. Penderita parkinsonisme biasanya juga memiliki penyakit saraf lainnya seperti dementia.

Penyebab

Parkinsonisme dapat disebabkan oleh penyakit Parkinson. Penyebab lain yang juga dapat berhubungan dengan parkinsonisme adalah:

  • degenerasi kortikobasal, biasanya terjadi dementia dan gerakan yang terganggu pada satu sisi
  • demensia dengan Lewy body, dapat terjadi halusinasi visual
  • atrofi sistem multipel, mengganggu fungsi buang air kecil dan besar
  • palsi supranuklear progresif, dapat menyebabkan dementia, sering jatuh ke belakang dan sulit menggerakkan mata ke atas dan ke bawah
  • parkinsonisme vaskular, mengganggu keseimbangan, cara berjalan dan memori penderita
  • parkinsonisme akibat obat-obatan, haloperidol, metoclopramide, dan aripiprazole

Diagnosis

Cukup sulit untuk menentukan diagnosis parkinsonisme karena tidak ada satu tes khusus. Dokter akan memulai diagnosis dari wawancara medis mendetail dan pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan. Pemeriksaan darah, sinar X, CT-scan, MRI, DaT-SPECT akan dilakukan untuk membantu mengonfirmasi diagnosis. DaT-SPECT tes adalah tes untuk memeriksa perjalanan dopamin pada otak.

Gejala

Gejala parkinsonisme biasanya muncul pada usia lanjut usia dari 50 hingga 80 tahun. Gejala yang muncul bervariasi dan akan progresif, seperti:

  • sulit untuk menunjukkan ekspresi wajah
  • kekakuan otot
  • pergerakan yang terhambat dan terlambat
  • gangguan bicara
  • adanya tremor, biasanya terjadi pada salah satu tangan
  • dementia
  • sulit mengendalikan gerakan
  • gangguan pada keseimbangan
  • gejala yang terjadi tiba-tiba dan cepat memburuk

Pengobatan

Obat yang sering digunakan untuk mengobati penyakit parkinson adalah levodopa. Obat tersebut dapat meningkatkan kadar dopamin pada otak. Namun, biasanya penderita bukan hanya memiliki masalah pada produksi dopamin saja, namun juga sel yang harus merespons terhadap dopamin.

Cukup sulit untuk mengobati parkinsonisme karena banyak penyakit yang berhubungan dengan penyakit ini. Obat anti-depresan dan botulinum toxin A juga mungkin digunakan untuk mengendalikan otot. Terapi fisik dan juga okupasi sangat penting untuk menjaga kekuatan otot dan membantu pasien untuk mandiri.

Pencegahan

Hingga saat ini belum ada upaya yang dapat dilakukan untuk benar-benar mencegah Parkinson seratus persen.