Sukses

Pengertian Parafilia

Parafilia adalah kelainan seksual yang menyebabkan penderita memiliki ketertarikan seksual selain pada stimulasi genital. Parafilia berhubungan dengan gairah dalam menanggapi objek seksual atau rangsangan yang tidak terkait dengan pola perilaku normal yang dapat mengganggu hubungan seksual.

Parafilia disebut juga sebagai penyimpangan seksual. Sering kali, penderita yang memiliki gangguan ini menyembunyikan kelainannya, mengalami rasa bersalah dan malu, memiliki masalah keuangan atau hukum, dan dapat (kadang-kadang) tidak kooperatif dengan profesional medis.

Penyebab Parafilia

Parafilia dapat saja terjadi pada orang dengan kepribadian yang stabil sehingga tidak disadari oleh keluarga, teman, dan lainnya. Namun, biasanya parafilia akan terjadi bersamaan dengan kelainan kepribadian lain, seperti penggunaan obat terlarang, gangguan kecemasan, dan sebagainya.

Masih belum diketahui pasti penyebab dari kelainan seksual ini. Namun beberapa orang dianggap lebih mudah mengidap parafilia. Misalnya orang-orang dengan gangguan harga diri, manajemen kemarahan, kesulitan menunda kepuasan, kemampuan berempati yang buruk, dan pengetahuan yang salah.

Diagnosis Parafilia

Cukup sulit menentukan diagnosis parafilia, terutama karena penderita biasanya tidak mengakui dan menyembunyikannya. Sehingga penting untuk membentuk hubungan kepercayaan terhadap penderita.

Menentukan diagnosis parafilia adalah dengan menggunakan manual DSM 5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) dan ICD 10 (International Statistical Classification of Diseases). Terdapat delapan kelainan yang termasuk parafilia:

1. Voyeursitic

Penderita mengalami gairah seksual yang berulang dan intens (fantasi, dorongan atau perilaku) dengan mengamati orang yang telanjang, sedang dalam proses melepas pakaian atau sedang dalam aktivitas seksual yang berlangsung selama 6 bulan. Penderita harus minimal berusia 18 tahun.

2. Exhibitionistic

Penderita mengalami gairah seksual yang berulang dan intens (fantasi, dorongan atau perilaku) dengan mengekspos kelamin ke orang asing. Gejala harus hadir setidaknya selama 6 bulan.

3. Frotteuristic

Penderita mengalami gairah seksual yang berulang dan intens (fantasi, dorongan, atau perilaku) yang melibatkan sentuhan dan gesekan terhadap orang yang tidak memberikan ijin. Gejala harus hadir setidaknya selama 6 bulan.

4. Sexual masochism

Penderita mengalami gairah seksual yang berulang dan intens (fantasi, dorongan, atau perilaku) yang melibatkan tindakan (nyata, tidak disimulasikan) dari dihina, dipukuli, diikat, atau dibuat menderita. Gejala harus hadir setidaknya selama 6 bulan.

5. Sexual sadism

Penderita mengalami gairah seksual yang berulang dan intens (fantasi, dorongan, atau perilaku) dari penderitaan psikologis atau fisik orang lain. Gejala harus hadir setidaknya selama 6 bulan.

6. Pedophilic

Penderita memiliki khayalan seksual yang berulang dan intens, dorongan seksual, atau perilaku yang melibatkan aktivitas seksual dengan anak atau anak praremaja (umumnya ≤13 tahun). Gejala harus hadir setidaknya selama 6 bulan.

Penderita berusia minimal 16 tahun dan setidaknya 5 tahun lebih tua dari korban; mereka yang ada di masa remaja akhir yang terlibat dalam hubungan seksual yang sedang berlangsung dengan anak berusia 12 atau 13 tahun dikecualikan.

7. Fetishistic

Penderita mengalami gairah seksual yang berulang dan intens (fantasi, dorongan, atau perilaku) baik dari penggunaan benda-benda yang tidak hidup atau dari fokus yang sangat spesifik pada bagian tubuh non-genital. Gejala harus hadir setidaknya selama 6 bulan.

Fetish tidak terbatas pada pakaian wanita yang digunakan dalam cross-dressing (seperti pada gangguan transvestic) atau perangkat yang dirancang untuk stimulasi genital (misalnya, vibrator).

8. Transvestic

Penderita mengalami gairah seksual yang berulang dan intens (fantasi, dorongan, atau perilaku) dari cross-dressing. Gejala harus hadir setidaknya selama 6 bulan.

Gejala Parafilia

Gejala parafilia beragam tergantung dari tipe gangguan seksual, meliputi:

  • memiliki keinginan untuk melihat atau mengintip sesuatu yang porno atau telanjang dan aksi berhubungan seksual
  • menunjukkan alat kelamin kepada orang lain atau depan umum
  • menyentuh tubuh wanita tanpa seijinnya
  • menyentuhkan alat kelaminnya (biasa pria) ke bagian tubuh wanita (paha atau bokong)
  • melakukan aktivitas ekstrem ketika berhubungan seksual, seperti menutup mata, memukul, menindik, menggunakan listrik, mengikat, menusuk, memotong, dan sebagainya
  • berhubungan seksual dengan anak kecil
  • mengalami gairah seksual dengan benda seperti pakaian dalam wanita, plastik, kulit, karet, sepatu, rambut, atau bahkan feses
  • mengalami gairah jika memakai pakaian lawan jenis

Pengobatan Parafilia

Pengobatan untuk parafilia beragam dan dapat merupakan kombinasi dari beberapa tindakan berikut:

  • psikoterapi: terapi perilaku kognitif, kemampuan sosial, grup, program 12 step, dan rekondisi orgasmik
  • obat-obatan: anti-depresan, hormon, anti-androgen, mood stabilizer, SSRI
  • pembedahan: taktotomi stereotoksik dan leukotomi limbik