Sukses

Pengertian

Paget tulang merupakan penyakit yang ditandai dengan pelepasan kalsium yang berlebihan dari tulang. Hal ini menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

Pada tulang manusia terdapat dua jenis sel utama, yaitu osteoblast dan osteoklas. Osteoblast merupakan sel yang bekerja menjaga struktur tulang supaya tetap kuat dan tidak mudah patah. Agar seimbang, osteoklas bekerja mengambil kalsium dari tulang untuk diedarkan ke dalam darah. Jika osteoblast dan osteoklas berada dalam kondisi normal, maka akan didapatkan tulang yang padat dan kadar kalsium darah yang normal.

Pada Paget tulang, osteoklas justru melakukan aktivitas yang berlebihan. Akibatnya, terlalu banyak kalsium yang dilepaskan dari tulang sehingga tulang pun menjadi lebih rapuh.

Penyakit ini ditemukan pertama kali oleh seorang dokter ahli bedah dari Inggris bernama Sir James Paget. Oleh sebab itu penyakit ini disebut Paget tulang. Sebelumnya, penyakit Paget dikenal sebagai osteitis deformans.

Penyakit Paget tulang lebih banyak dijumpai di Eropa, Amerika Utara, Australia, dan Selandia Baru. Sementara itu, penyakit ini jarang dialami oleh orang Asia dan Afrika.

Penyakit Paget tulang (Rvector/Shutterstock)

Penyebab

Penyebab Paget tulang belum diketahui dengan pasti. Namun diduga, kombinasi faktor genetik dan lingkungan bersama-sama berperan menimbulkan penyakit Paget.

Beberapa gen yang berkontribusi terhadap terjadinya penyakit Paget adalah gen SQSTM1, VCP, dan OPTN. Sementara itu, faktor lingkungan yang diduga berperan adalah adanya riwayat penyakit tulang sebelumnya dan adanya infeksi virus sebelumnya.

Diagnosis

Bila dokter menduga seseorang mengalami Paget tulang, maka umumnya akan dilakukan pemeriksaan alkalin fosfatase. Mereka yang mengalami gangguan Paget tulang, alkalin fosfatasenya akan meningkat. Selain itu, pemeriksaan urine dapat membantu memastikan penyebab Paget. Adanya hidroksiprolin di urine akan menyokong diagnosis penyakit Paget.

Bila dilakukan foto rontgen pada tulang yang terkena, akan tampak bahwa tulang yang mengalami penyakit Paget terlihat kurang padat. Bila ditemui pula gejala penekanan syaraf, umumnya pemeriksaan CT-scan atau MRI juga perlu dilakukan.

Gejala

Sekitar 70–90 persen kasus Paget tulang tidak menunjukkan gejala yang berarti. Namun demikian, ada sebagian kecil penderitanya yang merasakan keluhan seperti:

  • Nyeri tulang
  • Osteoartritis (tulang rawan sendinya menipis dan menghilang)
  • Tulang bengkok atau memendek
  • Daerah tulang yang terkena penyakit Paget bila teraba akan terasa lebih hangat
  • Gangguan syaraf seperti kesemutan, nyeri, atau sulit bergerak bila Paget tulang menyebabkan penekanan saraf

Penyakit Paget tulang umumnya menyerang beberapa tulang. Tulang yang sering terkena adalah tulang belakang, tulang paha, dan tulang tengkorak. Beberapa kasus Paget tulang juga kemudian bisa berubah menjadi kanker.

Bila Paget mengenai tulang tengkorak dapat terjadi komplikasi seperti:

  • Penurunan pendengaran
  • Vertigo
  • Telinga berdenging atau berdengung
  • Gigi geligi tidak bisa dirapatkan
  • Adanya kelainan saraf seperti mulut mencong, bicara pelo, juling, dan sebagainya

Pengobatan

Penyakit Paget tulang tidak bisa benar-benar disembuhkan, namun kondisinya bisa dikontrol. Untuk mencegah tulang menjadi rapuh, maka akan diberikan obat untuk meningkatkan kepadatan tulang. Biasanya penderita mendapat obat jenis bifosfonat, ditambah dengan kalsium dan vitamin D.

Bila terjadi gangguan postur berdiri atau berjalan, maka penderita bisa jadi memerlukan alat bantu untuk berjalan. Misalnya dengan menggunakan walker.

Penderita Paget tulang juga dianggap rentan mengalami kanker. Oleh karena itu, penderita harus menjalani kontrol teratur ke dokter untuk pengecekan menyeluruh, termasuk deteksi dini bila ditemukan tumor. Bila tumor diketahui ganas, maka umumnya kemoterapi dan radiasi perlu dilakukan.

Pencegahan

Hingga saat ini belum ada tindakan yang dapat mencegah penyakit Paget. Namun tindakan deteksi dini bisa dilakukan. Deteksi dini sebaiknya dilakukan pada mereka yang memiliki riwayat penyakit Paget tulang dalam keluarganya. Dengan adanya riwayat ini, untuk deteksi dini, seseorang sebaiknya memeriksakan kadar alkalin fosfatasenya.